Jumat, 01 Juli 2011

Babak Belur di Guntur

Ketika di atas puncak masih ada puncak

Tanpa banyak cakap dan woro-woro bertiga memulai perjalanan,, menuntaskan misi Garut… haiyaaks,, Guntur Cikurai Papandayan dalam rencana di kepala @_@

Memulai dari Guntur..

06:40,, 2 Juni 2011, dengan mata segaris turun di Pom Bensin Tarogong dan segera menyadari carrier ku yang tertukar.. upz hampir saja..

Menghirup udara sejuk dan jauh dari kebisingan seperti meresapi secangkir Capucino hangat,, nikmat sekali rasanya..

Seperti halnya orang-orang ndeso yang datang ke kota dan kerap kali jadi bulan-bulanan calo terminal., rupanya tak ubahnya kami yang bertampang katro yang terpesona dengan senyum manis pak supir dan mencontoh prinsip Abu,, “ daripada kecopetan” :D

09:30,, Memulai dengan jalan santai,, pemanasan…. Dan truk pasir pun lewat, meringankan kerja betis kami..


Terlempar-lempar bagai naik banteng rodeo menyaksikan pemandangan yang menghunus ke hati,, bukit-bukit yang gundul, meranggas dan bahkan habis ditambang,, demi kebutuhan perut, entah perut siapa yang terpuaskan ??.. teringat perkataan Bapak penjual lontong pagi tadi,, “sekarang sudah tidak bagus lagi neng, sudah tidak indah kaya dulu”,, weew.. semoga masih ada yang tersisa untuk anak-cucu kita kelak.


Senyum-senyum hangat para petambang menyambut kami, rupanya Pasta Gigi laku keras disini, sehingga para pekerja keras ini terus memamerkan gigi-giginya membuat kami merasa hangat.. negeri yang ramah.

Perjalanan berasa lambat dan santai, menikmati setiap langkahnya … hmm,, mencari-cari jejak kejengkelan dari dua pelari gunung disebelahku,.. dan tidak kutemukan Alhamdulillah.. liebe euch.. ^_^

Menjelang siang perjalanan mulai berasa ritmenya, menyusuri sungai-sungai kecil hingga terus menanjak yang membuat kaki-kaki siputku kewalahan, dan sandal gunungku pun menyerah.. suara curug Citiis serasa berlomba dengan derap jantungku, membakar adrenalin dan memompa semangatku.. yupz yupz Curug itu semakin mendekat!
Ketika pada akhirnya sudah di depan mata, kami hanya bisa melambaikan tangan.. nanti saja kami kan kembali mereguk bersama indahnya.

Melewati kawasan Curug, kami terpesona satu bukit yang berwarna keunguan.. bukitnya gundul dan hanya ditumbuhi oleh ilalang-ilalang berwana keunguan, cantik sekali warnanya.. “Aaah puncaknya sudah deket,, nanti saja kami kembali ke Curug” sepakat kami.

Indah sekali perbukitan dengan hamparan ilalang, yang sayangnya tidak seindah jalurnya. Tapi tentu saja tak pantas aku mengeluh, bukankah seperti halnya hidup, untuk mencapai puncak kita harus bersusah payah untuk merangkak ke atas.

Bertemu dengan pendaki-pendaki lokal yang menjelaskan kedudukan puncak dan kawah yang semakin mendorong kami.. gambaran keindahan kawah dan kalderanya, tentang api biru yang kerap muncul dari dalam kawah, dan kalimat kuncinya, “kelelahan semua ini akan tertebus bila sampai kawahnya”,, weeew kalimat yang provokatif.

Seolah tak cukup dengan kalimat provokatif itu, Abu menggambarkan keindahan kawah Guntur berdasarkan lukisan seorang warga negara Belanda, tak kusangka Makhluk sekaku ini mengenal lukisan.

Memastikan air cukup untuk bermalam dan melanjutkan perjalanan dengan semanggat yang lebih merah. Bukit pun terlihat semakin jelas, puncak semakin mendekat… daaan,, eeet masih naik lagi semakin runcing, membuat semakin tak sanggup berdiri tegak lurus.. ajiiip… kuku-kukuku mulai menancap dikerikil-kerikil yang terus saja mengundangku tuk turun kembali.

Lagi.. lagi dan lagiii.. setiap ku yakin sudah mendekati dan akan tiba di dataran, selalu ada bukit yang lebih tinggi dan terjal menantang.. upz,, meni pedi alami tuk kuku.. Tuhan.. Aku butuh dataran sebelum kakiku tertukar dengan batu.. :((

Senja mulai tampak perlahan,, merona jingga mengundang mata tuk terus menatap. Semakin lebar saja jarak antara aku dan mereka. Mungkin benar kata seorang kawan, kalau kaki – kaki mereka sudah tertukar dengan kaki meja, sehingga kerikil-kerikil dan jalur yang menukik bukanlah penghalang,, tancapkan saja.

Semakin gelap semakin babak belurlah.. baru saja ku senang melihat jamud berdiri memanggil disebuah dataran sempit, dan kerikil-kerikil itu kembali menarikku main prosotan tanpa ampun… dan baru bisa tehenti ketika sebagian tanganku benar-benar menancap.. @_@ pediih

Rasanya ingin menyanyi lagu yang dulu sering kunyanyikan waktu mengajar di sebuah TK kelililng.. “kura-kura kenapa jalanmu lambat,, apa tidak dapat lebih cepat?.. bagaimana ku bisa berjalan cepat, beban yang kubawa sangat berat” huaaaaaaah

Walau aku memang pendaki super amatiran, tapi semangatku nyaris tak pernah terkalahkan dengan medan, namuun kini,, semangat itu bagai kertas buram yang hancur sekali remas.

Ketika pada akhirnya tiba dihadapan Jamud, sungguh aku merasa mereka makhluk tertampan di muka bumi… Shah Rukh Khan dan Leonardo Di caprio mah lewaaat… -lebaaai-

Weeew,, benar-benar di luar dugaan… rencana pun bubar jalan..


03 Juni 2011

Sesegar udara pagi itu, kami melanjutkan perjalanan ke puncak yang tertunda kemarin, hanya dengan berbekal air terakhir, dan beberapa pengganjal perut puncak pun kami tuju. Pemandangan yang luar biasa indah benar-benar obat dari segala penatnya hidup.. bukit yang berselimutkan ilalang dan hamparan pegunungan garut yang berhiaskan kumpulan awan putih adalah lukisan alami yang tak pernah puas dipandang.

Satu bukit terlewati, tibalah di triangulasi BMG, yang menunjukan titik puncak dari Guntur….. upff,, ternyata tak jauh dari tempat tenda berdiri saat ini. Dan Kawah??.. dua bukit lagi kawan, KONON!!!

Sebukit lagi terlewati… percayakah kau, kalau dari bukit pertama setelah “puncak” kami bisa melihat bukit tempat triangulasi ada dibawah kami berdiri ???... weew “Ada Puncak di atas Puncak” @_@ kenapa titik Triangulasi tidak dipasang ditempat kami berdiri saat ini??, aah tak pentinglah kami meributkan, bukankah mereka lebih lengkap dalam peralatan dan teknologi??

Bukit kedua setelah puncak pun berhasil terlalui,, hutan… setelah seharian penuh menghadapi bukit-bukit gundul, kini kami bertemu hutan,, berasa sedikit adem dan rieuweh…. Banyak jalur!

Kubiarkan saja ksatria-ksatria berkaki kaki meja ini saling berdikusi dan menarik kesimpulan,, toh ingatanku tak pernah beres untuk mengingat rute dalam bentuk apapun.. berjalan dengan pedenya mengikuti jalur dan bertemu jalur berikutnya dan menyadari kami kembali ke titik awal… huahahaha… ingin tertawa terbahak-bahak rasanya kalau tak melihat tampang kedua rekanku yang mulai serius. Kabut menutupi pandangan.

Jempolku mulai menari lincah diatas tuts hape (bagus sekali signal di gunung ini), menanyakan siapapun yang bisa membantu atau memberikan sedikit petunjuk tempat Kawah Guntur bersembunyi malu,, tapi rupanya tak jawaban yang memuaskan hasrat penasaran kami.

Sejam sudah kami duduk terdiam dengan pikiran masing-masing, benarkah kami menuju sesuatu, atau sesuatu itu hanya berada di imajinasi kami,, ketika akhirnya kami mencoba sekali lagi dengan melihat lebih teliti dan menajamkan hidung kami mengendus setiap aroma belerang yang mungkin akan menuntun kami ke arahnya. Menerobos jalur yang sudah tertutup cabang dan ranting pepohonan serta terus menurun. Kabut berakhir jalan pun semakin jelas.. dan berhasiiiiil, daaan terperanjat.. @_@ kaldera yang bagus, api biru dan lain-lain itu hanya ada dikepalaku yang sarat dengan imajinasi berlebihan.. suara-suara cempreng mulai menghiasi lembah ini.. Jamud pun beraksi bersama Shah Rukh Khan dan jajarannya.. Ajaib sekali rasanya melihat kegembiraan mereka yang terus menyala.. Guntur Menggila..

kawah yang tersembunyi malu

goyaang maang..

Puas bergoyang, dua pasang kaki meja itu bergerak lincah kembali naik ke atas, tanah lunak dan mengepul tak sanggup menghalangi mereka. Hampir saja aku berdoa,, ya Tuhan tukar saja kakiku dengan kaki meja, hingga aku sanggup menyamai langkah mereka.. upz..

Mereka kembali jadi pelari gunung,, terus berlari kembali ke tempat dimana tenda kami tertambat, dan aku masih tertahan dengan keindahan dan ketenangannya, rasanya igin beguiling-guling, melompat-lompat dan berteriak-teriak.. serasa dunia milikku seorang.. (~_~)

HATI-HATI DENGAN GUNUNG, mungkin itu yang harus kami usung ke depannya. Gunung tidak hanya memberikan ketenangan namun juga menimbulkan KEGILAAN!! Percayalah kawan, aku saksinya!! si domba kriting, Jamud menjadi gila karenanya.. dimulai dengan “Mohabbat” suara-suara cempreng khas negeri Ghandi, mulai meramaikan lembah yang sepi,, dan Guntur pun bergoyang,, benar-benar bergoyang. Syukur saja ku tak bersari, tak akan sanggup kuberhenti.. yuha. Goyaaang maang’

Matahari semakin meninggi dan tepat di atas kepala,, harus segera turun sebelum terjebak tanpa air.. bagaimana ya ngesot yang nyaman?..

“Naik adalah Pilihan, Namun Turun adalah kewajiban” Cadas !!!

berdiri dengan lutut yang mulai loncer. Segala gaya dicoba untuk bisa melaluinya, menyusul kaki-kaki meja yang mempunyai keseimbangan cukup prima.

Srosoooot.. sekali… ah biasa.. (O.o) dua kali… biasa aja.. tato tato baru semakin keren terukir… (-_-‘)

Dan Tuhan memberikan aku kesempatan untuk mewujudkan khayalan gilaku yang tergila-gila adegan kungfu film china klasik, CIAAAAT,, JELEDUUUG… @_@ salto dengan gaya yang sungguh pantastisch.. seketika dan cepat… uyeeeeeeeee

Berasa panas dan perih di mata hingga pipi kiriku.. memastikan kaca mataku aman, leher ok, dan yang lain baik-baik saja… berteriak-teriak memanggil dua rekanku,, aah jauh nian.. remuuk

Selalu ada jalan untuk bergembira dan menikmati setiap hal dalam hidup, termasuk ketika tak ada lagi pilihan selain turun. Masih ingatkah kalian rasanya berseluncur di sebuah prosotan atau taman bermain, nikmat bukan??.. dan ini rasanya lebih dasyaaaat..

Ikuti alurnya,, pasang posisi yang benar, siapkan tangan tuk mendayung sekaligus menyingkirkan sesuatu yang bisa mengancam.. yihaaaaaaaaaaaaaaaaaa… srooot srooot sroooooot proosooot :DDD

Dan lagi-lagi Jamud dan Abu terlihat bagai makhluk tertampan yang Tuhan ciptakan.. terlebih ketika mereka tak bisa menyembunyikan senyum melihat tato baruku yang terukir indah (~_~)

Selebihnya tinggal jalan perlahan, ngesot atau apapun dan tibalah diujung jalan, tanpa ada kesempatan mereguk manisnya Citiis.. langsung lanjuuuut menuju Papandayan..

…. GUNTUR akan Selalu MENGGILA dalam kepalaku..


-Yang Terekam dari balik Lensa-

trek awal... santaaai

papan peringatan pemerintah tentang penambangan... ???


peraturan dan undang-undang hanya formalitas belaka.. T.T


mengintip Cikurai dari kejauhan

pemandangan yang selalu bikin rindu



hamparan ilalang yang luar biasa indahnya


narsis di atas kawah


Jumat, 15 April 2011

Selamat Jalan kawan

Rumah sakit,, rumah tuk si sakit atau rumah pembuat sakit??... hmm.. begitulah perasan ku bila ada di dalamnya.. tak pernah lama diriku bisa bertahan.. dari tensi turunlah, sakit kepala tiba-tiba hingga tak jarang sering nyaris pingsan.. aneeh memang, hingga ada kawan yang bilang kalau tanpa sadar aku punya paranoid akan rumah sakit.. entahlah.. tapi aku benar-benar benci berada di dalamnya, walau hanya menengok seorang kerabat atau kawan yang dirawat.. membuat tak enak hati karena terkesan hanya setor wajah dan pergi.

Rumah Sakit Agung.... Rumah sakit yang sangat familiar denganku akhir-akhir ini.. tempat kami berkumpul beberapa malam minggu belakangan,,

malam minggu... malam yang biasanya diisi dengan pergi ketempat penenang pikiran tapi justru kami habiskan di tempat beratnya pikiran..

"Ngupi di Agung" Istilah yang biasa kami pakai untuk menandakan keberadan kami,, para petualang amatiran dan tidak jelas, gazebo

yupz.. di Agung lah kami berkumpul ketika kami lepas dari rutinitas yang menyita hari hari kami.. di sini kami demi seorang kawan baik, seorang sahabat dan bagai seorang kakak untukku,
Endayani.. atau biasa kami memanggilnya dengan panggilan kesayangan Mpok.

dua tahun sudah dia di vonis LUPUS,, penyakit yang terkenal dengan julukan seribu wajah, atau penyakit auto imun..

teriris rasanya membaca sebuah catatan sorang bunda mengenai putrinya Asa yang terenggut lupus,, dan kini aku menyaksikan langsung kekejaman Lupus menyerang korbannya.. seorang sahabat baik.

sudah hampir sebulan Mpok terbaring di sana, dengan selang-selang besar menembus badannya.. setelah cukup lama absen dari RS.. Ya Allah begitu beratnya kau menguji hambuMu itu.. melihatnya saja sering ku tak mampu.. namun Allah memang tak pernah salah dalam menilai dan menguji kualitas hambaNya. Sesakit apapun dia, sangat amat jarang kami melihatnya bersedih atau mengeluh. senyum dan tawa yang selalu kami lihat, hingga membuat aku sering bertanya-tanya, terbuat dari apakah satu orang ini.. atau sebenarnya tak sesakit tampaknya??..

aah bagaimana mungkin selang-selang besar itu tak menyakitinya,, cairan-cairan mendesak paru-parunya hingga membuat tubuhnya bagai balon yang dibuat asal jadi.. senyumnya menutupi kegelisahannya dan ketidaknyamanannya,, Luar biasa Allah memberikan kesabaran pada dirinya.

melihat yang sakit saja setangguh itu,, bagaimana mungkin aku mengeluhkan rasa tidak nyamannya berada di sana??.. dan aku mencoba tuk bersahabat dengan rasanya..

kemarin malam,,13 April 2011,, ku ada disana menemaninya sebisaku. Dia sungguh terlihat manis sekali, jauuh lebih segar dari malam-malam sebelumnya. cukup banyak yang kami bicarakan,, tentang kawan-kawan kami yang luar biasa peduli padanya, tentang hati kami dan banyak hal lain yang tidak penting namun tetap kami bicarakan.

"selama gw sakit, sekarang nih yang paling enteng, ngerasain paling enak nung!" ujarnya
" Alhamdulillah" ujarku ikut senang mendengarnya, " Insya Allah sembuh"

Subuh di 14 April 2011,, "nung tidur aja dulu,, lo kan gawe,, nanti pusing lagi" ujarnya..

tanpa ba bi bu,, kuturuti sarannya, karena mataku memang sudah semakin berat.

kurang dari dua jam,, erangan pup dan rasa sakitnya membangunkan tidurku.. erangan rasa sakitnya benar-benar mengusik benakku, membuatku terus berdoa dalam keadaan terpejam.. "ya Allah,, kasihanilah dia.. angkat penyakitnya.. sembuhkan ya Allah.. sungguh kasihanilah dia.." sungguh tak tega melihat ada yang mengerang dekatku tanpa ada yang bisa kulakukan untuk meringankan sakitnya.

kurang dari setengah delapan pagi,, sudah rapi dan siap ke kantor.. namun sungguh berat rasanya meninggalkan Mpok dalam keadaan terkulai seperti itu,, pucat pasi dan banjir keringat dingin.. namun aku ingat perkataannya semalam,, kalau kondisi dia saat ini adalah kondisi terbaik dia,, jadi aku yakin baik-baik saja... ku kecup pipinya,, rasanya dingin dan basah.. bahkan sempat kuberi dia minum air yang menurutku sangat panas, tapi katanya hanya hangat.

tiba diparkiran namun rasanya seperti berpijak tidak ditanah,,, bingung tanpa ada penjelasan,, dan ternyata helmku masih dikamarnya... balik lagi ke kamar dan kembali menatap wajahnya... aah aku pasti kan kembali, niatku pagi itu.

sejam baru saja ku berada dimejaku.. baru memulai rutinitas harianku di kantor itu, dan Hp menerima sms dari bang Ochay, yang memintaku meneleponnya... hmmm, ga biasa pikirku

"nung, gw dapet kabar dari fitri kalo enday dah ga ada, lo kan yang terakhir, bener ga?" ujarnya.
bagaikan petir disiang bolong mendengarnya, "jangan becanda!! ga lucu,, baru aja dia gw lihat bae -bae aja!!" teriakku nyaris histeris yang bikin teman-temanku turut terperanjat.

lemas dan sungguh tak percaya,, berharap hanya kabar yang salah,, atau berharap sejelek-jeleknya hanya koma sesaat seperti kamis lalu. ku coba meneleponnya namun tidak ada yang mengangkat... panik mulai melanda. dan tanpa pikir lama lagi sgera kupacu Catty kemabali ke Agung.. Hujan pun tiba-tiba turun ditengah teriknya siang..."Ya Allah,, apa ini pertanda??" tanyaku resah sembari memakai jas hujanku dengan sangat gugupnya.

telepon mulai rame dengan pertanyaan-pertanyaan dari kawan-kawan yang pastinya tak kalah terkejutnya...

504,, berdiri terpaku di depan ruang yang telah kosong..

"di mana penghuninya?" tanyaku dengan perawat jaga..
" udah ga ada mba? jawabnya..
"serius mba?"
" dipastikan saja di ICU di lantai 2.."

lari selari-larinya menuruni tangga karena tak sabar dengan lift yang super lelet..

dan disanalah... Mpok terbaring pucat dengan perawat-perawat yang melepaskan setiap alat medis yang menempel di tubuhnya..

tangisan yang menyayat hati menjadi pengiring latar belakang,,

lututku hampir tak sangup menyangga berat tubuh.. dan hanya bisa bilang dengan suara di seberang sana.. "ndien,, beritanya benar"

"semalam dia baik-baik aja... katanya semalam dia enakan kok" ujarku meyakinkan diri ini

kuraba pipinya yang halus namun sangat dingin..

ya Allah,, kenapa aku begitu bodoh tak melihat tanda-tanda yang sesungguhny sangat jelas.. ya Allah jadikan semua deritanya sebagai penebus dosa-dosanya.. ampuni dan sayangi dia..

sungguh,, tak akan bisa kembali walau disesali dan ditangisi.. semua sudah suratan,, namun sungguh sejam itu sangat berarti bila aku tetap diam disana.. ya Allah
---
ENDAYANI

1973-14 April 2011

tetap selalu ceria walau dalam kondisinya yang buruk

september 2009 ku mengenalmu
singkat memang untuk sebuah perkenalan dan persahabatan
namun banyak pelajaran yang kau torehkan padaku

kemurahan hati
kesabaran
keikhlasan
kebaikan
SENYUM

19 bulan ku mengenalmu,, namun seperti 19 tahun rasanya kedekatan ku rasakan

kini kau kembali menghadapNya

ku yakin karena Allah begitu menyangi dan menjagamu

Doaku selalu bersamamu kakak


pendakian terakhirmu namun awal ku mengenalmu
---
sms terakhir yang kau kirimkan kemarin pagi
(13 April 2011, 08:42)

update pagi: syukur deh bs pegang hp lg n ktik sms n buka fb, wlpun lamaaa nulisnya.. krn loading...
info dokter: msh blm blh plg smpe 21 april, observasi kekentalan darah dan cairan2 yg akan dibuang dll guys, kondisi tiap harinya ada aja yg beda yg harus dihadapi dana ada aja perubahan.. ya membaik... yaa memburuk. tp ada 1 hal tiap harinya yg slalu sama yaitu slalu dapat doa dan dukungan tman2 yg sgt mjadikan gw lbih kuat... berkat kekuatan doa dari kalian sampai kok ke rs agung ini... tx yaaaa... dah ya jgn pd sedih (huuw gr deh gw)... gw ttp semangat tuk sembuh... luv u... enday
---

luv u 2

Jumat, 18 Maret 2011

dari balik jendela

menatap dinding-dinding kokoh
tinggi menghalangi pandangan
mencari celah yang terbuka

aaah
teriakan demi teriakan
terpantul kembali menghantam diri

warna warni mengusik mata
jingga hingga kelabu
kadang redup kadang terang

ada jendela
tempat mengintip sang bulan
tempat menanti sang mentari..

akan ada waktu..
kan kutembus sang jendela..
mencumbu sang surya
merangkul sang bulan..




Selasa, 01 Maret 2011

Miley Cyrus - The Climb - Official Music Video (HQ)



I can almost see it
That dream I am dreaming
But there's a voice inside my head saying
"You'll never reach it"

Every step I'm taking
Every move I make feels
Lost with no direction
My faith is shaking

But I gotta keep trying
Gotta keep my head held high

There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose

Ain't about how fast I get there
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb

The struggles I'm facing
The chances I'm taking
Sometimes might knock me down
But no, I'm not breaking

I may not know it
But these are the moments that
I'm gonna remember most, yeah
Just gotta keep going

And I, I got to be strong
Just keep pushing on

'Cause there's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be a uphill battle
Sometimes I'm gonna have to lose

Ain't about how fast I get there
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb, yeah!

There's always gonna be another mountain
I'm always gonna wanna make it move
Always gonna be an uphill battle
Somebody's gonna have to lose

Ain't about how fast I get there
Ain't about what's waiting on the other side
It's the climb, yeah!

Keep on moving, keep climbing
Keep the faith, baby
It's all about, it's all about the climb
Keep the faith, keep your faith, whoa

Sabtu, 26 Februari 2011

Padi - Sang Penghibur

  • Sang Penghibur


    Setiap perkataan yang menjatuhkan
    Tak lagi kudengar dengan sungguh
    Juga tutur kata yang mencela
    Tak lagi kucerna dalam jiwa

    Aku bukanlah seorang yang mengerti
    Tentang kelihaian membaca hati
    Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
    Tuk merubah nasibnya

    Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
    Senyum menghiasi sang malam
    Yang berkilau bagai permata
    Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
    Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

    Kugerakkan langkah kaki
    Dimana cinta akan bertumbuh
    Kulayangkan jauh mata memandang
    Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

    Masih kucoba mengejar rinduku
    Meski peluh membasahi tanah
    Lelah, penat tak menghalangiku
    Menemukan bahagia

    Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
    Senyum menghiasi sang malam
    Yang berkilau bagai permata
    Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
    Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

    Yang lelah jiwanya…

    Oh..bukankah ku bisa melihat bintang
    Senyum menghiasi sang malam
    Yang berkilau bagai permata
    Menghibur yang lelah jiwanya…

    Bukankah hidup ada perhentian
    Tak harus kencang terus berlari
    Kuhelakan nafas panjang
    Tuk siap berlari kembali…berlari kembali
    Melangkahkan kaki…menuju cahaya

    (Bagai bintang yang bersinar, menghibur yang lelah jiwanya
    Bagai bintang yang berpijar, menghibur yang sedih hatinya)


http://musiklib.org/Padi-Sang_Penghibur-Lirik_Lagu.htm

  • Sang Penghibur


    Setiap perkataan yang menjatuhkan
    Tak lagi kudengar dengan sungguh
    Juga tutur kata yang mencela
    Tak lagi kucerna dalam jiwa

    Aku bukanlah seorang yang mengerti
    Tentang kelihaian membaca hati
    Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
    Tuk merubah nasibnya

    Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
    Senyum menghiasi sang malam
    Yang berkilau bagai permata
    Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
    Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

    Kugerakkan langkah kaki
    Dimana cinta akan bertumbuh
    Kulayangkan jauh mata memandang
    Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

    Masih kucoba mengejar rinduku
    Meski peluh membasahi tanah
    Lelah, penat tak menghalangiku
    Menemukan bahagia

    Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
    Senyum menghiasi sang malam
    Yang berkilau bagai permata
    Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
    Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

    Yang lelah jiwanya…

    Oh..bukankah ku bisa melihat bintang
    Senyum menghiasi sang malam
    Yang berkilau bagai permata
    Menghibur yang lelah jiwanya…

    Bukankah hidup ada perhentian
    Tak harus kencang terus berlari
    Kuhelakan nafas panjang
    Tuk siap berlari kembali…berlari kembali
    Melangkahkan kaki…menuju cahaya

    (Bagai bintang yang bersinar, menghibur yang lelah jiwanya
    Bagai bintang yang berpijar, menghibur yang sedih hatinya)


http://musiklib.org/Padi-Sang_Penghibur-Lirik_Lagu.htm

Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa

Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
Tuk merubah nasibnya

Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

Kugerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

Masih kucoba mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Lelah, penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia

Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

Yang lelah jiwanya…

Oh..bukankah ku bisa melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya…

Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali…berlari kembali
Melangkahkan kaki…menuju cahaya

(Bagai bintang yang bersinar, menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar, menghibur yang sedih hatinya)


http://musiklib.org/Padi-Sang_Penghibur-Lirik_Lagu.htm

Setiap perkataan yang menjatuhkan
Tak lagi kudengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela
Tak lagi kucerna dalam jiwa

Aku bukanlah seorang yang mengerti
Tentang kelihaian membaca hati
Ku hanya pemimpi kecil yang berangan
Tuk merubah nasibnya

Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

Kugerakkan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

Masih kucoba mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Lelah, penat tak menghalangiku
Menemukan bahagia

Oh..bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya
Yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya

Yang lelah jiwanya…

Oh..bukankah ku bisa melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yang lelah jiwanya…

Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali…berlari kembali
Melangkahkan kaki…menuju cahaya

(Bagai bintang yang bersinar, menghibur yang lelah jiwanya
Bagai bintang yang berpijar, menghibur yang sedih hatinya)



-----
suka banget dengan lirik lagu ini...

Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhelakan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali…berlari kembali
Melangkahkan kaki…menuju cahaya