Senin, 07 Desember 2009

Berlari dari Bayang-bayang

Kulihat anak itu berlari dan terus berlari, bertelanjang kaki menantang panas matahari. Esoknya kulihat dia kembali, masih terus berlari dan berlari. Kucoba dekati dirinya namun tak bisa kukejar. Tubuhnya semakin ringkih dan pucat. Di suatu malam, kulihat dia di berdiam diri di bawah sebuah pohon. Tubuhnya sangat kelelahan, karena terus berlari sepanjang siang.

“kenapa kau selalu berlari di siang hari? Apa kau tidak lelah?” tanyaku

Dia tidak menjawab, hanya matanya yang menatapku tajam

“apa yang sebenarnya kau cari?”, tanyaku kembali

“aku ingin menjauh dari bayanganku, aku benci dia selalu mengikuti. Kegelapannya sangat menyiksaku. Tolong bantu aku menjauhkan dia dari aku.” Jawabnya sambil terisak-isak pilu

“ Bayangan itu bagian dari dirimu teman, biarkan saja dia tetap menjadi bayanganmu.”

“ Tapi kenapa dia harus ada. Dia membuatku bermimpi buruk.”

“ Kita mempunyai bayangan, karena Allah sudah menggariskan itu kepada kita. Kenapa kita harus mengingkari sesuatu yang sudah ditakdirkan untuk kita?”

“ Tolonglah jauhkan dia dari aku.” Pintanya

“ Biarkan dia tetap ada, karena kita tak akan bisa menghindar, sekuat apapun kita berlari. Kalau kau tak suka, janganlah kau menoleh kebelakang. Tataplah jalanmu di depan!” saranku

“ Kadang dia pun ada di depan atau di sisi kita. Aku benar-benar benci dia.”

“ Biarkan saja! Anggap saja dia ada untuk mengingatkan kita akan keberadaannya. Lama-lama kaupun kan terbiasa dengan hadirnya. Lama-lama mimpi burukmu pun pasti kan berlalu.”

Dia diam membisu mendengar saranku, matanya hanya menatap kakinya yang melepuh karena terbakar panasnya aspal jalanan.

“ Aku hanya ingin tidur lelap, tanpa mimpi.”
Anak itu meringkuk memeluk tubuhnya serapat mungkin dan tidur dalam lirih.


***
Bayangan itu seperti masa lalu,, sudah berlalu dan biarkan saja tertinggal di belakang. walau harus diakui tidak mudah menyingkirkannya begitu saja,, terutama masa-masa yang begitu menyesakkan dada. Bagaimanapun masa itu adalah bagian dari diri kita yang memang sudah digariskan.

ya Allah bantu kami menjaga hati-hati kami, supaya kami bisa mengikhlaskan yang sudah terjadi dan terlepas dari kami. Sinari hati-hati kami selalu agar kami bisa melihat hikmah dibalik setiap kejadian..

Fr.N
31.10.2009

re-post

Tidak ada komentar:

Posting Komentar