Jumat, 10 Desember 2010

Somewhere Home



Judul : Somewhere Home
Penulis : Nada Awar Jarrar
Penerjemah : Catherine Natalia
Penerbit : Qanita, Bandung
Cetakan I : Januari 2007
Tebal : 284 halaman


---
schön,, gut,, bagus banget kesan yang saya dapat selepas membaca novel yang berkisah tentang perempuan dan pergolakan di dalamnya. caranya bercerita begitu halus tapi membuai.

Perempuan oh perempuan,, makhluk Tuhan yang begitu kompleks dan selalu jadi bahan pembicaraan yang tak pernah ada habisnya.

Di beberapa negara, perempuan menjadi makhluk yang terpinggirkan dan terabaikan hak-haknya, dan kerap tak diakui keberadaannya,. kehadiran anak perempuan di masa Arab Jahiliyah bahkan dianggap aib keluarga.. (padahal manusia lahir dari rahimnya perempuan bukan??).

banyak pemberontaan dan perlawanan oleh kaum perempuan, baik yang secara frontal terang-terangan maupun yang secara halus melalui sastra atau melalui dunia tulis menulis . ini mungkin yang coba diangkat oleh penulis. Menceritakan perlawanan perempuan mengenai tradisi yang ada melalui ketiga tokoh utama dalam cerita ini.
***
* Maysa, seorang istri yang tinggal di Kota Beirut bersama suaminya, di dalam kekacauan perang kembali ke kampong halaman keluarganya, di bawah kaki gunung. Di tempat inilah Maysa merenungi dan mengingat kembali perjalan para wanita di keluarganya, Alia sang nenek, yang hidup di saat tradisi tak bisa diganggu gugat, yang berjuang sendiri membesarkan anak-anaknya karena ditinggalkan suami yang merantau. Selain sebagai ibu yang lembut, Alia bisa sangat keras mengajarkan kemandirian pada puter-puteranya menggantikan peran suaminya. Saeeda sang bibi yang sepanjang hidupnya harus dihabiskan untuk mengurusi mertuanya dan ibunya sehingga kebahagiannya tak penting lagi. Dan Leila ibunya yang merasa Libanon bukan “rumahnya” namun harus tetap ditinggalinya karena bersama suaminya dia tinggal di Libanon. Dan Leila pun mengalami hal yang dialami ibu mertua, membesarkan putera-puteranya sendiri karena ditinggal suaminya merantau, suatu hal turun temurun yang terjadi di keluarga ini.
Maysa memiliki ikatan yang luar biasa dengan rumah batunya. Rumah masa kecilnya dihabiskan bersama saudara-saudaranya. Dan dia memutuskan tinggal di sini membesarkan sendiri puterinya, Yasminna, sementara suaminya memilih untuk tetap tinggal di kota. Seiring putrinya beranjak besar, sang puteri pun memutuskan tinggal bersama ayahnya. Dan Maysa pun menyadari pada dasarnya rumahnya bersama suami dan putrinya.

* Aida, seseorang yang tidak pernah bisa melepaskan sosok pengasuhnya, seseorang yang dianggap sebagai ayah keduanya. Orang yang dicintainya hingga ia dewasa dan jauh dari Lebanon, bahkan setelah pengasuhnya meninggal dunia. Ketika dewasa Aida kembali ke kampung halamannya untuk kembali menyusuri jejak-jejak yang ditinggalkan masa kecilnya bersama sang pengasuh. Ketika kembali ke Libanon inilah Aida berkenalan dengan seorang dokter yang mengabdi di sebuah desa di kaki gunung yang mengantarkannya pada sebuah rumah batu yang sangat menarik. Aida langsung jatuh cinta kepada rumah itu.
* Salwa, wanita tua yang “direnggut” dari tanah airnya saat dia seorang istri dan ibu muda, mengingat kembali kehidupannya dari tempat tidurnya di rumah sakit, dikelilingi oleh keluarganya, namun tetap, dalam perasaannya, jauh dari rumah.
***
Menggunakan teknik cerita yang unik, yang menurutku begitu manis dan halus,, melalui Maysa, Alia, dan Aida, penulisnya mengajak kita menyerapi perlawanan (pergolakan batin) para perempuan Libanon yang betjuang mendapatkan hak-haknya sebagai seorang istri, seorang ibu dan perempuan di tengah masyarakat, yang uniknya dan dikemas secara menarik tiga tokoh ini dihubungkan oleh satu rumah di kaki gunung.
Namun dengan alur yang melompat-lompat, pembaca dibebaskan menangkap ide tersirat dalam setiap paragraf.
Pada intinya novel ini bercerita tentang perempuan yang terikat kuat dalam tradisi konservatif, tentang perbedaan antara desa dan kota, dan tentang kesenjangan. Penulis mengajak kita untuk melihat perempuan tidak hanya sebagai obyek namun perempuan juga pantas diberi ruang gerak lebih selama masih bisa bertanggungjawab atas tindakan dan keputusannya.

Senin, 15 November 2010

7 ????... wieder verlasst mich


hari ini.. satu lagi angka 7 pavoritku menggelinding keluar dari arena.. hohoho..
7 bulan, 7 tahun, 17 tahun dan sekarang 7 berikutnya..

hmm.. waktu berasa cepat sekali seperti di dalam arena balap.. meninggalkan kita terengah-engah dalam lintasannya.

27.. angka yang begitu spesial dan akan sangat berkesan dalam kehidupanku.. dimana pernah menggantungkan cita-cita dan cinta lebih tinggi dari puncak gunung-gunung yang pernah kucapai.. pernah tersaruk-saruk menahan perih karenanya, pernah menangis pilu karena ketidakpahaman akan hidup yang semakin berasa kejam..

dan di tahun ini juga tahun yang penuh tawa,, canda dan perjuangan... bersama para sahabat berpacu menembus lebatnya hutan, tersaruk dan terjatuih namun tetap tertawa..

dan kini semuanya hanya bisa kutertawakan.. yupz.. karena aku tidak akan menyerah untuk terus mengejarnya.. akan terus mencoba mengerti makna dari tiap detiknya, dari setipa lelahnya, dari setiap tawa dan air mata yang tertumpah..

SEMANGAT..

semoga tahun berikutnya.. aku kan menjadi pribadi yang lebih baik,, lebih tegar, lebih kuat dan tidak takut bermimpi.. Alles Gute dan semoga berkah Allah bersamaku, keluargaku dan sahabat-sahabatku..

Sabtu, 06 November 2010

Padam


ternganga memandang langit

semua tampak samar

banyak rasa namun hampa kata

semua bergelayutan manja

menarik-narik dan menjerat semakin erat

membuat berasa sesak dan semakin khilaf

ada biru, jingga, kelabu hingga pekatnya hitam

rintik-rintik hujan berasa menjadi senandung rindu


memandang lautan luas

hanya biru dan biru

membuat rindu berasa sendu

terseret dalam gelombang dan kedalaman

berlayar ketepian mencari pegangan

lelah dan terhempas


aku kalah dan menyerah

lelah jiwaku pasrah


wahai awan,, tak bisakah kau singgah??

sejenak menaungi resahku?

menemaniku setelah lampuku padam

setelah kubiarkan semua kapal pergi menjauh..


tak ada lagi tanda

tak ada signal

tak ada lagi sinarku


mercusuarku padam dan tenggelam..

Selasa, 02 November 2010

Rasa itu...

rasanya beda...


dulu.. rasa itu membuat jemariku lincah menari..

tak perduli hujan, panas atau badai

entah pelangi atau hanya fatamorgana

jemariku terus saja bergerak dan bergerak dalam satu ritme


rasanya tak sama...


dulu.. rasa itu membuat bibirku terus bergerak

menyanyi, bersenandung dan terus bercerita

tak ingin berhenti mendongeng dan bermimpi

setiap untaian lagu terasa bermakna

setiap lantunan syair terasa menghujam jiwa..


rasa itu...

membuatku belajar tentang satu fase kehidupan

mengajarkan kebijaksanaan

mengenalkan jenis-jenis hujan

merasakan badai dan hempasan angin


rasa itu...

membuatku berburu indahnya jingga sang mentari

menikmati setiap langkah yang kupijak


kini.. rasa itu berbeda


membuat jemari-jemariku kaku

resah gelisah tanpa asa

bibirku mengunci

mengurungku dalam gua keragu-raguan


pengap.. namun terus berharap

teriakan-teriakan yang terkurung

memantul dan terus kembali ke arah yang sama


rasa itu... hanya sebuah rasa


yang pada akhirnya akan terkubur atau kembali ke muaranya..

---

02.11.10

Rabu, 27 Oktober 2010

Merapi.. Duka Dari Tanah Jawa

lagi-lagi bumiku menangis.. Beberapa hari yang lalu Mentawai, Sumbar bergoyang.. Hingga Tsunami pun mampir di sana.. Ratusan orang meninggal dan ratusan lainnya masih hilang.. dan kemarin bumi jawa dikejutkan dengan meletusnya Merapi.. kembali duka tertoreh.,

Sekelumit tentang Merapi.

Merapi merupakan gunung berapi aktiv yang terletak di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa tengah dengan ketinggian 2968 mdpl.. Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang sering dijadikan tujuan pendakian karena begitu menguji adrenalin dan keindahan kawahnya

foto-foto yang saya ambil bulan maret lalu


kawah merapi

puncak merapi dari pasar bubrah

Letusan Merapi terakhir (sebelum kemarin sore) terjadi pada tahun 2006 lalu, dan menewaskan 2 orang yang bersembunyi di dalam Bunker dari semburan wedus Gembel.

Duka Dari Tanah Jawa

dan kemarin Sore, tanggal 26 Merapi kembali bererupsi, Wedus Gembel dengan suhu 1.000-1.100°C dengan kecepatan 200 km/ jam (menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) )menerjang pemukiman, hingga Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman hancur dan menewaskan puluhan orang yang tidak sempat mengungsi. Dan Mbah Maridjan, sang kuncen dan abdi dalam istana yang begitu setianya menjaga Merapi ikut meninggal bersama yang lainnya.

foto-foto desa yang tertutup debu


sumber: kompas.com

Bahkan berdasarkan berita dari detik.com, "Meskipun berjarak lebih 300 kilometer dari Yogyakarta, abu Gunung Merapi ternyata mampu mencapai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Gerimis abu Merapi sempat melanda Pangandaran tengah malam tadi."

Astaghfirullah.. semoga runtutan musibah yang melanda negeri ini akhir-akhir ini membuat kita semakin menjadi lebih baik, bijak dan lebih arif terhadap alam. lebih taat dan tunduk terhadap Allah SWT, sang Pencipta..

Selasa, 26 Oktober 2010

...................................

Dalam sebuah ruang putih yang nyaman dan tenang
Di atas sofa putih yang lembut
Berselimut aroma kopi dan teh yang bersatu
Duduk kita berdua
Membahas tentang buku dan alam
Dari puisi hingga tari
Tak kusangka, kau pecinta seni

Walau wajahmu datar tanpa ekspresi, ketika kau bacakan puisi-puisi karya Gie
Wajahmu tetap membuatku terpesona
Kau ajarkan aku mengerti (sedikit)tentang politik, sejarah dan cinta negeri lewat buku
Rasa-rasanya aku tak keberatan kalau kau anggap aku bodoh,
Selama kau ada di sini bersamaku
Mengajarkan dan bercerita banyak hal
Tentang gunung, hutan hingga wayang

Aroma roti bakar menusuk hidung
Membuat kita beralih cerita
Tentang bakpau, brownis dan sesuatu yang manis
Aah,, rasa-rasanya aku tak keberatan selalu membuatkan sesuatu untukmu
Walau harus terkurung dalam kotak kecil yang panas dengan panci dan oven,
Walaupun harus gesit naik turun dari dingklik,
Karena tingginya dapur yang kau bangun untukku.

Kreeek, pintu pun terbuka.
Dan dia berdiri di sana menatapku
Mengajakku berbicara tentang rumah dan kota
Mengalihkan pandanganku darimu.
Dan kau pun pergi meninggalkanku.
Semua pudar hingga bunga-bunga berwarna biru mewarnai putihnya salju.

Ternyata aku masih di sini,
Di atas ranjangku yang mungil.
Dengan mendekap bukumu erat dan menggengam handphon berisi pesannya.

Berasa enggan beranjak karena sedih menghujam
namun kembali sadar dan bergegas menuju tribun penonton
Tanpa komentar,
Tanpa kritik,
Tanpa pesan.
Dengan tetap memajang senyum 2 jari
Menanti sang juara
Biarlah kau menjadi actor utama di atas arenamu,
Dan aku akan berada di atas arenaku sendiri

----
penantian dari waktu

Rabu, 13 Oktober 2010

Not Delicious.. GAJEBO


mau curcol aja ah.. ga penting dibaca yeee..

pagi ini bangun tepat waktu tanpa tertiggal shubuh... Alhamdulillah... mandi pun sudah.. cumaa ngantuk menyerang.. hoaaam... tidur lagi dah dengan niatan bentaar aja.. duuuh ga baik n ga patut diulang nih.. bersembunyi dengan pikiran-pikiran ruwet yang lebih kusut dari gulungan benang ibuku... benang-benang itu masih bisa diurai,,-kalo kepepet di gunting juga sih- sedangkan pikiranku saling melintir,, hmmm.. digunting??

akhirnya...

"sori gw izin.. my body ist not delicious.." pesanku pada rekan-rekan sekantor..

my body isn't delicious... hahaha... lelucon dari seorang kawan,, yang selalu membuatku nyengir... -bodi gw ga enak,, hohohoh.. jadi membayangkan betapa enaknya kalo tubuh dilumurin coklat... huaaah,, mulai lg deh GAJE

kusut... kusut...

ga mau tau dan ga perduli yang terjadi esok di kantor... memutuskan ga mau terima sms dan telp... sampe-sampe bos besar (eeits,, kecil ding.. hehehe) kuacuhkan.. :(

ga profesional banget yaks..

kusut... kusut...

grrr... perasaanku kacau balau.. pikiranku saling tumpang tindih...

huaahh.. hampir dua tahun, jadi suka begini.. suka sekali berpikir (yang lebai dan ga penting)... aah kaya guna aja pikiran ini.. pengalaman pertama yang jadi kegagalan pertama.. (mudah2an jadi yg terakhir jg) benar-benar nyaris merubah hidup dan jalan pikiran gw (hampir apa udah ya).. Sch****e... jadi inget ucapan kawan yang baru saja bertemu tanpa sengaja, ketika aku asyik menyantap coklat sendiri di sebuah mall.

"aah nung,, kayanya lo butuh psyikiater atau pyikolog dehw"

ampuuun.. apa gw selebai itu ya.. sakit hati kan normal,, tapi apa gw beneran trauma... ???

kembali ke hari ini...

mencoba tidur kembali tapi tak bisa... akhirnya melarikan diri dengan kerjaan rumah (red..kamar.. red: gudang bekas perang), hingga dapat gratisan nonton EPL (Eat Pray Love). dan meluncur ke MKG setelah memastikan peralatan hiking gw dah terjemur dan bersih semua..

beuuuh.. tontonan yang engga banget untuk kondisi kejiwaan gw yang lagi ga stabil,, bukan karena filmnya yang engga bagus, cuma terlalu pas dan menjadi gw tambah merenung dan berpikir.. harrusnya gw cari film-filmn yang banyak humor dan leluconnya.. aah lagi-lagi salah pilih (-_-").. hmm.. apa benar hidup itu hanya tentang makanan, berdoa dan cinta.. hohoho

yang jelas.. semakin menjadi-jadilah keinginan gw tuk berpetualang bebas tanpa beban... emangnya pernikahan sebuah beban ya???-- seperti tak punya iman saja diriku ini..

berjam-jam berjalan-jalan,, cuci mata dengan pakaian-pakaian yang hanya senang gw pandang tanpa keinginan memakainya apalagi membeli,, grasak-grusuk dengan buku-buku yang gw targetin harus ada di anggaran bulan depan... dan buku-buku travel dan petualangan jadi prioritas utnuk kali ini..

daaan.. hasil membolos hari ini (masih seperti bocah (~'_'~) ) gw malah cuma bisa mengingat orang yang selama ini gw tolak mentah-mentah.. orang yang sepanjang tahun ga bosennya mendengar kata engga dari cara halus ampe kasar... was passiert???..

Liebe ich ihn???.. Nee... gw pikir hanya perasaan bersalah saja.. karena gw menginginkan dia hanya jadi sahabat,, dan dia tidak juga mengerti.. grrr

jadi inget komen/nasihat seorang kawan bloger yang mengatakan..

"do what u love n F*ck the rest"..

ingin seperti itu... huaah,, tapi berasa jadi mahluk yang egois juga karena jadi ga memikirkan perasaan orang lain.. sebodo teuing.. (-_-")

ingin bisa keliling nggalang sesuka kaki gw,, ingin ngedaki gunung sepanjang yang gw mau,, ingin bebas nyari ubur-ubur tanpa perduli kalo habis itu harus bolak balik ke THT karena terlalu sensitifnya telinga gw.. --
tapi gw ga bisa cuek bebek dan ga perduli dengan perasaan ortu yang khawatir dengan hobi gw ini.. aah andai gw bisa meyakinkan mereka..

atau.. ingin bebas mengungkapkan isi hati gw ke akang yang sedang merajah hati gw ini.. mengungkapkan sebebas-bebasnya, tanpa perduli dengan rasa malu atau dia kabur ninggalin gw yang hanya meratap pasrah.. huahaha..--
ga da keberanian sedikitpun.. gw masih konvensional (red: koloot) banget untuk kasus ini.. memberi signal dan segala isyarat aja udah membuat gw mau mati karena malu..

aarghh... hasil sepanjang hari menikmati kebebasan sendiri,, yang kuingat hanya dia dan dia yang katanya tak akan lelah dan menyerah.. tapi faktanya pergi juga..

antara keinginan, kekhawatiran, kebimbangan.. berkumpul jadi satu seperti gumpalan benang yang sulit terurai.. hanya menimbulkan tanya dan tanya... haruskah keliling dunia untuk menemukan jawaban dari keresahan seperti Liz Gilbert.. hahahaha..

hanya bisa bilang.. ich liebe mein Leben.. walau hidup tak selalu sempurna hahaha..

Jumat, 08 Oktober 2010

Asa, Malaikat Mungilku


ASA, MALAIKAT MUNGILKU
Penulis : Astuti J. Syahban
Penerbit : Hikmah
Tahun Terbit : Februari 2009


Kisah nyata dari sebuah keluarga yang sedang diajak “dialog” ole Tuhan, dengan diberikanya penyakit langka pada gadis kecil mereka Asa. Penyakit yang masih jarang dan belum ada obatnya, Siystemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang sering hanya disingkat Lupus, penyakit yang berhubungan dengan system Kekebalan Tubuh. Kesabaran, ketabahan dan semangat hidup yang luar bisa dari seorang gadis, membuat aku merasa menjadi bocah ketika membaca kisahnya.

***
Asa Putri Utami, putri kedua dari pasangan Drs. Joko Syahban dan Astuti J. SYahban adalah gadis kecil sholehah yang mandiri, perfeksionis dan bercita-cita jadi penghapal Al-Quran dan seorang Dokter.

Tiba-tiba saja, keluarga yang sangat religius ini dikejutkan dengan kehadiran "Srigala" dalam tubuh Asa.. gadis kecil yang cerdas ini secara perlahan mulai tergerogoti dengan keberadaan sang Srigala di tubuhnya.

Jantung, ginjal, hati, daun paru-paru, saluran kencing, otak, saraf, darah, rongga pernapasan, tulang, dan otot-otot, semua dimangsanya. Namun hebatnya, Asa tetap bertahan. Dia punya kiat dan sikap sendiri untuk menghadapinya dengan totalitas diri yang dibungkus keikhlasan, kepasrahan, dan kesabaran.

Anak semuda dia membuatku merasa malu dan kerdil melihat totalitas keimanannya..

Cerita tentang Asa,, yang ditulis oleh ibu kandungnya ini, sangat bagus dibaca, agar kita belajr dan bercermin tentang kepasrahan, keikhlasan dan ketaatan dari gadis berusia 10 tahun..

Kamis, 07 Oktober 2010

Paman Kaki Panjang

Dulu waktu aku masih bocah ingusan,, masih tegila-gila dengan komik-komik jepang yang penuh dengan khayalan.. semua terlihat mudah dan terlihat indah.

Dari sekian banyak cerita yang menempel di ingatanku,, (yang sayangnya tidak pernah ingat judulnya, karena terbisa tidak mau perduli dengan cover depannya.. (-_-)”),, ada satu yang ku ingat mengenai cerita sorang gadis, impiannya dan paman kaki panjangnya.. –kalo ga salah sih, dalam komik yang judulnya topeng kaca-

Gadis biasa saja dengan impian luar biasa,. Tiba-tiba semua impiannya jadi terlihat mudah, karena ada Paman Kaki Panjang.. sosok misterius yang selalu mengokang semangatnya, melancarkan jalannya dan membuat keinginannya jadi berasa mungkin..

Dongeng bertahun-tahun lalu itu berasa mungkin dibenakku yang lugu, kalau tidak dibilang bodoh.. Paman Kaki Panjang akan datang padaku..

Ku tulis surat tentang indahnya pelangi, tentang lebatnya hutan, tentang indahnya alam.. ku tulis semua di kertas origami warna-warni,, lalu kubentuk menjadi burung, pesawat atau kapal-kapal mungil.. kumasukkan semuanya dalam kotak sepatu, dan kuletakkan di kolong ranjangku.. berharap suatu saat nanti mereka akan terbang atau berlayar..

Cerita-ceritaku bersambut.. paman kaki panjang membalas cerita-ceritaku.. mendongengkan aku tentang itik buruk rupa yang ternyata angsa yang indah,, tentang Hansel n Grettel yang bisa keluar dari hutan yang gelap dengan kecerdikan mereka,, dan aneka dongeng dari Negara Antah berantah lainnya.

Pelangiku benar-benar menyala terang,, menerangi setiap langkahku.. semangatku meyala-nyala.. ingin selalu tersenyum.

Tapiii.. tiba-tiba Paman Kaki Panjang berhenti membalas surat-suratku.. huaah.. sedih dan perih sekali hati ini. kulangkahkan kakiku menuju tempat-tempat indah, dimana mungkin Paman Kaki Panjang akan singgah dan memberi mimpi pada anak lainnya. bukankah dengan mimpi kita akan mempunyai asa..

Negeri di atas awan kujelajahi satu persatu. Kulepaskan dengan riang burung-burung kertasku, pesawat warna-warni ke udara, menerbangkan mimpi dan harapanku.

Lain waktu aku datang menjelajah Negeri Ubur-ubur untuk melayarkan ke negeri sejuta mimpi.

Rasa perihku karena kehilangan berangsur pulih. Lubang-lubang dalam pengap ini mencoba menutup kembali walau dengan sangat perlahan.

Berasa lama sekali semua itu terjadi, aku pun mulai lupa dan asyik dengan duniaku. Dunia saat ini. Menikmati semilir hujan, hembusan angin, dan tanah-tanah liat yang membuat sepatuku lengket dan coklat. Menikmati setiap lebam, luka dan sebuah persahabatan yang terbentuk di alam. Paman Kaki Panjang pun terkubur dalam mimpi gelap tanpa pintu dan jendela.

suatu malam, ketika aku tengah asyik bermimpi tentang sekumpulan badut-badut sirkus dengan segenggam balon di tangan, yang mengajaku menari dan terbang bersama, mencium wanginya rumput basah dan indahnya hutan-hutan lumut di pedalaman Jawa, tiba-tiba aku terjatuh karena terlalu riang bergerak diatas ranjangku yang kecil. Kepalaku membetur kotak keras hingga sedikit terluka. Woow,, ternyata kotak sepatu yang sudah sangat berdebu karena tak pernah lagi kusentuh. Kubuka perlahan kotak itu, dan isinya membuatku lemas tak berdaya. Ternyata kotak sepatu itu berisi kertas warna-warni dengan bentuk pesawat, perahu dan burung-burung cantik. Kubuka satu persatu dan kubaca isinya..

Perih itu berasa kembali. Rasa sakit yang luar biasa berasa merajah jiwa.. aah,, ternyata semua yang kupikir telah kubunag di udara, telah kuhanyutkan dan telah campakkan itu asih tersimpan rapih dalam kotaknya. Lalu apa semua perjalan itu pun hanya sebiah mimpi tanpa arti?? perjalanan tanpa makna??

Kotak itu kembali terbuka dalam bentuknya yang utuh, dengans emua mimpi dan cerita tentang aku dan Paman Kaki Panjang, tentang semua angan dan harapan-harapan semu yang hanya akan menajdi khayalan tanpa guna..

dan kini aku kembali disadarkan bahwa Paman Kaki Panjang itu tak pernah ada.. Cerita indah dan kebaikan seorang Paman Kaki Panjang, yang mencintai gadis lugu dengan tulus, yang siap memberikan kebahagiaan hanya ada di dalam komik. Dan aku hidup di dalam realitas nyata bukan di dalam komik..

dan kini aku tak bisa membendung hujan di langit yang cerah.. ketika langit sedang gelap, tak ada hujan yang tercurah.. kini ketika semua sudah kembali cerah dan langit terlihat lebihi ndah, hujan malah turun.

Tuhan.. sadarkan aku..

-------------

sumber gambar: http://wadahkreatif.blogspot.com/2009/09/origami.html

Jumat, 01 Oktober 2010

Dari Blitar sampe Yogya,,,

berawal dari sebuah undangan seorang sahabat, anggota sirkus dari sidoarjo.. Bangkong.. Rano yang akan mengakhiri masa lajangnya.. pergilah tim Sirkus ke Blitar untuk menghadiri pernikahannya., walau ada beberapa yang berhalangan tapi Alhamdulillah sirkuser kumpul dan meriahkan walimahannya..


24 September 2010


sampai di blitar pagi hari, sedangkan akad nikah masih malam nanti.. tiba terlalu cepat hanya merepotkan sang tuan rumah.. so mending kita ngeluyur muterin Blitar lebih dahulu.. dengan segenggam kertas hasil browsingan di tangan, banyak tempat wisata yang bisa kami datangin,, tapiii begitu susahnya transportasi yang menunjang. Dari satu tempat ke tempat lain sangat berjauhan.. akhirnya beberapa tempat kami pilih untuk dapat kami jelajahi..

Blitar.. apa yang anda pikirkan ketika mendengar kota Blitar disebut??

Yupz.. Soekarno.. Sang Proklamator, Presiden pertama RI... (semenjak SD kita selalu diberi hapalan,,makam Bung Karno adalah di Blitar ^_^ hmm..) dengan 2 beca dari stasiun Blitar, berangkatlah aku, imeh, yayan, jono, dan bang Karel menuju Makam Bung Karno..

Makam ini terletak dikelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, sekitar 2 km ke arah utara pusat Kota Blitar.
Makam ini didominan oleh arsitektur 'Joglo'. Bergaya Jawa Timuran dan dikombinasi dengan gerbang candi Bentar. Selain bangunan utama yang berupa cungkup makam Bung Karno, kompleks makam ini juga dilengkapi dengan bangunan-bangunan pendukung yaitu; Gapura Agung, Masjid dan Bangsal serta museum, yang mengagmbarkan perjalanan Bung Karno.. yang sayangnya tidak diizinkan mengambil gambar di dalamnya huhuhu.

dari
komplek Makam Bung Karno ini kami menuju rumah Bung Karno,, yang sebenarnya ini bukan rumah bung Karno sendiri, melainkan rumah dahulu tempat bung Karno tumbuh,, dan sekarang menjadi salah milik dari sepupu jauh Bung Karno,, yang harus berjuang sendiri membiayai perawatan rumah yang cukup luas ini..

ironis sekali,, sang pemilik rumah "dipaksa" berjuang sendiri merawat rumah ini,,yang katanya merupakan peninggalan sejarah yang harus dijaga,, yang jika dijual pemiliknya akan dihujat karena tidak melindungi warisan sejarah,, padahal biaya perawatannya sendiri tidak sedikit.. so?? dimana peran pemerintah (dalam hal ini dinas sejarah dan pariwisata)?? dan keluarga besar Bung Karno?? bukankah ini menyangkut sejarah Bapak mereka.. aah kalo ngebahas ini tidak akan pernah cukup.. satu lagi wajah codet negeriku..

di dalam rumah ini, banyak benda-benda peninggalan masa lalu, di mana Bung Karno menghabiskan masa mudanya, temasuk sebuah sedan tua. sebenernya masuk rumah ini tidak ada biaya, hanya saja pengunjung dilarang mengambil foto, apabila belum foto sekali seharga 20rb.. hehehe.. hitung-hitung membantu biaya perawatannya

setelah wisata sejarah modern, dilanjutkan wisata sejarah kuno.. kami menuju Komplek Candi Penataran..


Candi Penataran

disebut komplek, karena di tempat ini tidak hanya terdapat satu candi,, tapi ada beberapa candi. namun jangan bayangkan candi-candinya sebesar prambanan atau borobudur.. candi-candi ini berukuran mungil.

namun demikian, candi ini merupakan komplek candi terbesar di Jawa Timur. tepatnya berada di desa Penataran Kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar. kira-kira 12 km dari kota Blitar, tepatnya di utara Blitar.

Bila kita masuk ke area Candi Penataran, kita akan melihat sebuah kawasan yang kaya dengan bangunan dan artefak menawan. Candi, tumpukan batu, arca dan prasasti, terhampar di area tanah seluas 12,946 meter persegi, berjajar dari barat laut ke timur, berlanjut ke sisi tenggara. Di sisi depan, kita akan langsung disambut oleh dua patung raksasa atau dwarapala.


Sekelumit Sejarah..

Candi Panataran adalah sebuah candi berlatar belakang Hindu. Candi ini mulai dibangun dari Kerajaan kediri dan dipergunakan sampai dengan Kerajaan Majapahit. Candi Penataran ini melambangkan penataan pemerintahan kerajaan-kerajaan yang ada di Jawa Timur.

Nama asli candi Penataran dipercaya adalah Candi Palah yang disebut dalam Prasasti palah dibangun pada tahun 1194 oleh Raja Çrnga (Syrenggra) yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa yang memerintah kerajaan Kediri antara tahun 1190 – 1200, sebagai candi gunung untuk tempat upacara pemujaan agar dapat menetralisasi atau menghindar dari mara bahaya yang disebabkan oleh gunung Kelud yang sering meletus.

Kompleks candi ini ditemukan Sir Thomas Stamfort Raffles (1781-1826). Letnan Gubernur jendral Kolonial Inggris yang berkuasa di Indonesia, pada tahun 1815. Saat itu, ia bersama Dr. Horsfield, pakar ilmu alam, sedang menjelajahi lereng Kelud. Hasil temuannya ini, kemudian dibukukan dalam History of Java.

di tempat ini juga aku pertama kalinya melihat pohon maja, dimana berdasarkan nama buah inilah nama Majapahit berasal.. (yang sayangnya tidak kufoto (~_~).. )

setelah puas berkelilig memutari komplek candi ini,, kami berencana melanjutkan perjalanan ke tempat wisata seperti pantai Tambakrejo atau Jolosutro,, tapi karena tiba-tiba saja hujan turun dan kendala transportasi yang sedikit sulit (amat sangat disayangkan untuk kota seperti Blitar, yang banyak tempat wisatanya),, akhirnya kami pun sepakat berhenti untuk hari ini dan akan melanjutkan esok harinya begitu pestanya usai..

25 September 2010

Setelah acara pernikahan Rano yang berjalan hingga larut malam,, setengah mengantuk namun segera bersiap-siap meninggalkan pesta yang masih terus berlanjut.. (makaaan teruss hohoho)

setelah semua rapi, pikiran mulai terpecah.. enGGak Jelasss dehw!!,, ketiga kawanku (kecuali Jono, yang harus pergi menghadiri pernikahan kakaknya) memutuskan mengunjungi Sempu, sedangkan aku tidak begitu tertarik karena belum lama mengunjungi tempat itu.. rencana memutari Blitar pun jadi buyar.. so,, ngebolang aja dah sendiri..

-----

YogYakarta

naik kereta dari Blitar ke arah Yogyakarta. setelah sempet senewen karena jadwal kereta yang super ngaret dan membuatku sampai di Yogya terlalu malam,, alhasil cuma nongkrong ga jelas di kawasan sekitar alun-alun Yogya sebelum akhirnya menempati sebuah kamar di kawasanPrawirotaman seharga 110 rb/malam.


menikmati kesendirian di sebuah kamar di Hotel Palupi



26 September 2010

mencoba menikmati waktu yang tersisa.. dengan menyewa sebuah beca yang membantuku berkeliling kawasan kota Yogya,, dari satu toko ke toko lain dan memberhentikan langkahku di Keraton Yogyakarta. Ternyata di setiap minggu ada pertunjukan Tari budaya untuk pengunjung. namun karena pertunjukan masih siang nanti, kumanfaatkan berputar di dalam lingkungan kraton menggunakan beca yang sudah terdaftar.. beca yan terdaftar mempunyai STNKTB loh,, Surat Tanda Nomor Kendaraan Tidak Bermotor... hohoh

Pembuatan Batik

Si bapak mengantarkanku ke tempat pembuatan batik dari rumah batik Pramugari..

di sini Bu partinem selaku koordinatornya menjelaskan proses pembuatan batik secara detil dan jelas.. dari penggambaran kain putih polos, proses pewarnaan hingga pengeringan..

andai aku punya punya banyak waktu, akan jadi liburan yang mengasyikan bisa kursus batik dengan serius.. hmm.. next trip..

Madaringin
.. -MAsuk DiAntaRA dua pohon berINGIN-....

Ada dua pohon besar beringin tua di tengah lapangan (tepatnya di depan Sasono Hinggil Dwi Abad),, konon apabila kita bisa melewati kedua pohon beringin ini, dengan mata tertutup tentunya, maka doa-doa kita akan dikabul..

upz.. Astaghfirullah.. tanpa sadar banyak hal-hal yang menjerumuskan pada kesyirikan. ckckc..

iseng-iseng mengikuti permainan ini..

pertama- tama kita diberi satu kain panjang, selebar dasi sekolahan, yang digunakan untuk menutup mata,, setelah kita disuruh berdoa dulu sebelumnya, dengan dundungnya berdoa beneran hehehe.. jalan selangkah demi selangkah dan terkejut, karena saya terlalu melenceng jauh ke kenan.. padahal jarak kedua pohon itu sangat luas loh. T_T

percobaan kedua, sambil ngikik malu sendiri karena meminta kok pada permainan yang ga pake nalar,, tanpa ada permintaan apapun ku melangkah lagi.. dan berhasiiiiiil... huraaa..
sang Bapak pun menyambutku dengan hangatnya dan mendoakan untuk keberhasilanku.. amiiin,, padahal gw ga minta apa-apa.. xixixix tapi mang ada kepuasan sendiri bisa ngelewatinnya..


si Bapak pun menjelaskan alasan logisnya, kenapa kita sangat melenceng dari jalan yang seharusnya, walaupun kita udah berusaha selurus mungkin. tanah yang kita pijak itu berpasir, dan karena sudah banyak orang yang menginjaknya, otomatis tanah itu tak lagi rata dan penuh gelombag-gelombang yang tak beraturan. dengan mata tertutup, kaki kita yang menjejag tanah hanya mengikuti ritme dari dataran tanahnya... siiiip dah pak


Taman Sari

Taman sari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Letaknya 0.5 km dari Kraton Yogyakarta.

Berdasarkan sumber tertulis di Wikipedia, Taman Sari didirikan pada tahun 1758 yang ide awalnya dari Pangeran Mangkubumi (yang kemudian bergelar Hamengku Buwono I) dan Raden Ronggo Prawirosentiko (Bupati Madiun) sebagai arsiteknya, sedangkan Demang Tegis (asli orang Portugis yang mendapat gelar dari kerajaan) sebagai tenaga ahli strukturnya.

Masuk ke tempat ini kita dikenakan tiket Rp. 5000/pengunjung, dan ada guide lokal yang siap menenami dan menerangkan secara detil sejarah dan peranan setiap bangunan.

Setiap detil bangunan ini penih pilosofi tersendiri, membuat otak gw yang sedikit tulalit hanya bisa mengangguk-angguk mencoba mengerti penjelasannya.

Ada beberapa elemen yang mempengaruhi arsitektur bangunan kompleks Taman Sari ini, diantaranya pengaruh dari Hindu dan Budha, Jawa dan Islam, Cina, Portugis dan gaya Eropa, dapat terlihat dibeberapa bagian bangunan ini.

Taman Sari mempunyai dua pintu gerbang utama, yaitu Gapuro Agung (yang berada dibagian Barat) dan Gapuro Panggung (yang berada dibagian Timur, yang saat ini(tahun 2007) digunakan sebagai pintu masuk utama ke lokasi kompleks Taman Sari ini). Kedua gerbang ini untuk pintu masuk dan pintu keluar. filosopinya,, masuk tampak wajah , pulang tampak punggung.. ^_^

pintu keluar taman

Bentuk pintu gerbang atau 'Gapuro'nya sangatlah indah yang merupakan gaya asli Jawa, pada detail dari Gapuro ini merupakan motif asli Jawa seperti stilasi dari sulur-sulur tanaman, burung, ekor dan sayap burung garuda.

Taman sari bukan hanya sekedar taman kerajaan, namun bangunan ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air serta ruangan-ruangan khusus.

Ada beberapa ruangan yang terekam kamera saya.

* di bawah ini para selir raja mandi

* dari tempat ini, Raja memilih selirnya dengan melempar bunga,, selir yang dapat menangkap bunga akan menemani raja malamnya, dan dia tidak akan ikut serta lagi dalam pemandian berikutnya. Dengan cara ini Raja mencoba berbuat adil dengan para selirnya.



* tempat raja HB I - III melakukan semedi (gambar kiri)

* tempat raja dulu menghabiskan malamnya bersama selir yang terpilih,, konon dulunya ranjang ini terbuat dari bambu bukan dari kayu, yang sudah dilapisi bagian atasnya biar empuk. di bawahnya dibuat perapian biar hangat >>


setelah cukup puas dari Taman Sari, aku memasuki Kraton Yogyakarta. pas banget sendra tarinya di mulai.

Kemudian mencoba menjelajahi bagian dalam istana ini. >>>







di dalam sana masih banyak benda-benda bersejarah yang setiap tempatnya dibangun berdasarkan kearifan istana.. tapi kalo ditampilkan semua akan memenuhu banyak halaman.. hohoho... so datang sendiri aje ye..
___
Museum Kereta Kencana

Museum yang berisi kereta-kereta kencana yang dulu digunakan para Raja serta bangsawan-bangsawan di lingkungan Kraton Yogyakarta






___
Prambanan


yang sayang dilewatkan apabila anda main ke Yogya adalah candi Prambanan. Komplek candi terbesar di Indonesia ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta.

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa indah yang sarat sejarah kebudayan masa lampau. Candi ini dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi yang memiliki tinggi 47 meter ini menunjukan kejayaan Hindu du Pulau Jawa.

Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

___

untuk info selengkapnya, sebelum kamu mau jakan-jalan jelajah Yogya, kamu bisa browsing dulu di Yogyes.com. web ini menampilakn pariwata yogya secara lengkap.

___
pulang dari Prambanan, serasa dunia berputar sangat cepat. Transyogya yang tak kunjung datang, sedangkan jadwal kereta yang sudah sangat dekat. dan baru tahu kalau bus hanya ada sampai sore.. grr.. semua berasa gila..

Pukul 7 (malam) lewat sampai juga di stasiun lempuyangan.. dan akhirnya mendapatkan 1 tiket ekonomi. segera setelah saja menyewa ojek untuk mengantarkan aku ke hotel untuk ambil tas yang kutitip dan segera kembali lagi ke stasiun... dengan satu kata ,, kebuuut pak.. hohoho

sudah cukup lama menanti kereta tujuan Jakarta, hampir saja aku tak bisa naik ke dalam.. gilaaa.. Pintu ditutup dengan alasan penumpangnya penuh.. loh kok bisa... harusnya tiket tidak dijual donk kalau penuh.. atau justru banyak penumpang gelap didalamnya.. hmm.. yang pasti aku kapook banget naik kereta ekonomi Yogya-Jakarta.. nempatin setengah pantat aja ga bisa.. grrr.. ampyuuun mamii..

berguling di Segara Wedi.. Bromo

17 & 18 September 2010

mengejar anglot ke bromo,, walau masih bersarung.. hohoho

Selepas petualanganku dan kawan-kawan di Argopuro. Perjalanan pun aku lanjutkan ke Bromo,, keputusan yang tiba-tiba, karena Ayu dan M2M begitu menginginkan menghabiskan liburan yang tersisa di sana..

Berpisah dengan Yayan, Panjul, Abu yang kembali ke habitatnya masing-masing,, siska dan Anggi yang menyiapkan pendakian ke Semeru… (luarrr biasa gadis-gadis ini),, bersama Ayu, Mukhlas dan Muhid, kami melanjutkan naik Elf (yang sudah cukup penuh) dari terminal Probolinggo untuk langsung melanjutkan ke Bromo.. hanya dengan membayar 20rb/orang..

Sepanjang perjalanan yang berliku ini, jalan terus diguyur hujan yang membuat udara semakin dingin dan berkabut.. cukup ketar-ketir juga, akankah kami bisa menyaksikan keindahan Bromo. Perjalanan sekitar 2 jam itu pun berhenti di depan penginapan yang tidak jauh dari pintu gerbang masuk kawasan Bromo.. Alhamdulillah hujan semakin reda dan langitpun semakin cerah..

Mengikuti arahan dan mempercayakan semua urusan kepada M2M, yang begitu kompak ^-^ dan begitu keluar kepemimpinannya, hingga ayu dan aku hanya cukup tahu beres.. weew

Walau sempat berencana mendirikan tenda di Pananjakan, tapi akhirnya karena tubuh kami sudah cukup lelah, kami pun memutuskan menyewa kamar. Dan didapatlah sebuah penginapan yang sangat sederhana, namun kami rasa sangat cukup untuk beristirahat semalam dan meletakkan tas-tas besar kami.. hanya dengan 100rb, kami dapatkan sebuah kamar dan ruang tamu (yang juga ada tempat tidurnya) walau kami diwanti-wanti untuk mengakui 250rb, apabila kami ditanya.. upzz.. untung tidak ada yang bertanya, sehingga kami tidak perlu berbohong.

Mempercayakan urusan makan selama 2 hari dengan Bpk dan Ibu Lusman (pemilik penginapan), dan menyantapnya dengan mengelilingi tungku di dapurnya untuk mencari kehangatan sesaat..

Ketika semua urusan selesai, termasuk urusan perut.. sore hari itu juga kami berjalan kaki menuju Bromo.. hanya dengan jalan sekitar setengah jam, kami pun tiba.. Ayu yang begitu antusiasnya menaiki kuda gagah yang bernama Jenggo, dan aku pun mengejarnya dengan si Kucir,, yang sangat petakilan dan gesit.. karena begitu antusiasnya bisa berkuda cukup cepat, hingga tak sadar kutarik kekang terlalu kencang dan berlarilah si Kucir dengan kecepatan yang cukup membuatku syok dan panic.. gilaaaa,, huaaa.. dan gedubrak.. @_@

berlariplari dengan bahagianya di sabana..hohoho

bersama si Kucir dan Muhad,,, sedikit tegang setelah terlempar..

Karena merasakan pusing dan kekagetan yang tak jua hilang,, akhirnya tak berani lagi aku berbuat gila.. huhuhu..

Hari semakin gelap,, hingga tak lama kami berada di atas… dan kembali melaju bersama Kucir dan jenggo menuju penginapan.. sementara M2M dan para joki ini mengawal kami.. hahaha.. berasa dalam sinetron laga.. 2 orang putri keong diapit 4 orang prajurit.. xixixix.. lebai

Ternyata jarak yang kami tempuh lumayan jauh, hingga siM2M pun menyewa 2 ekor kuda.. oh ya,, yang sedikit mengejutkanku, ternyata kuda-kuda jantan ini saling tertarik satu dengan yang lain.. huaaah.. kuda-kuda ini homo karena nyaris tak pernah dipertemukan dengan kuda betina.. walau hanya dengan kuda, tapi bulu kudukku ikutan merinding… kenapa para pemilik mereka tega mengabaikan kebutuhan biologis kuda-kuda ini ya.. –tuk info, tarif Kucir dan Jenggo memutari Bromo dan hingga ke penginapan 100rb/kuda.

Hari ini kami merasa puas dan menikmati setiap petualangannya.. dan sebelum bersembunyi dalam kamar menghangatkan diri, kami menyewa Jeep untuk ke Pananjakan PP,, tarifnya 300rb/zeep.

Malam beranjak sangat dingin,, terlebih di dalam kamarnya yang sangat lembab.. akhirnya kami berempat memilih tidur di ruang tamu semua dengan SB masing-masing.. dan berencana harus bisa bangun dan berangkat setengah4,,


18 September 2010

Ternyata pukul 3 sudah dibangunkan, karena banyak sekali yang menuju Pananjakan dan jika semakin siang, semakin jauhlah Jeep kami akan parkir nantinya.. dan betul saja.. panjaaaang sekali iring2an Jeepnya.. Alhamdulillah kami datang sangat pagi.

(menanti sang mentari,,, brrr dingiin)

Tak tuk tak tuk, waktu berlalu.. kabut pekat sekali.. sepertinya matahari malu untuk muncul di hadapan kami.. dan wajah-wajah cemas mulai tampak di hadapan para penggemarnya.

Dan huraaaa,, nongol lah dia… seperti artis yang tampil di panggung,, para penonton pun bertepuk tangan menyambutnya..


Indahnyaaa


Setelah kami merasa puas,, perjalanan dilanjutkan menuju Bromo. Namun karena semalam tadi kami sudah merasa puas berkeliling.. akhirnya di sini kami hanya sebentar menuntaskan rasa kenarsisan.

umat Hindu yang tengah menuju Pure tuk beribadah


Menyusuri jalan Pananjakan-Bromo,, membuatku mengingat petualangan tahun lalu, ketika ku terpisah dengan rombongan sirkus,. Jalan yang hari ini kulalui dengan Jeep,, jalan beraspal rusak berlika-liku dan sabana luas berpasir, jalan yang hampir kulalui seorang diri dengan carrier di punggung, andai tak ada seorang Tengger yang dengan baik hatinya mengantarku hingga Segoro Wedi.. tak terbayang beratnya..

Kembali ke penginapan,, tuntaslah perjalanan yang menyenangkan ini.. saatnya kembali ke kehidupan nyata.. menuju Surabaya untuk kembali ke Jakarta..

Rabu, 29 September 2010

Antara Aku, Kamu dan Mereka


Terikat dengan satu rantai,, rantai cinta
Cintaku, cintamu dan cinta mereka
menerobos segala halang rintang
demi satu kenikmatan,
kenikmatan mimpi dan cita
berpacu padu dengan gegap gempita rasa
tersaruk-saruk, berlari dan terjerembab
selalu ada tawa dan canda
semua begitu nikmat dan indah

sabana luas menyambut riang
jeritan-jeritan merak jadi latar belakang
rawa mebik menjadi saksi
ada cinta antara aku, kamu dan mereka
sabana lonceng hanya terpaku membisu
membungkus wajah pucatmu dalam buaian
Edelweis bagai penari yang dengan anggun menyambut
memanjakan mata dan raga

jelatangjelatang genit tak mau kalah
mencolek-clek kaki-kaki letih kita
membuat mereka teriak garang.. jancoukan!!
dan kau meringis,,
yang justru membuatmu bertamabah manis

nikmat selada menjadi perekat
bahwa kita tak ada beda
hanya makhluk-makhluk lemah dan fana
yang menatap langit yang sama
menyambut pagi yang sama
dan terbungkus dalam gelapnya malam yang sama

wahai sahabat...
Ingatlah hari itu
sisaat kita menapaki jejak-jejak dewi Rengganis
dengan beratnya beban
dengan beratnya langlah
dalam banyak kisah, tawa dan canda

noda dan luka ini menjadi saksi
kisahku, kamu dan mereka telah terpatri
dalam hati dan sanubari..



-------
Cintaku bersemi di Argopuro.. hahahaha

Selasa, 28 September 2010

Antara Aku, Kamu dan Dia

memandangmu.. menggetarkan sukmaku yang tertidur
mencoba menjangkau dalam asaku
selangkah demi selangkah mencoba melaju.
upff.. tapi sesak..
kakiku terikat..
aargh.. jeritku pilu
dan kamu hanya memandangku kaku
heeei.. bantu aku..
sesak,, terikat kencang
semakin kencang membuatku galau
dia.. lagi-lagi dia
mengunciku dalam peluknya
dan kamu hanya memandangku..
heei.. lepaskan aku
aku mulai panik
dan kamu hanya memandangku..
tangisku mulai pecah
air mata tak terbendung lagi..
dan kamu hanya memandangku
dan dia semakin erat..
dan aku pun terbangun dalam lelah...

--------
satu mimpi di suatu subuh.. uppff

Dalam Ruang dan Waktu

Bulir-bulir hujan mengetuk –ngetuk jendela.

Membuatku kembali melihat ruang-ruang pengap di dalam jiwa.

Kemarin ku coba mengisinya dengan cahaya dan harapan baru.

Kembali memberi dia ruang dan waktu tuk lebih bergerak bebas mewarnai ruang ini..


Bulir-bulir hujan menari-nari lincah di jendela.

Membawa kesadaranku kembali dalam pengap.

Aah aku bodoh, membiarkan tanganku terbelenggu

dan tubuhku terkunci dengan rantai karat tanpa makna…


Hijau daun dari pepohonan menyegarkanku kembali.

Memberiku semangat dan harapan baru…

takkkan kubiarkan rantai bodohmu mengikatku di sini..

membuatku tertinggal matahari,

mengabaikan bintang dan rembulan yang berpacu mengantarkan sinar terindahnya untukku,,

membiarkan semua berlalu, hingga hanya jingga yang tersisa..


Akan ku beri dia waktu dan ruang di sini..

tuk meruntuhkan tirai-tirai gelap yang kau pasang..

hingga tak ada lagi hutammu yang tersisa..


----------

12.09.2010,, menuju Argopuro