Kamis, 25 Maret 2010

Lawu.. merindukan wangi daun segar

26-28 February 2010

Setelah asyik bermain-main di pantai, dan menyusuri pulau di akhir tahun lalu, timbul kerinduanku untuk menatap gumpalan awan dan menghitung bintang-bintang yang gemerlapan.. yups.. waktunya menggendong carrierku lagi… yuhuuuu.. mari berpetualang lagi.. tapi gunung apa ya??

Mengingat kondisi kesehatan ku yang sedang tidak fit,, mungkin sebaiknya gunung yang tidak begitu ekstrim.. akhirnya pilihanku pun jatuh ke gunung Lawu, yang konon menurut para pendaki, jalurnya tidak begitu sulit..

Alhamdulillah, Rendy sahabatku mau menemaniku. Tinggal cari pasukan sebanyak-banyaknya deh agar pendakian lebih seru.

----

25 February 2010

Berkumpul di stasiun Jatinegara selepas dari kantor,,

Wuaaaaaaaaah.. ternyata cukup ramai juga yang ikut.. dan semuanya laki-laki!... masuk sarang penyamun nih… upffh

Keberangkatan kami benar-benar banyak kendala… diawali kegagalan kami mendapatkan tiket kereta (padahal aku sudah antri dari dua hari sebelumnya, tapi tetap saja selalu kehabisan tiket… uggh.. @_@),

akhirnya kami putuskan untuk tetap jalan menggunakan bus.. kami pun berangkat ke terminal pulogadung,, terminal yang paling tidak membuatku nyaman.. waktu yang semakin larut membuat kami lelah, terburu-buru dan jadi tidak teliti, akhirnya kami pun tertipu calo sialan. Kami mebeli tiket bus pariwisata yang dibilang mempunyai pasilitas ini itu seharga 140rb.. berjam-jam bus yang ditunggu tidak juga datang membuat kesabaran kami hampir hilang.

Pukul 23.00 t.. akhirnya bus yang kami tunggu pun datang juga, semua yang dibilang calo itu semuanya tidak ada yang benar, bus pariwisata yang dibilang nyaman dengan pasilitas ini ituernyata hanya bus rusak yang tidak bisa jalan lebih dari 40 km/jam... jiaaah..(Jakarta-Solo dengan kecepatan seperti itu,, waduuuuuh mau sampai jam berapa???)..

26 February 2010

Bus pun baru jalan dari stasiun pulogadung, pukul 00:20.. aku berusaha memejamkan mata, namun tetap tak tenang melihat ritme bus yang amat sangat lambat.

Setelah berapa kali berhenti dan mogok,, akhirnya kami tiba di terminal Bus Tirtonadi Surakarta pukul 17:22.. (padahal perhitungan awalnya, kami tiba di solo itu pukul 07.00.. wuiiih.. luar biasa ngaretnya…)

Kesialan berikutnya,,, kami ketinggalan bus yang menuju tawangmangu.. ampuuuuun dah..

Akhirnya kami mencarter angkot kecil dengan tarif 15rb/orang… baru sampai di Pelur,, eeh ban tuh angkot bocor… @##$@@#

dan kami menunggu lebih dari 40 menit.. uuggh.. luntang lantung dehw..

Pukul 20:50 kami pun tiba di Tawangmangu.. Alhamdulillah ada om Darma yang sudah nyarter angkot tuk ke cemoro sewu,, kalau tidak.. bisa nunggu sampai besok lagi deh.. Tarif angkotnya pun hanya5 rb/orang.. Setelah makan malam dan istirahat sejenak, kami melanjutkan ke Cemoro Sewu dan tiba 21:40..

pada pukul 22:20. registrasi pada pos pendaftaran.. Tiket masuknya 5rb/orang.. Setelah puas bersih-bersih dan packing ulang, kami mulai pendakian.

Selangkah demi selangkah… wuaaah naiiiiiik trus jalurnya… jalur Cemoro Sewu terus menanjak dengan jalan bebatuan..

Tiba di pos I sudah tengah malam… 23:56… akhirnya kami pun mendirikan tenda di sana.. ternyata di sana sudah ada dua orang yang bersemedi… uuuh… Astaghfirullah…

Setelah memakan bekal yang di beli di bawah,, dihangatkan dengan kopi panas… kami pun tiduuuur

karena lahan tidak memungkinkan untuk mendirikan tenda semua,, jadi deh pada tidur kaya ikan pindang.. wakakakak..

semakin malam,, udara semakin dingin menusuk tulang… membuat tubuhku yang sudah terbalut jaket berlapis-lapis +++ di dalam SB pula,, masih menggigil .. bentuk tidur teman-temanpun semakin tidak karuan,, hingga membuatku yang masih perempuan jadi risih sendiri dan pengap.. hingga mataku terus terjaga hingga pagi… suara alarm yang tak kunjung berhenti pun menambah ramai pagiku…

ternyata si akik tidur di luar tenda… ampuuun dah.. aku aja menggigil di dalam…

27 February 2010

membuat sarapan seadanya,, maklum ga bisa masak hehehehe… packing dan ngobrol ngalor ngidul… kami siap melanjutkan perjalanan ukul 07:09

ternyata ritme jalanku di waktu malam maupun pagi gax berubah… leleeeeeeeeeet… hohohoho..

pola jalan berbatu dan terus menanjak benar-benar membuatku mudah lelah…

kanan kiri jalan banyak batu-batu besar dan kokoh.. yang sayangnya penuh coretan dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab dari orang-orang yang menamakan diri mereka PECINTA ALAM.. mereka tuh lebih pantas disebut PERUSAK ALAMuuuugh

perlahan tapi pasti, walau berjalan dengan pelan disertai foto-foto narsis..
akhirnya 14:50 kami sampai di Sindang Drajad… air air air horeee… setelah mengirit air karena tidak ditemukannya mata air sepanjang jalan… tapi karena hujan, kami pun harus berteduh di dalam goa-goa yang ada di sana… menunggu hari lebih cerah dengan makan dari warung yang ada di sana dan bermain-main kartu membuat letih kami pun hilang

17:05 kami melanjutkan perjalanan menuju puncak Hargo Dumilah.. ternyata perjalanan tidak terlalu jauh, bahkan 17:29 (kurang dari setengah jam) kami sudah sampai sana..

Tanpa membuang waktu karena hari semakin dingin dan gelap,. Para pria itu segera mendirikan tenda berapa meter di bawah puncak.. dan aku hanya menonton.. wahahahaha .. +masak air.. (Cuma ini sih yang aku bisa hohoho)

Dari puncak ini, wangi Hiyo semakin tajam menyengat… benar-benar gunung mistik… pfuuuh. aku benar-benar merindukan wangi daun dan tanah basah disini,, seperti di gunung-gunung yang lain...

Alhamdulillah.. hujan benar-benar berhenti, dan langit pun semakin cerah..

Sementara yang lain asyik bermain domino, dan memanggang daging kijang bekal mereka, aku, bang ochay serta ono beraksi di tugu.. berfoto-foto dengan latar malam.. wuuih.. duingin bener..

Walau sedikit terganggu dengan beberapa keributan, tapi Alhamdulillah malam ini aku cukup bisa tertidur lelap..

28 February 2010

04:15,, Terbiasa terbangun di pagi buta, membuatku tak dapat memejamkan mataku kembali.. dengan rusuhnya kubangunkan teman-temanku yang masih berselimutkan dingin… hohohoho..

Dengan malas dan ngomel-ngomel ga jelas, teman-temanku ikut juga bergabung menanti matahari muncul ke permukaan.. (padahal masih lama bener huhuhu… ^_^)

05:35,, setelah berpuas-puasan bernarsis ria.. sang surya pun muncul menghangatkan bumi..

Setelah cukup lelah dan kepanasan,, ku pamit duluan untuk Packing dan membuat sarapan… dan ternyata… aku tak menemukan jalan pulang ke tenda… naik turun tangga berulang-ulang dari beberapa sisi sempat membuatku uring-uringan.. gilaaaaaaa.. padahal tadi malam naik turun aku tak masalah.. masa paginya aku sudah lupa.. benar-benar BUTA PETA…. Oooh no!!!

Ketika akhirnya berhasil menemukan tempat kami berkemah (setelah ditunjukkan salah satu pendaki yang heran kok ada makhluk imut berputar-putar di gunung… @_@...) aku hanya bisa memekik kegirangan karena bisa pulang wahahaha.. teman-temanku yang sudah sampai lebih dulu hanya menatapku tak mengerti,,kok bisa???!!!

Setelah sarapan seadanya, ngobrol ngalor ngidul dan beres-beres,, 08:05.. kami mulai turun gunung..

Ternyata mau naik atau turun, leletnya ga hilang-hilang euy… berasa berat banget. Jalur yang kami lewati yaitu Cemoro Kandang.. jalurnya lebih pendek dari Cemoro Sewu, hanya saja jalur tanah yang basah dan sulit dilewati apabila terkena hujan.. aku melewati jalan yang melipir terus.. beeeh ampun lelahnya.. semakin sore semakin lelah, semakin habis staminaku… syukur teman-temanku sabar menghadapiku..

Akhirnya… 13:20,, aku tiba dengan selamat di Cemoro Kandang… walau dengan belepotan lumpur… segera membereskan diri dan bergegas ke stasiun agar tak ketinggalan kereta..

Alhamdulillah Pakdenya Tono mau membelikan kami tiket kereta, sehingga tidak perlu bersusah payah lagi dan mendapatkan kursi tentu saja… hatur nuhun Pakde..

Ketika sudah merasa santai dan berleha-leha di kereta.. melepaskan lelah… tiba-tiba di salah satu stasiun, naik rombongan penumpang yang mengakui kursi yang kami duduki… wuaaaah… kami pun diusir hehehehehe… kami memang salah gerbong… ono-ono wae aaah!!!


Pemandangan Indah yang terhampar


Tim Pendakian kali ini :

Petualang Nekadz

Rendy

Ochay,,, aki2 gendeng

Ono

Ndien

Tiang

Tono

Pray

Ariz

Sutrisno

Akik Kurnia

Fadli

Om Darma


bergabung kemudian,, si Roi n Olit..


senang bisa mengenal kalian kawan.... semoga kalian tidak jera mendaki bersamaku..

Minggu, 21 Maret 2010

Aku Malu...

Ku tersenyum...
menatapmu dalam samar-samar anganku,
dalam gumpalan awan,
dalam tatapan bintang

ku tersenyum malu...
manatapmu dalam lamunanku

ingin ku tertawa...
menatap waktu yang telah lalu

aaah... aku malu

aku malu,,kenpa kau ada di sana waktu itu
tak pernah mengerti mengapa ada tetesan di mataku
mengapa ada kata syang dan cinta...

aaah... aku malu

wanita kasar dan angkuh sepertiku kok jadi layu

kehidupan terus berputar tak menentu

besok atau lusa,, mungkin akupun kan mentertawakan hari ini...

Sabtu, 20 Maret 2010

Goyangan Segelas Kopi

Bergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri
menikmati nada-nada roda besi yang menggilas bumi
mengiringi para pedagang
menyanyikan lagu yang sama sepanjang masa

kepulan asap dari kaum individualis,
yang tidak memperdulikan rengekan bayi-bayi yang kepanasan dan susah bernafas
atau nenek tua yang terbatuk-batuk karena tenggorokannya tergelitik
benar-benar menambah marak suasana

dan aku di sini...
menonton dan bermain di dalamnya dengan segelas kopi panas
tanpa perduli lagi peringatan dari lambungku yang mulai kesal

hanya segelas pikirku...
sebagai teman roti coklatku yang sudah menanti sejak tadi

hmmm... nikmatnya...
mengingatkanku pada dirimu yang selalu menggodaku dengan secangkir kopi
membuat perasaanku lebih baik setelah memburuk melihat tulisannya di facebookku pagi ini

ku ingat kata-katamu yang lalu,,,
kalau wajahku jadi tua dan kusut karena aku jarang tersenyum
membuatku tampak setua umurmu...

dalam segelas kopi...
kucoba menikmati hidupku dengan tersenyum

karena hidup ini memang tidak selalu berasa manis
namun walaupun pahit,,, tetap berasa nikmat kalau diresapi..


--------------------------
12.03.2010.. BRANTAS
Kupi... kupi....

persembahan untuk aki-aki gendeng yang tidak bisa hidup tanpa kopi hitam dan kretek....

12 Malam...

12 malam... berbunyi

Selalu membangunkanku bagaimanapun keadaanku saat itu
dalam sadarku
dalam lamunanku
bahkan dalam lelap malam...


12 malam... Berbunyi...

sebagai pengingat kalau hari sudah berganti, katanya waktu itu
waktu dimana kupikir hari terindah,
tapi kini berasa seperti kutukan sepanjang masa
Ups.. takkan berubah walau disesali sekalipun


12 malam... Berbunyi...
Membuat sisi melankolisku keluar
...???
padahal setiap ku ikuti tes kepribadian...
tak ada 0.1 % sifat itu padaku
Tapi itu dulu...
Apa aku sudah berubah???
wuaaaah


12 malam... Berbunyi...

tak tahu cara menghentikannya


12 malam... tak lagi berbunyi...

berhenti begitu saja...
.... wooow....

entah mengapa....

mungkin pertanda akhir dari semua itu...
lalu mengapa baru hari ini bunyi itu berhenti???

tidak ketika semua pengkhianatnnya terkuak?
atau ketika kelakuan dan kta-katanya terus menyakitiku??

dan harusnya benar-benar berhenti
ketika perempuan-perempuannya menelephonku untuk menanyaiku ini itu
yang membuatku mual tak karuan

atau ketika dia mengatakan aku ini aneh
setelah dia melakukan semua itu padaku

memang sih aku aneh,,
karena terus saja masih memaafkannya

aku memang aneh karena ku tidak bisa marah dan membencinya
setelah semua pengkhianatan dan pengingkarannya


12 malam... berhenti berbunyi...

apa karena dia bilang, aku kekanakan??
setelah semua kelakuan konyol, ngaco dan tidak bertanggungjawabnya,
dia bilang aku kekanakan,,, weeeew???

siapa yang belum dewasa,,,????


12 malam... berhenti berbunyi...

tanpa ku otak-atik
benar-benar berhenti begitu saja....

hmmm....

entahlah karena apa???

yang penting... tidak ada lagi perang di 12 malam
semua sudah berakhir
semua sudah selesai


12 malam... tidak lagi berbunyi...

--------------------------
-----------------
00.01,, 13.03.2010
dari dalam BRANTAS....

Perangku Harus Berakhir

Perang terus bergejolak,, semakin panas dan membara. Setiap pihak menggunakan senjata terbaiknya, yang paling ampuh dan menghancurkan. Otak sudah menyiapkan senapan berisi peluru rangkaian kata dan peristiwa, sedangkan dari pihak hati sudah menyiapkan tameng keyakinan dan gas air mata.

“ hai bodoh.. sudahlah menyerah!” seru otak dengan ketusnya

“ tidak!.. aku belum mau menyerah!!!” seru hati tak mau kalah.

“ aaah.. benar-benar bodoh kauuuuuuuuuuu..” otak mulai meradang dan menembakkan senapannya bertubi-tubi, “dengarkan aku! Sekarang tulis di tubuhmu yang semakin gelap itu, Tulis!!! Dari awal hari itu terjadi, berapa banyak janji yang dia ucapkan… dari yang sederhana sampai kelas berat.. berapa banyak janji yang kalian buat tapi dia ingkari… berapa banyak omongannya yang ga sesuai kenyataan,, apa yang kalian sepakati hari itu, apa ada yang dia tepati???”

Dengan tameng di tangannya, hati memantulkan kembali semua serangan otak..

“setiap hal ada sebabnya.. yang aku butuhkan hanya mencari tahu sebabnya..” kemudian hati melemparkan gas air mata bertubi-tubi. Kini otak yang terus saja berlari-lari mencari perlindungan..

“untung saja zat itu nyaris tidak pernah menyentuhku” gumam otak.

“ percuma kau lemparkan itu,, kau kan tahu itu tidak guna untukku. Sebabnya hanya satu,, dia itu pembohong!!! Apa kau lupa, berapa banyak perselingkuhan yang dia lakukan di belakangmu, dan ketika semunya sudah terbuka, apa dia menyesal??? Tidak!!! Semakin bangga dia menghubungimu untuk mengatakan dia sedang dengan si a atau b atau bahkan i… dia itu keparat!!! Bodoh sekali kau masih saja sok baik..”

“ Tuhan saja pemaaf… mengapa kita tak bisa memaafkan! Mungkin dia hanya sedang tersesat, berilah sedikit petunjuk. Jangan kau tinggali begitu saja.” hati hanya terdiam dalam tamengnya yang semakin rapuh.. “kita pun sering sekali berbuat salah.. kalau memang dia berbuat dosa, biar dia bertanggung jawab dengan Tuhannya…”

“ aku tak pernah memintamu mendendam, aku hanya ingin kau gunakan aku… bukankah kita dahulu selalu seiring sejalan. Mengapa kita jadi sering bertengkar hingga akhirnya seperti ini… kau itu sering selalu terbawa perasaan… jadi gunakanlah aku!!!”

“ aku hanya merasa berdosa meninggalkannya dalam keadaan seperti ini… bukankah manusia wajib saling mengingatkan, karena iblis tak pernah menyerah untuk menggoda kita.”

“ kau sudah mencoba,, tapi akhirnya kau yang terluka bukan??? Dia selalu menyerang balik padamu.. sudahlah… dia tak pernah menghargai niatmu” otak mulai merasa tak tega pada hati yang sudah bersembunyi dalam tamengnya yang mulai rapuh

“ dia itu pada dasarnya baik,” masih saja hati menggumam

“ begitulah kau… terus saja kekeh sama keyakinanmu yang pada dasarnya sudah ternoda dengan perasaanmu yang telah buta itu…. Sudahlah… kau pun sudah menitipkannya pada orang-orang yang tepat… percayalah sahabat-sahabatmu itu bisa membawa pengaruh yang positive padanya.. kita pergi saja yang jauh..”

“ tapi kau sendiri yang selalu mengingatkan aku!!”

“ tapi kau yang berlebihan menanggapinya… mari kita jalan bersama lagi… biarkan perang ini berakhir di sini..”

“ tapi…..” hati masih saja tak mau keluar dari tamengnya yang kini berbentuk cangkang bolong

“ dengarkan nasihat sahabat-sahabatmu… mereka yang tulus menyayangimu… kita bakar saja semua dalam satu lelehan api… akan kubakar isi tubuhku yang sudah tercemar olehnya, begitupun dengan perasaanmu.. tidak ada yang namanya cinta, sayang.. semua itu omong kosong dan hanya bualan!!! Bakar semuanya sekarang!”
Hati masih saja terdiam,, masih berusaha membela keyakinannya.. tapi dia sudah tak berdaya…

“ sudahlah sobat!! Aku merindukan kau seperti yang dahulu,, tidak rapuh seperti hari ini.. ingatlah!!.. Tuhan tak pernah tidur sekejappun,, Dia melihat semua yang ada didalammu… di dalam hatinya… berdoa saja kalau keyakinanmu selama ini benar, doakan saja kalau dia akan baik-baik saja.. doakan supaya kau dan hatinya selalu diberi cahaya… bersihkanlah noda-noda di tubuhmu… kita pergi yang jauuuh saaja… dunia ini terlalu indah jika hanya dihabiskan untuk berduka… mari kita berpetualang… kita putari bagian-bagian terindah dunia ini.. “
Perlahan-lahan hati meletakkan tamengnya di tanah.

“ kau kejam sekali menyerangku terus..” ujar hati sembari sedikit tersenyum…

“ aku muak dengan semua rengekanmu… kau tak pernah mendengarkanku lagi… kau tak tahu betapa marahnya aku ketika dia bilang aku aneh setelah yang dia lakukan pda kita,, tapi kau terus saja membelanya.. rengekanmu membuat aku pening dan si lambung berdarah-darah…”

“ kita mau pergi ke mana?”

“ kemanapun, dimana langit masih berwarna biru, mentari masih bersinar cerah.. dan edelweiss masih bermekaran..” otak memeluk hati yang masih basah.

“ kumpulkan semua perasaanmu sekarang di sini,, akan ku keluarkan semua memoriku tentangnya… kita bakar saja sampai lebur… dan biarkan abunya tetap di sini.. supaya kita sadar jangan pernah ada yang kedua apalagi yang ketiga…”

“ Hidup indah ya… kalau kita mau berkompromi dan berdamai dengan hidup” ujar hati

“ yups… siapkan diri.. kita berpetualang sekarang!..”

Surat untuk Sahabat

Wahai kawan… aku bangga mengenal dirimu
Aku bahagia akan kebersamaan yang kita jalani
Bersatu padu menaklukan kelemahan diri dalam menjangkau bintang terindah

Wahai sahabat… tak pernah aku sesali hadirmu
Membantuku bangkit dikala ku terjatuh
Membuatku tertawa di kala hariku sepahit empedu
Candamu… tawaku
Senyummu… kebahagianku.

Aku ingin selalu begini kawan..
Tulus tanpa noda
Selalu menjadi sahabat berpetualang bersama
Menaklukan ego demi sebuah mimpi dan cita

Namun… semua mulai berubah
Goresan waktu demi waktu mangikis semua kisah
Menodai mimpi dan ketulusan jiwa

Engkau mulai berubah kawan..
Kau punya mimpi yang lain..
Mimpi yang kau tahu takkan bisa kuberi
Kau inginkan lebih dari yang telah kita bagi

Kau inginkan hatiku
Kasihku
Cintaku…

Kau kini berbeda wahai sobat..

Sebuah kebanggan jadi yang kau pilih
Anugerah terindah jadi yang kau kasihi…

Tapi itu bukan aku teman..

Sungguh hatiku menangis menolak semua itu
Batinku terhimpit dan menjerit..

Tapi tak pernah inginku melukaimu dengan kebohongan demi kebohongan

Bersandar di bahumu,, tapi bahu yang lain yang kubayangkan
Memeluk ragamu, tapi jiwaku melayang tak berpijak mencari raga yang lain
Tertidur di sisimu, tapi memimpikan sosok yang lain

Tidak kawan… aku tak pernah inginkan itu
Maafkan sahabatmu yang bodoh ini
Maafkan jiwa ini yang terkungkung dalam kepengapan dan kesempitan…

Biarkan lukaku mengering dengan sendirinya
Biarkan perihku luruh bersama waktu
Akan kugapai ikhlas dan tulusku kembali..

Wahai sahabat.. tetaplah selalu menjadi sahabatku
Tanpa noda, tanpa mimpi dan cita yang lain..

Biarkan kita kan tetap begini
Berbagi kisah
Berbagi cerita
Berbagi bintang
Dalam sebuah cerita bernama persahabatan…


-Wahai teman,, percayalah… lebih indah persahabatan daripada sekedar kata cinta…-
7 maret 2010

MUAK

Tuhan… ampuni jiwa lelah yang penuh noda ini.
Yang masih terus berkubang dengan lumpur bau dan busuk
Yang masih terus berkeluh kesah tiada henti
Yang masih berangan-angan mimpi gelap tak bertepi
Yang masih berkutat dengan janji-janji palsu dan bulus

Tuhan… aku lelah dengan rasa muak ini.
Tubuhku menjerit dan berontak
Mecoba melemparkan kemarahan dan sakit menjadi sampah tak berarti
Tak reda jua rasa perih ini, malah tambah pula siksa raga ini…

Tuhan… aku benar-benar muak…
Tak ingin lagi kusimpan perih ini.
Izinkan mereka pergi dari jiawaku yang letih..

Tuhan…
Ku rindu damai
Ku rindu mimpi yang berwarna
Ku rindu Khusyu..

26.02.10
Di dalam odong-odong menuju lawu..

Senin, 01 Maret 2010

Hapus Aku

Ku lihat keluguan dan ketulusan hatinya
Putih dan polos tanpa noda.
Begitu riang dan ceria penuh harap
Seperti anak-anak yang merindukan bebasnya bermain,
Berlari dalam hujan atau bermain dalam lumpur.

Kini dia datang padaku
Menawarkan obat dari lukaku yang terus saja masih berdarah
Menawarkan dahaga dari rasa hausku
Mencoba memadamkan gejolak apiku
Mencoba membangunkan aku dari terpurukku

Kucoba menembus kedalam matanya
Mencari kedamaian yang ku cari
Mencari ketenanganku yang hilang

Kucoba resapi jiwanya
Berlindung di dalamnya
Mencari laguku
Mencari warnaku

Tapi semua tak kutemukan
Aku tak bisa

Aku terlalu letih dengan angan dan asaku
Sibuk menggali lukaku yang sudah mengoreng

Semakin ku coba
Semakin banyak luka yang akan kuukirkan
Semakin banyak warnanya yang hilang

Tuhan… bantu aku
Hapus aku dari hatinya
Hilangkan semua asanya tentangku
Jangan biarkan dia merapuh
Jangan biarkan dia pudar

Berikan dia yang jauh lebih baik
Berikan dia sang dewi yang tulus

Tuhan… Hapus aku dari dirinya, dari hatinya dan dari matanya…

***
01032010
Maafkan aku sobat.. akan ada sang dewi untukmu…
Maaf… maaf… maaf…
Aku bukan yang beruntung..

Resah


Ya Allah.. aku resah… resah sekali jiwa ini.

Aku tak ingin jadi hambaMu yang dzalim,

yang merusak jiwa dengan kebodohan dan pengingkaran…

ingkar akan takdir dan ketentuanMU.

Yang terus saja menyakiti Qalbu dengan angan-angan semu.


Ya Allah… mengapa Ikhlas begitu sulit ku gapai..

Aku gamang… aku resah ya Rabb

Aku muak dengan diriku yang tak jua bisa pergi dari asa ini..

Aku muak.. aku muak ya Rahman..

Jiwaku telah terluka dan Jasadku pun turut mengandung perih..


Ya Allah.. aku resah… resah sekali jiwa ini.

Aku tak ingin jadi hambaMu yang dzalim,

Yang terus saja memberi makan Qalbuku dengan dosa demi dosa,

Dengan khayal, dengan angan, dengan mimpi-mimpi buruk


Ya Gofuur… ampuni aku.

Ku ingin keluar dari sini..

Dari lubang hitam tanpa dasar..

Pengap, gelap dan pekat..


Ya Allah… hapus semua ini…

Tolong aku…

Hapus mimpi-mimpi buruk ini

Hapus semua angan-angan semu ini


Ya Allah…

Tolong aku…

Kembalikan aku seperti dulu

Kembalikan semua warnaku


25.02.2010