Sabtu, 05 Agustus 2017

NHW#9, Bunda Sebagai Agen Perubahan

Mendidik satu perempuan adalah mendidik satu generasi.. oleh dari itu kita kaum perempuan harus cerdas dan mencerdaskan. 

Untuk memulai suatu perubahan besar, dimulai dari perubahan kecil.. dari diri sendiri, keluarga hingga ke masyarakat. Tugas NHW kali ini berkaitan dengan tugas dan peranan kita menangkap isu sosial di sekitar.

Dari dulu saya sangat menyukai anak - anak dan dunia pendidikan. Namun pada seiringnya waktu saya tidak lagi nyaman berada di ruang kelas tertutup dan terbatas. 

Saat ini saya lebih memimpikan punya rumah atau taman baca pribadi, yang bisa mengajak banyak anak - anak dan keluarga menjadi bagian di dalamnya. Disuatu sisi untuk mempunya taman baca sendiri perlu dana yang tidak sedikit. Salah satu permodalannya dari usaha yang ingin saya tekuni, masih berhubungan dengan anak - anak.. yaitu makanan sehat.

Seperti yang saya tulis dalam bagan dibawah ini.


Minggu, 30 Juli 2017

NHW#8, Misi Hidup dan Produktivitas

Masih berkaitan dengan kecintaan dan produktivitas. Sejak dulu walau saya kurang telaten dan sabar menghadapi anak - anak, tetapi saya telah jatuh cinta dan ingin menjadi bagian di dalamnya. Sehingga apapun pilihan hidup saya kedepannya, saya ingin masih berkaitan dengan anak - anak.

Ketika harus menjawab apa misi hidup dan rencana berapa tahun kedepan. Saat ini saya ingin memeluk dua mimpi saya menjadi mompreneur sukses sekaligus bisa membangun "surga" anak - anak.

Melanjuti tugas NHW pekan 7, mengenai empat kuadrant kemampuan dan kesukaan, saya ingin memokuskan dakam berdagang, mompreneur wanna be, yang masih berkaitan dengan anak - anak tentunya.

Be Do Have

Be
Mompreneur sukses, menjadi ibu dan pengusaha sukses. Terbiasa bekerja bertahun – tahun dan mengandalkan penghasilan sendiri lalu tiba – tiba harus mengandalkan gaji suami ituu serasa makan nasi goreng tanpa telur atau makan pizza tanpa keju J (busui… yang diinget makanan melulu heheh). Ingin bekerja tanpa meninggalkan anak kesayangan salah satunya menjadi ibu rumah tangga yang sukses pula di dunia usaha.


2.      Do

Belajar, belajar dan terus belajar. Walau secara badan belum bisa pergi kemana – mana karena ada bayi, tetapi masih bisa belajar via dunia online. Yang ingin saya pelajari antara lain :
-          Ilmu permasakan diantaranya pembuatan frozenfood
-          Ilmu marketing dan penjualan online
-          Ilmu pendidikan anak dan kreativitas

3.      Have

Saya ingin memiliki usaha Frozenfood yang bisa autopilot , tinggal dikontrol dan dikomandoi, ingin punya rumah baca dan bermain anak.


Rencana kedepan
Lifetime purpose 

Lifetime purpose saya dalam kehidupan ini ingin menjadi istri, ibu, anak, saudara, teman, tetangga dan masyarakat yang baik dan bermanfaat. Hidup hanya sekali, bila tidak meninggalkan amal dan kenangan baik, apa yang bias kita ajukan kehadapan Allah SWT?
Strategic plan 
strategic plan dalam kurun waktu 5 – 10 tahun kedepan, yaitu:
- Pergi haji sekeluarga
- Memiliki usaha pangan makanan anak yang sudah termanajerial dengan baik sehingga tidak menyita waktu penuh.
-  Memiliki dan mengelola taman bacaan anak
-         New year resolution 
            
Selama ini saya nyaris tidak punya rencana tahunan, selalu membiarkan hidup mengalir apa adanya. Mungkin inilah yang membuat hidup saya datar - datar aja. Tapi demi sebuah mimpi lebih baik, semua harus dituliskan biar menjadi lecutan semangat. 

Bismillah.. sepanjang tahun depan saya harus mulai bisa merintis usaha frozenfood saya, aamiin

Sabtu, 29 Juli 2017

NHW #7, Pengenalan Diri

Alhamdulillah kelas matrikulasi memasuki ranah produktiv. Menjadi bunda Produktiv dimulai dari mengenali diri dan  potensi diri. Bagaimana mau melejitkan diri kalau tidak bisa mengenali diri sendiri bukan??

daaaan.. ternyata saya yang sudah cukup dewasa dari segi umur ini, menemukan bakat dan potensi kok ya kesulitan.. hikz (:tutupmuka), hingga harus mengulangi sampai tiga kali hingga merasay yakin betul.

dan inilah hasilnya :http://temubakat.com/id/index.php/main/disp/result/getresult atau https://drive.google.com/open?id=0B93xwKMNztuZMnZ1c3NjdnM3ZlE



Berdasarkan hasil tes tersebut, potensi kekuatan saya dalah sebagai berikut

  • comander : saya orang yang berani menghadapi konflik, sehingga permaslahan bisa segera diselesaikan.
  • distributor : saya senang mengatur sumber daya yang ada dengan tanggung jawab dan kerja keras
  • educator : saya senang memajukan dan melihat kemajuan orang lain
  • journalist : saya mudah menyesuaikan diri dan bisa menjelaskan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa.
  • quality controller : saya sangat memegang penuh aturan dengan penuh tanggung jawab, berselera tinggi dan teliti (dalam kenyataannya, teliti ini yang masih menjadi *PR*)
  • visionary : saya dapat melihat jauh ke depan baik secara nalitis maupun intuisi

Selain itu, prosentasi Strength Cluster tertinggi saya terletak dibagian Technical, yang menunjukan saya begitu dominan pada otak kiri. Hal ini mengingatkan saya pada banyak hal yang telah saya lalui. Saya terlalu perfeksionis dan mudah "tegang" bila banyak hal tidak berjalan sesuai plan tau bayangan saya. Dahulu,ketika saya masih suka traveling dan mengorganisir orang yang mau ikut serta, saya harus memastikan semua hal harus berjalan sempurna. hal ini yang membuat saya perlu orang lain untuk meluruskan ketegangan - ketegangan yang saya rasakan.

Seiring waktu terutama setelah saya menjadi istri dan ibu, kekakuan saya ini sering kali menjadi sumber masalah dan ketegangan di rumah, sehingga kini saya lebih berusaha mengaktifkan otak kanan saya untuk merasakan intuisi saya sehingga "rumah" tidak selalu harus hitam putih tapi penuh warna.

Setelah kita mampu mengenali potensi kekuatan dan kelemahan diri, tugas selanjutnya yaitu membuat kuadran aktivitas.(bentuk kuadrantnya menyusul)

Kuadran 1 : Aktivitas yang Saya SUKA dan saya BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang Saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang Saya TIDAK SUKA tetapi saya BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang Saya TIDAK SUKA dan Saya TIDAK BISA


💗 KUADRAN 1 : (Saya Suka dan Saya Bisa)
  • Decoupage.
  • Membuat dan menyediakan kurikulum belajar anak
  • Mendongeng
  • Berdagang
  • Membuat cemilan sederhana buat anak
  • Mengorganisir kegiatan dan travel


💗 KUADRAN 2 : (Saya Suka tetapi Saya Tidak Bisa)

  • Menulis (harus dilatih dan diasah kembali)
  • Pertukangan
  • Masak .
  • Berbicara di depan umum (ga pandai berkomuniasi tapi suka ngomong)
  • Menjahit
  • Crafting
  • Berenang
  • Fotografi

💗 KUADRAN 3 : (Saya Tidak Suka tetapi saya Bisa)
  • Mengerjakan pekerjaan rumah.
  • Menjadi akuntan


💗 KUADRAN 4 : (Saya Tidak Suka dan Saya Tidak Bisa)
  • Berlama - lama diam


Rabu, 26 Juli 2017

NHW#6, Bunda Manajer Keluarga

Akhirnyaa bisa duduk di depan Laptop lagi.. Alhamdulillah.. Setelah sedikit kerepotan selepas hadirnya putri cantikku, banyaknya handai taulan yang berkunjung hingga selesainya Aqiqah, sekarang saatnya belajar lagi dan lagi bersama IIP, mengejar ketinggalan 3 minggu..

-------
"Bunda, Manajer Keluarga" ,dalam materi kali ini kami diajak mengikuti tahapan - tahapan menjadi manajer profesional sehingga rumah tangga bisa berjalan dengan baik. Salah satu tahapannya adalah dengan mengkondisikan waktu yang terbatas dengan sebaik - baiknya kegiatan.

Seperti yang dilansir dalam materi pekan ke enam kelas matrikulasi, menurut Covey, Merril and Merril (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan membagi kegiatan menjadi empat kuadran :

I.    Penting - mendesak
II.   Penting - tidak mendesak
III. Tidak penting - mendesak
IV. Tidak penting - tidak mendesak

Sebagai manajer, seorang ibu diharapkan bisa memilah, memilih dan membagi bagi kegiatannya kedalam empat kuadran tersebut, sehingga kapal rumah tangga bisa berlayar dengan baik.

Setelah mencermati dan merenungkan aktivitas selama ini, ada yang sangat penting dan sangat tidak penting, yaitu ;

Tiga aktivitas paling penting

1. Melayani kebutuhan anak dan suami
2. Belajar, diantaranya mengikuti kelas matrikulasi dan membaca. 
3. Mengurusi online shop.

Tiga aktivitas paling tidak penting

1. Berlama - lama dengan media sosial hanya utnuk buka timeline dan membaca yang tidak penting.
2. Berlama - lama main dan mengobrol dengan tetangga
3. Berlarut - larut dengan aplikasi perchatingan.

Melakukan tiga aktivitas tidak pentng diatas terlihat sepele, namun ternyata menghabiskan porsi waktu yang sangat besar.

Dan pada akhirnya ketika diminta membuat jadwal harian terasa sulit, terlebih buah tipe unorgonized  seperti saya. Dari kegiatan harian saya yang biasanya saya kerjakan tidak terjadwal, saya mencoba menyusunnya dan insya Allah berusaha menjalankannya sebaik mungkin, walaupun pada faktanya nanti dengan bayi dan batita akan mendapat 'cemilan" diantaranya.

Rencana kegiatan harian

05.00 - 07.00, setelah sholat subuh dan mengaji, menyiapkan makan pagi dan memandikan anak.
07.00 - 09.00, menjemur bayi, mengajak anak - anak jalan pagi, bersepeda keliling komplek dan belanja kebutuhan masak.
10.00 - 12.00, mencuci dan menjemur pakaian (bila ada, biasanya sudah dihandel suami), bermain bersama si sulung, masak.
12.00 - 13.30, sholat, makan siang, membacakan buku dan menidurkan anak.
13.30 - 16.00, "me time", mengontrol olshop (posting dan mengecek dagangan, menjawab customer, upload dan bikin status), menyimak wag yang bermanfaat.
16.00 - 17.00, memandikan anak - anak
17.00 - 18.00, mengajak anak - anak bermain di luar,bertemu tetangga.
18.00 - 19.00, sholat dan mengaji
19.00 - 20.00. membacakan buku dan menidurkan anak
20.00 - 22.00, menyelesaikan urusan dapur, meyetrika dan bercengkrama dengan suami
22.00 - 24.00, membaca atau blogging, menyusun rencana esok hari.

dimulai dengan rencana, niat buat lebih baik.. semoga menjadikan kehidupan keluarga lebih baik dan menyenangkan sehingga rumah bukan sekedar bangunan tapi benar - benar menajdi surga buat penghuninya. aamiin

Sabtu, 17 Juni 2017

NHW#5

BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR (Learning  How to Learn)

Sebagai orang tua, kita berkewajiban mampu mendidik anak sebaik - baik mungkin. Untuk sampai ke tahap tersebut kita perlu mengenali dan paham gaya belajar dan bagaimana caranya belajar.

Sebelum mempraktekan ke anak, dipraktekan ke diri dulu bagaimana membuat design belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya kita, agar kelak dalam pembuatan kurikulum buat anak tepat dan pas.

Sebelum membuat design pembelajaran, mari kita lihat pengertiannya.

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem dan sebagai proses.

Dari berbagai sudut pandang tersebut, kesimpulan yang dapat ditarik yaitu, desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi, komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan antara guru dan peserta didik.

Komponen utama desain pembelajaran yaitu:
1.Tujuan Pembelajaran, yaitu penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar.
2.Pembelajar, yang perlu diketahui meliputi karakteristik, kemampuan awal dan pra syarat
3.Analisis pembelajaran, menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari.
4.Strategi Pembelajaran, dapat dilakukan secata makro maupun mikro
5. Bahan Ajar, format materi
6. Penilaian belajar

Seperti yang telah dijabarkan dalam NHW sebelumnya, jurusan yang ingin saya kuasai yaitu Managemen Emosi. Merujuk pada penjelasan di atas, desain pembelajaran yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Pembelajaran

Diharapkan paham jenis - jenis karakter, sifat  dan emosi manusia sehingga saya lebih paham dalam menghadapinya serta pintar mengontrol emosi yang timbul. 

2. Pembelajar

Ibu satu anak dan menjelang 2, yang memutuskan mengasuh sendiri anak anaknya.

3. Analisis pembelajaran

Materi yang akan dipelajari :
- jenis - jenis karakter manusia
- jenis - jenis emosi manusia
- tahapan tumbuh kembang anak
- ilmu komunikasi/berbicara

4. Strategi Pembelajaran

Saya akan membaca lebih banyak buku psikologi, buku pengembangan diri, buku pengasuhan.

Selain itu lebih rajin mengikuti kulwap parenting, hadir kajian dan mengikuti komunitas yang membangun seperti IIP.

5. Bahan Ajar

Buku, artikel, kulwap 

6. Penilaian Belajar

Ada peningkatan pengendalian diri dan managemen emosi yang baik.

Demikian desain belajar yang saya buat demi mencapai managemen emosi yang baik. Sehingga pada akhirnya saya bisa menjadi istri dan ibu yang baik dan bijak.