Sabtu, 06 Oktober 2018
Fitrah Seksualitas #Day10
MATERI 
Tanya Jawab 
 Bund… mo tanya doooonkkk…
Kenalan dolo deh sebut saja saya mak ijah 
Dimateri dijelaskan ttg “Penanaman Adab Terhadap Anak”
Nah… klo kasusnya seperti saya yg blm mempunyai privasi kamar ortu yg klo tidur pun keroyokan ber-5 sekasur tp kadang ayahnya yg ngalah sih pindah ke kasur depan scr sempit ye sekasur ber-5  itu bagaimana yak? Apakah disitu ada penyimpangan atau keterlambatan dalam menanamkan adab tersebut tadi?
#mohon pencerahannya ya bunda2 keceeehhh… 

Bismillah..
Apabila anak itu belum tamyiz tidak mengapa tidur dengan orang tuanya.
Jk anaknya sudah tamyiz tp bellum baligh pun tidak mengapa tidur dengan orang tuanya tp harus diusahakan terpisah tidurnya.
Jk anak sudah baligh dan sudah tamyiz makan harus berpisah tidur dgn orang tua dikarena didalamnya terdapat hal yg bisa membangkitkan syahwatnya dan dia akan melihat berbagai kejelekan. Allohu ‘alam
Untuk kondisi anak tidak bisa pisah kamar dgn ortunya,. Bisa disiasati dgn pisah tempat tidur.
Jd misal skrg ada ranjang besar untuk tidur bersama, mulailah dari membeli kasur kecil untuk anak.,jd anak masih 1ruang bersama kita. Awal Tidur masih bareng2 tp saat anak terlelap pindahkan dia ke kasurnya.. dan sounding perlahan saat dia mau tidur jk adik saatnya tidur terpisah dgn ayah ibu karena adik semakin besar., agar pertumbuhan adik bisa maksimal.
Atau untuk kasus mak ijah bisa yg mengalah ortunya.,anak2 sudah terlelap pindah ke kasur lain dalam 1 kamar atau beda kamar lebih baik jk memungkinkan.
Jk ga bisa beda kamar.,untuk ranjang orangtua bisa di skat dgn kain gordyn/sejenis kain pembatas yg digantungkan dan bisa di tarik jk sedang tidak digunakan. Krn adab yg utama dalam hubungan suami istri memang baiknua tertutup dari anak2 walaupun dgn skat kain/lemari.
Apakah disana ada penyimpangan atau keterlambatan dalam penanaman adab?
insyaAlloh klo penyimpangan adab tidak.,tp mungkin ada keterlambatan. Anak2 sewajarnya mulai diajarkan untuk berpisah kamar mulai umur 3th,. Diharapkan 5th sudah bisa tidur sendiri tanpa ditemani orangtua.
(Sumber : Buku anakku ! Sudah tepatkah pendidikannya? Mushtofa al ‘adawi)
  mba Yeni
Assalamualaikum mba dian
Mau tanyak:
Bagaimana solusi nya menurut anda,,jika kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk pisah kamar (rumah hanya sepetak) sedangkan anak sudah 7 tahun sehingga adab tersebut bs berjalan dengan semestinya?
Tengkyuuu

JAWAB :
 Sama dgn pertanyaan no.1
Menambahkan saja..
Anak perempuan lebih diprioritaskan dalam memiliki kamar sendiri jk sudah baligh dan tamyiz, karena daerah aurat perempuan lebih banyak dan perempuan lebih sensitif dan pemalu.
Sedangkan anak laki2 bisa tidur dimana saja (contohnya: ruang keluarga/ ruang tamu)
(Sumber : Pernik-pernik Rumah Tangga Islami, ust.Cahyadi)
 link ini bs jd refrensi ttg tips and tricks tuk pisah kamar anak
Mungkin bisa ditambahkan link ini untuk kiat2 pisah kamar.
https://free.facebook.com/notes/yuk-jadi-orangtua-shalih/bagaimana-cara-memisahkan-tempat-tidur-anak/10150138599300700/?_rdc=1&_rdr
 Idealnya dimulai latihan dr 3y. Atau saat mulai sapih. Karena pisah kamar gak ujug2 langsung bisa. Apalg klo sebelumnya udah betah sekamar sama ortu.
Memang agak beda budaya Asia dan barat. Di barat mereka sdh membiasakan pisah kamar dr bayik
 Assalamualaikum Mba Dian n team
Saya totoro mau numpang nanya sbb:
Bagaimana menyikapi anak yg tidak diajarkan adab dalam keluarga, karena di dalam keluarga tsb membebaskan segalanya (dengan kata lain tugas ortu hanya membesarkan anak tp tidak memiliki ilmu)
 Bila itu tetangga kita maka penuhi hak hak tetangga seperti
1. Tidak mengganggu
2. Menjaga dari org yg ingin berbuat jahat
3.Bergaul dengan baik kepadanya
4. membalas kekasarannya dgn lemah lembut
Sumber: Tarbiyatul Aulad h. 230
 Point 3 dan 4 tetap bersikap baik dan mungkin mereka belum tahu ilmu mendidik anak, perlahan dan sedikit sedikit sebagai org terdekat misalnya sering berbagi kebaikan sehingga mereka berempati dan perlahan lahan mau diajak kpd kebaikan
Dan doakan orangtuanya mbk. Karena kekuatan doa luar biasa, seperti mengayuh sepeda, pelan tapi pasti sampai tujuan.
Tambahan dari pengalaman mbk Yessy
Ini aku ngalamin banget 
Salah satu cara mensiasatinya ketika anak tsb main ke rumah, kita ajarin anaknya, kyk mau masuk rumah salam dulu, mau buka kulkas ijin dulu, mau ambil mainan bilang dulu dan beresin lagi setelahnya.
Trus kalo lagi main ke rumah temennya, kita pesenin dulu ke anak kita hal2 tsb di atas tadi, kalo temennya ngajak main di dalem kamar ortunya, anak kita gak boleh ikut masuk.
Kalo anak terpaksa main di kamar anak temennya krn mainan atau buku disana semua, pintu harus selalu terbuka dan sering2 ditengokin.
#Fitrah_seksualitas
#game_level11
Kamis, 04 Oktober 2018
Fitrah Seksualitas #Day9
Tema: Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas Anak
Apa itu Fitrah Seksualitas?
Pendidikan Seksualitas
Fitrah Based Education
Peran Ayah
Peran Ibu
Kesalahan yang biasa terjadi
Solusi dari kesalahan
Apa itu Fitrah Seksualitas?
Mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya. Yaitu bagaimana seorang lelaki berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagaimana lelaki Juga bagaimana seorang perempuan berfikir, bersikap, bertindak, merasa sebagai seorang perempuan.
Prinsip Fitrah Seksualitas
Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)
Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anaklelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.
Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada
tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.
Pendidikan Seksualitas
Menurut Ustadz Bendri Jaysurrahman, Islam membuat patokan bahwa pendidikan seksualitas terkait dengan terpenuhinya tiga hal :
a. Seksualitas yang benar, tentu patokannya adalah Syari’ah, yaitu bagaimana perilaku orang lakilaki secara AlQur’an dan Sunnah. Bagaimana mengajarkan anak sesuai dengan kaidah Syari’ah yang tidak boleh kita meniru cara-cara Barat yang diharamkan. Contohnya, cara Barat apabila seorang ayah ingin mengajarkan tentang laki-laki, khususnya tentang organ kemaluan, maka si bapak mengajak anak laki-lakinya untuk mandi bersama. Telanjang bersama, lalu ditunjukkan kemaluan, ini namanya ini, fungsinya ini, dan seterusnya. Yang demikian itu sangat bertentangan dengan ajaran dan adab Islam, di mana seorang anak laki-laki yang mumayyis (sudah bisa membedakan antara kanan dan kiri), maka ia sudah punya adab terhadap orangtuanya. Bahkan seorang anak untuk masuk ke kamar orangtuanya saja harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Tidak sembarangan. Itulah salah satu patokan pendidikan dalam Islam.
b. Seksualitas yang sehat, yaitu berkaitan dengan faktor kesehatan. Bagaimana disunahkan laki-laki untuk ber-khitan, terkait dengan fungsi kesehatannya. Dan itulah salah satu yang diajarkan dalam Islam.
c. Seksualitas yang lurus, artinya sesuai dengan fitrahnya. Jangan sampai ada anak laki-laki badannya gempal, berotot, tetapi gayanya seperti orang perempuan (maho, homo). Dompetnya-pun berwarna pink. Dst.
Fitrah adalah sejenis software yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada seorang anak. Berbeda dengan pemahaman orang Barat yang menyatakan bahwa anak itu ibarat kertas putih, tinggal orangtuanya yang mengisinya. Sedangkan dalam Islam, seorang bayi sudah mempunyai programsoftware, sudah ada fitrahnya, pertama ia (bayi) itu Islam. Lihat Al-Qur’an Surat Al A’raaf ayat 172:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi“. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari: 2278).
Di dalam Al-qur’an kisah percakapan ayah dengan anaknya ada 14 kali dibandingkan dengan ibu yang hanya 2kali. Para ayah harus berdialog dan memiliki keakraban serta komunikasi yang baik dengan anak-anak. Bahkan penting sekali seorang ayah berdialog kepada anak melalui nasehat pada tulisan. Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata, “Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.” (Tuhfah al Maudud hal. 123)
Fitrah Based Education
Menurut buku Fitrah Based Education karangan Ust. Harry Santoso tentang fitrah seksualitas, pada usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada fase menyusui, di usia 3 – 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun. Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan "saya perempuan" atau "saya lelaki". Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai. Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat. Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak-anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya Rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan. Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.
Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 - 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan. Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis. Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan. Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anakanak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya.
Fitrah Peran Ayah
Penanggung jawab pendidikan
Man of visson and mission
Sang ego dan individualitas
Pembangun sistem berpikir
Supplier maskulinitas
Penegak profesionalisme
Konsultan pendidikan
The person of "tega" Fitrah
Peran Ibu
Pelaksana harian pendidikan
Person of love and sincerity
Sang harmoni dan sinergi
Pemilik moralitas dan nurani
Supplier feminitas
Pembangun hati dan rasa
Berbasis pengorbanan
Sang “pembasuh luka”
Kesalahan yang biasa terjadi
1. Orangtua yang acuh terhadap sisi maskulini dan sisi feminim anak.
- Orang tua yang tidak mengingatkan anak laki-lakinya yang berpenampilan menyerupai perempuan, atau anak perempuan yang menyerupai laki- laki
- Kurang memperhatikan dengan siapa anaknya bergaul
- Tidak memberikan pengertian kepada anak tentang bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh terlihat oleh orang lain.
- Orang tua ada, tapi seperti tidak ada. Misal, ketika anak bermain, orang tua menemani tapi sambil bermain gadget.
- Anak laki- laki yang kekurangan sosok ayah dalam kesehariannya, akan kekurangan sisi maskulinnya atau bahkan terjadi penyimpangan, begitu pula sebaliknya.
- Lupa mengajak mereka bermain. Lupa kalau mereka sungguh masih anak-anak. Dan bila sudah remaja, mereka lupa mengajak anak-anak bicara soal ketertarikan pada lawan jenis, sudah mendapat tanda2 baligh atau belum.
- Kuatkan pondasi keimanan anak sejak dini
- Mendidik anak mulai dari aspek aqidah, akhlaq, social kemanusiaan dan jasmani
- Ajarkan anak untuk memabaca dan memahami Al-Quran
- Menjadi figur ayah sebagai sosok lelaki sejati dan menjadi panutan bagi anak dan ibu menjadi figure yang penyayang dan lemah lembut
- Mendidik anak sesuai gendernya, seperti untuk anak laki-laki, latihlah ia untuk menjadi imam solat berjamaah, latih sikap kepemimpinan, latih untuk menjadi seorang yang bijak, dan latih keterampilan fisik. Untuk anak perempuan, perintahkan ia menutup aurat, bersama ibu, latihlah ia untuk senang mengerjakan pekerjaan rumah.
- Menerapkan Gadget Hours. Membuat kesepakatan bersama pasangan untuk meletakkan ponsel saat sedang bersama keluarga
- Mengedepankan quality time
- Bangun komunikasi produktif antar keluarga hingga anak tidak segan menceritakan apapun
“Setiap anak dilahirkan dlm keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari&Muslim)
- Bergabunglah dengan komunitas pendidikan. Misal komunitas home education. Agar anak tak kehilangan figur ayah/ibu.
- Jika anak sudah usia 7 ke atas, sesekali boleh dititipkan 1 atau 2 malam pada keluarga sholih yang kita sudah sepaham ttg pendidikan anak. Usia 10 tahun bisa di magangkan di keluarga sholih. Keluarga sholih , yg punya pemahaman yg sama dengan kita ttg penumbuhan fitrah seksualitas.
- Cari sosok pengganti (bisa paman, bibi, atau kakek, nenek).
- Yang terpenting anak tidak kehilangan contoh/teladan sbg ayah/ibu.
“Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun berada, dan perbuatan buruk itu hendaknya diikuti dengan perbuatan baik yang bisa menghapus dosanya, dan pergaulilah orang-orang dengan akhlaq yang baik” (HR. At Tirmidzi 1906, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami, 97).
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al Maidah: 2).
“Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (HR. At Tirmidzi 2507, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad 388, Ahmad 5/365, syaikh Musthafa Al ‘Adawi mengatakan hadits ini shahih dalam Mafatihul Fiqh 44)
Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailahaillaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)
Renungkanlah … Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, هللا ا ذ ه م ق و ما أ ه ر ً ف م ا ب ه س ط و م ال ر ا فل ال س ط فل “Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho (terhadap ujian tersebut) maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah (terhadap ujian tersebut) maka baginya murka-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah At Tirmidzi berkata bahwa hadits ini Hasan Ghorib)
Pertama, firman Allah Ta’ala, و ل أ طف ذٌ ال م ال ه روا ل سا ع و را عل ى ٌ الن “Atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita..” (QS. an-Nur: 31) Ayat ini menunjukkan bahwa anak kecil – yang belum tamyiz – belum mengerti aurat wanita. Kemudian disebutkan dalam hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, د ك م م روا و ة أ ال ص ب نا ه م و ب أ بو ه م سن ٌ س ب ٌ ها وا ر ب نا و ه م عل أ ف ى ب ٌ ن ه م و ف رق وا سن ٌ ع ر ج م ا ال
“Perintahkan anak kalian untuk shalat ketika mereka sudah berusia 7 tahun. Dan pukul mereka (paksa) untuk shalat, ketika mereka berusia 10 tahun, serta pisahkan mereka -antara anak laki dan perempuanketika tidur.” (HR. Abu Daud 495 dan dishahihkan al-Albani).Ada 2 usia dalam hadis di atas, usia tujuh tahun yang mulai diperintah menjalankan shalat. Dan usia 10 tahun yang sudah harus dipaksa untuk shalat dan tidurnya dipisahkan dengan saudaranya yang lawan jenis. Berdasarkan hadis di atas, ulama hambali memberikan rincian,
[1] Anak yang usianya di bawah 7 tahun, tidak ada aurat. Dalam arti, orang tua atau orang lain boleh melihat auratnya, termasuk kemaluannya.
[2] Usia 7 sampai 10 tahun. Jika laki-laki batas auratnya adalah aurat besar, kemaluan depan dan belakang. Jika anak perempuan auratnya antara pusar sampai lutut.
[3] Di atas 10 tahun, auratnya sama dengan orang dewasa. Jadi, pengenalan organ vital yang disebut sebagai aurat menggunakan bahasa yang lebih santun sebab islam mengedepankan rasa malu.
Read more https://konsultasisyariah.com/28364-batas-aurat-anak-kecil.html
Rabu, 03 Oktober 2018
Fitrah Seksualitas #Day8
halaman:
1⃣ Cover.
2⃣
Pengertian
Fitrah seksualitas : bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati.
#Pada tahap selanjutnya, pengenalan yang benar terhadap fitrah ini akan menuju pada fitrah keluarga. Setelah fitrah keluarga terbangun, maka manusia yang mengenal fitrah gender/seksualitasnya dengan benar akan mampu mendefinisikan diri mereka pada peran keayahbundaan dengan tepat. (Harry Santosa, FBE).#
# Fitrah seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan anak sejak lahir sampai usia 15 tahun dengan figur ayah dan ibu secara utuh dan seimbang.#
3⃣
Perbandingan Fitrah peran Ayah dan Fitrah Peran ibu
...
Ayah
● konseptor visi dan misi
● pembangun sistem berfikir
● penegak profesionalisme
● The person of "tega"
● lambang maskulinitas
● sosok pemimpin
● sang pelindung
...
Ibu
● pelaksana visi dan misi
● ratu lemah lembut
● sang pembasuh luka
● lambang feminitas
● pembangun hati dan rasa
● berbasis pengorbanan
● pemilik moralitas dan nurani
4⃣
Mungkinkah Fitrah seksualitas orang tua bisa keluar dari jalurnya??
Apa sebabnya???
1. gaya hidup yg salah & Lingkungan yg kurang baik.
# Lingkungan yg salah bisa berupa teman2 suami atau istri yg memiliki kebiasaan buruk yg berhubungan dgn penyimpangan perilaku#
2. Trauma dengan org tua saat kecil.
# seorang ayah atau ibu yg memiliki trauma dgn org tuanya saat kecil bisa memiliki sifat buruk yg sama dgn org tuanya. Dan mengulangi kesalahan yg sama dgn pasangannya#
3. Pengasuhan yg tak seimbang
#Seorang ibu yg sangat dominan dalam rumah, sedangkan di lain pihak ayah yg sangat cuek dan hanya sibuk bekerja atau sebaliknya#
Karena Penyimpangan seksualitas bukanlah bawaan genetis
#Sehingga orang tua sangat mungkin utk menumbuhkan, menjaga dan membentengi anak2nya thd penyimpangan seksual#
5⃣
Untuk menghindari penyimpangan,kita harus sering berkomunikasi, ada beberapa cara komunikasi yg sesuai petunjuk Al Qur'an:
1. Qaulan Balighan (perkataan yang merasuk dan membekas dalam jiwa),
2. Qaulan Kariman (perkataan yang bermanfaat dan menjadikan pihak
lain tetap dalam kemuliaan),
3. Qaulan Maisura (perkataan yang baik, lembut, dan melegakan),
4. Qaulan Ma’rufan (perkataan yang baik dan tidak menyakitkan)
5. Qaulan Layyinan (perkataan yang lembut, meyakinkan, dan rasional)
6. Qaulan Sadiidan (perkataan yang benar, jujur dan tepat sasaran)
Dengan komunikasi dan pembiasaan di keluarga, kita berharap agar anak bisa BMM ( Berfikir, memilih, Mengambil keputusan) dengan baik.
Sehingga diharapkan anak menjadi ayah atau ibu yg sesuai dgn perannya.
6⃣
kapankah bisa dikatakan bahwa fitrah seksualitas ortu menyimpang atau keluar dari jalurnya??
- tanpa sadar memberi contoh gaya hidup salah
#contohnya biasa bepergian dengan yg bukan Mahrom atau berpakaian tidak menutup aurat#
- memperlakukan pasangan dengan buruk
#memperlakukan pasangan dengan buruk bisa mengakibatkan trauma psikis pada anak2 jangka panjang, dalam hal ini kasus2 LGBT, kekerasan seksual dan penyimpangan lain bisa diakibatkan karena hal ini.#
#saat orang tua tidak bisa menjadi contoh teladan yg baik bagi anaknya. serta tidak bisa menjalankan peran sesuai gendernya masing2, sadarlah bahwa proses menuju masalah telah dimulai#
7⃣
Kapan kah ortu memulai mengembalikan Fitrahnya yang sudah terlanjur keluar jalur?
#saat org tua mulai menyadari ada yg salah dengan situasi dan kondisi dalam keluarganya, saat itulah ia harus segera mencari pertolongan, terus belajar dan memperbaiki fitrahnya.#
#dan Pastikan kita selalu menjasi Sumber Jawaban Pertama dan Utama setiap kali anak bertanya tentang SEx. di tengah derasnya tantangan jaman.#
8⃣
Mengapa Fitrah seksualitas orang tua dulu yang harus dikembalikan/dipulihkan?
1. Karena sosok orang tua lah yg menjadi Role model pertama dan utama dalam kehidupan anak.
2. Juga menjadi Sosok yg akan mendidik dan membangkitkan fitrah seksualitas anak dari lahir sampai pra Aqil baliq.
Rasulullah Sholawlahu 'alaihi Wassalam Bersabda:
Tidaklah seorang bayi lahir kecuali dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. (H.R. Imam Bukhari)
Bagaimana jika Fitrah seksualitas ortu terlanjur keluar dari jalurnya???
"siapakah" yang dapat membantu mengembalikannya???
1. Pertolongan Allah.
#Setelah niat yang kuat dari dalam diri, kuatkan ibadah dan tetap Istiqomah, karena Hijrah itu mudah, tapi Istiqomahlah yg berat#
2. Diri sendiri
#Tetaplah optimis, karena Allah telah menginstall parenting pada tiap fitrah ayahbunda. Maka setiap malam sebelum tidur bermohonlah kepada Allah agar Ia mendidik anak-anak kita, serta mengkoreksi segala kesalahan dan kelemahan kita, sehingga kelak kita pantas untuk menjadi contoh yang baik untuk anak2 kita.#
3. Pasangan
#kita butuh atau harus menjadi pasangan yg siap mendukung dan membersamai proses kembalinya kesadaran akan fitrahnya masing2#
4. Lingkungan yg mendukung,
# dalam hal ini bisa lingkungan keluarga ataupun lingkungan sosial yg baik akan mendukung proses kembalinya fungsi fitrah org tua.
5. Orang2 yang dianggap ahli dan berkompeten dibidangnya,
#misalnya ahli parenting, psikolog. Bisa juga dengan mengikuti kelas parenting ataupun komunitas tertentu, demi perbaikan diri
Jumat, 28 September 2018
Fitrah Seksualitas #Day 7
🍉 Sulis
Assalamu'alaikum. Tema yang menarik menggali rusaknya fitrah seksual pada anak. Anak sangat dekat dengan media elektronik spt hp dan tv. Sedangkan di media ini banyak sekali unsur2 pornografi, dari bersentuhan lawan jenis, membuka aurat, kissing bahkan. Seberapa besar pengaruh tontonan negatif berbau pornografi merusak otak anak dan mempengaruhi tingkah laku anak kedepannya ?
Bagaimana pengaruhnya jika ada anak yang secara tidak sengaja melihat orang tuanya melakukan hubungan intim ? Bisa jadi karena masih tidur sekamar. Apakah usia anak saat tidak sengaja melihat kejadian itu berpengaruh terhadap besar kecilnya efek negatif pada anak tersebut ?
Terima kasih.
Maaf pertanyaannya double .... temanya menarik.
JAWABAN
1⃣
Dampak (BAHAYA) Pornografi pada anak
🔆 Ibarat smartphone, manusia juga punya sebuah operating system. Operating system buatan Allah SWT yang sangat canggih bernama otak.
🔆 Menurut Jordan Grafman, PhD, peneliti Neuroscience dari University of Wisconsin-Madison, Di otak bagian depan, terdapat bagian otak yang hanya ada di manusia, dan membedakan dengan binatang, bernama Pre Frontal Cortex, kita singkat PFC.
🔆 PFC ini sangat penting, karena berfungsi seperti pemimpinnya manusia. PFC bertanggungjawab untuk konsentrasi, memahami nilai benar salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berpikir kritis, dan merencanakan masa depan. PFC lah yang bertanggungjawab membentuk kepribadian dan perilaku sosial.
🔆 Bisa dibayangkan jika fungsi PFC rusak pada otak seorang manusia, maka manusia itu akan ter-dehumanisasi, dan bisa berperilaku seperti binatang, bahkan lebih buruk.
🔆 Nah, PFC itu bisa dirusak oleh benturan dan zat kimia. Zat kimia ini bisa berasal dari NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Tapi sumber paling berbahaya adalah zat kimia yang dipicu karena melihat pornografi.
💣 Jadi pornografi merusak otak terutama di bagian PFC, sehingga disebut Narkolema : Narkoba Lewat Mata.
💣 Saat seseorang melihat konten porno, konten tersebut merangsang aktifnya senyawa kimia otak bernama dopamin. Dopamin memberi efek senang sekaligus ketagihan.
💣 Jika sudah ketagihan, dopamin yang diaktifkan akan terus meningkat jumlahnya. Bagian otak yang mengaktifkan dopamin (sistem limbik) akan terus distimulasi sehingga ukurannya semakin membesar. Jumlah dopamin yang membanjir akan dialirkan ke otak bagian depan, terutama ke bagian PFC. Saat dopamin membanjiri PFC, PFC menjadi tidak bekerja. Jika PFC terlalu sering tidak bekerja, ia akan menciut. Sistem limbik yang membesar dan PFC yang menciut, lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan PFC.
💣 Kerusakan otak yang terjadi akibat pornografi, menurut Dr. Donald Hilton Jr, Ahli Neurosurgical dari University of Texas, jika di scan menggunakan alat bernama MRI, akan memberikan hasil yang sama dengan kerusakan otak orang yang kecelakaan dan terbentur kepalanya di atas alis kanan mata.
💣 Dr. Donald Hilton juga mengatakan bahwa jika narkoba merusak otak di 3 bagian, maka pornografi merusak otak di LIMA bagian jika seorang pecandu pornografi melakukan hubungan seks dengan anak-anak.
sumber:
Ini sumbernya:
https://windafrestikawati.wordpress.com/2015/09/18/melindungi-anak-dari-pornografi/
2⃣Memang terkadang sangat konyol saat anak melihat orangtua berhubungan intim maka usahakan untuk tidur terpisah kamar dengan anak pada saat anak sudah mulai bisa berpura-pura tidur.
Jika anak belum mau pisah kamar, maka orangtua lah yang harus mengalah untuk pindah kamar saat berhubungan intim.
Jika berpisah kamar juga tidak memungkinkan karena kondisi tempat tinggal yang terbatas misalnya kos atau kontrakan yang tidak memiliki kamar lain.
Maka sebaiknya orangtua mencari waktu yang tepat saat anak-anak sedang benar-benar tertidur dan usahakan menutup badan dengan selimut.
Karena, jika anak melihat orangtua berhubungan intim secara tidak sengaja, akan mengakibatkan efek buruk bagi psikologis anak, diantaranya:
Anak marah kepada orang tua karena belum paham tentang konsep berhubungan intim antara suami dengan istri
Anak menjadi penasaran, ingin tahu dan ingin mencoba, ini yang berbahaya!
Anak merasa jijik karena melihat sesuatu yang bertentangan dengan nilai yang diajarkan kepadanya
Jika anak melihat orangtua berhubungan intim pada usia diatas 3 tahun, maka besar kemungkinan dia akan teringat kejadian itu sepanjang hidupnya
Anak menjadi kehilangan konsentrasi karena ingatan tentang berhubungan intim tersebut mengacaukan pikirannya.
Lalu bagaimana jika anak sudah terlanjur melihatnya?
Beberapa tindakan berikut ini bisa dilakukan oleh para orangtua untuk memberikan pendidikan yang baik pada anaknya tentang hubungan suami & istri, yaitu:
Jika anak melihat orangtua berhubungan intim, yang terpenting bagi ayah dan ibunya adalah jangan panik.
Jelaskan pada anak bahwa ayah dan ibu perlu waktu untuk berdua saja, nanti ibu dan ayah akan menyusul lagi ke kamar.
Katakan pada anak: “Sayang, maaf ya kalau ayah dan ibu tadi membuatmu takut, ibu tidak apa-apa kok”
Ajarkan anak untuk bisa menghormati privasi orang lain dengan cara mengetuk pintu sebelum masuk kamar
Orang tua harus lebih berhati-hati dan jangan lupa menguci pintu.
Jika anak bertanya tentang apa yang sedang dilakukan, maka sebaiknya dijawab bahwa karena ayah sayang sama ibu, makanya ayah peluk ibu.
Jika anak sudah cukup puas dengan jawabannya maka cukupkan penjelasan.
Jika anak masih bertanya lagi “Kenapa tidak pakai baju? ”
Maka jelaskan bahwa ayah sayang sama ibu, ayah dan ibu tidak pakai baju karena agar ibu dekat sama ayah, dan itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa, oleh ayah dan ibu yang sudah menikah.
Meskipun pada usianya belum tahu konsep menikah. Tapi setidaknya dia akan terus mengingat bahwa berhubungan intim yang dilihatnya itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa yang sudah menikah, insya Allah dia akan paham pada waktunya.
Jangan memberikan jawaban bohong pada anak
Misalnya ayah lagi main kuda-kudaan, atau ayah dan ibu lagi kegerahan makanya buka baju, mungkin itu akan menjadi solusi sementara untuk orang tua, tapi tidak untuk solusi jangka panjang, karena anak akan terus mengingat kejadian ini.
Itulah beberapa tindakan sebagai bentuk parenting pada anak jika dihadapkan pada kondisi anak melihat orangtua berhubungan intim.
sumber:
Ini sumbernya:
www.jatik.com/amp/parenting-anak-melihat-orangtua-berhubungan/
🍉Yeni
1. Menurut anda kartu larva itu layak ga untuk d tonton sm anak2..(krna suka kentut sembarangan)🤭🤭🤭
Tp aq suka nontonnya🙈🙈
2. Sebagai masyarakat sosial apa yg harus d lakukan kita untuk anak yg haus perhatian dan kasih sayang (karena anak sudah tak memiliki orang tua dan hanya memiliki nenek yg sdh tua)..
3. Terjadinya pola asuh double antara nenek/kakek dan si ibu ,,apa yg harus d lakukan sebagai orang tua bila terjadi ketidaksesuaian prinsip walaupun kita sudah komunikasi trus ke nenek/kakek?
JAWABAN
1. Menurut kami pribadi sih selama menonton nya didampingi dan diberikan arahan mana perilaku baik dan yang buruk. Ngga apa-apa juga ya..walau sebenarnya kartun larva adalah kartun dewasa.
2. Ini kejadian di sekolah kakak. Peran komunitas menjadi sangat penting disini. Sehingga anak tidak merasa sendiri. kalaupun bisa, mengenal keluarga terdekatnya om/tante/sepupu untuk turut memerhatikan..
karena se-intensnya peran masyarakat sosial, tetap.. mereka punya batas ke anak.
Pengalaman2 di keluarga sih, kalau semisal ada anak yang orang tuanya meninggal duluan, adaa aja om/tantenya yang ambil alih pengasuhan..
3. Pola asuh double sering banget terjadi ya. Walau cuma nginep ato main sebentar aja dirumah nenek. Mungkin disinilah peran komunikasi produktif perlu kita terapkan lagi.
Bahasa yg santun dan pengertian ke anak dan nenek/kakeknya insha allah bisa selama konsisten kita lakukan sehingga anak tidak memandang bahwa nenek baik, mama jahat.
Baiknya sebelum kerumah nenek tekankan kebiasaan yg bisa orangtua lakukan biasanya, sehingga anak sudah tidak terpengaruh pengasuhan nenek yg salah.
🍉 Frisdayani
Terkait Inner child yang berpengaruh dalam pola asuh anak. Kedua orang tua sadar akan ada inner child yg negatif keduanya sedang berproses untuk berdamai, tapi pola asuh yg salah sudah terlanjur terlakukan.
Pertanyaannya: apa yg sebaiknya dilakukan bagi orang tua yg sedang berproses berdamai dengan diri tetap bisa menumbuhkan fitrah seksual anak sesuai jalurnya??
JAWABAN
Tetap optimis, karena Allah telah menginstall parenting pada tiap fitrah ayahbunda.“
Bahkan pada tiap ayahbunda parenting yang diinstall pun berbeda-beda. Begitulah hebatnya ilmu Allah.
Selain belajar tentang fitrah anak, mari belajar fitrah ayahbunda. Karena yang paling ahli mendidik anak bukanlah saya, tapi ayahbunda mereka.
Fitrah ayah dan fitrah bunda adalah karakter-karakter yang Allah lekatkan pada mereka, yang mempengaruhi perilaku dan pola asuh mereka terhadap anak-anak mereka.
Fitrah ayahbunda itu minimal ada tiga :
Pertama, fitrah sebagai manusia biasa yang punya kebutuhan, kelebihan, kelemahan, kegembiraan, keletihan, emosi dan sebagainya. Jadi, dalam pendidikan anak perlu disadari bahwa : ayahbunda juga manusia, bukan robot parenting
Kedua, fitrah sebagai laki-laki dan perempuan, yang wujud dalam maskulinitas dan femininitas. Sehingga, dalam pengasuhan dan pendidikannya ayah dan bunda harus berbasis pada karakternya sebagai laki-laki dan perempuan.
Ketiga, fitrah sebagai orangtua bagi anak-anaknya, yang memiliki hak, kewenangan dan kewajiban atas anak-anak. Mereka bukan hanya pengasuh dan pelayan, tapi juga pemimpin dan pengelola.
Jangan sampai teori parenting yang kita pelajari melumpuhkan naluri, intuisi dan firasat parenting kita.
“Minta fatwalah pada hatimu, karena kebajikan adalah apa-apa yang menenteramkan hati” (dari HR: Ahmad 4/227-228)
Mereka-mereka yang terbiasa dengan amalan nafilah (sunnah), maka Allah akan menjadi mata, telinga, tangan dan kaki, yang dengannya di melihat, mendengar, bekerja dan berjalan (dari Hadits Qudsi)
Belakangan kita agak mengabaikan dan kurang mempertajam firasat. Padahal Rasulullah SAW bersabda :
“Hati-hatilah dengan firasat mu’min. Sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah”
Parenting yang baik adalah parenting yang mampu meningkatkan kepercayaan diri para Ayahbunda untuk mendidik anak-anaknya sendiri berdasarkan fitrah pendidikan.
Parenting yang buruk adalah parenting yang membuat Ayahunda tergantung kepada para mentor parenting dalam mendidik anak-anaknya.
Jika ditanyakan kepada saya “apa modal yang terbaik dalam parenting?”, maka saya akan mengatakan modal terbaik dalam parenting adalah cinta dan ketulusan.
Sebagai Ayahbunda dengan segala kelemahannya, maka kita pasti akan melakukan sejumlah kesalahan dalam mendidik anak-anak kita. Namun, cinta dan ketulusan akan mengkoreksi segala kelemahan dan kesalahan tersebut.
Sungguh, andai kita hanya mengandalkan kemampuan kita saja dalam mendidik anak-anak kita, tentulah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kacau dan durhaka.
Namun, Allah tak pernah tidur mengintervensi dan memperbaiki segala kelemahan dan kesalahan kita dalam mendidik anak-anak kita.
Maka setiap malam sebelum tidur bermohonlah kepada Allah agar Ia mendidik anak-anak kita, serta mengkoreksi segala kesalahan dan kelemahan kita.
Bashirah dalam hal apapun lahir dari totalitas, dedikasi dan kepedulian yang tinggi terhadap segala hal yang akan kita tangani.
Allah telah berjanji bahwa orang-orang yang total dan dedikatif dalam menangani segala hal, maka Allah akan menunjukkan banyak jalan baginya. Dan mereka mereka yang telah menjual dirinya kepada Allah, diantaranya melalui pendidikan bagi anak-anaknya, maka Allah akan menjadi penyantun baginya.
Sahabat, Tentang cara mempertajam bashirah saya sudah menyampaikannya di atas
Salah satu indikatornya adalah : jika hati kita tenteram untuk melaksanakan sesuatu terhadap anak-anak kita, walaupun itu bertentangan dengan sejumlah teori parenting, maka sesungguhnya ketentraman hati itu adalah pertanda dari bashirah Islamiyah.
🍉Ishfi
Assalamualaykum mau tnya
🚒🚒🚒🚒🚒
wiuww wire ya
Perkenalkan nama saya stephanie,
mau tanyaa
1. dijelaskan bahwa innerchild orang tua sangat bisa mempengaruhi pola didik ke anaknya. Bagaimana jika ketika kecil seseorang diperlakukan keras oleh orangtuanya. dan ketika memilik anak, si orangtua malah balas dendam dengan memanjakan anak. istilahnya "dendam" agar anaknya tidak mengalami hal yg sama seperti dirinya. Apakah itu pengaruh dari innerchild juga? bagaimana mengatasinya
2. sebuutkan adegan film spongebob yang mengarah ke LGBT?
-neng ipil-
JAWABAN
1. Mungkin bukan dendam ya..tp lebih ke substitusi agar diri merasa lebih baik. Apakah hal itu iya juga pengaruh dr inner child?iya. Proses tuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dan berdamai dengan diri harus terus dilakukan.
2. Saat spongebob main ke rumah Patrick lalu peluk2an.
Saat mereka memelihara kerang lalu Spongebob dan Patrick berperan sebagai orang tuanya.
Byk deh..harus didampingi bener klo nonton Spongebob
Kamis, 27 September 2018
Fitrah Seksualitas #Day6
Present by Kelompok 10
Arti Fitrah seksualitas
- Menurut KBBI :
Fitrah dapat di artikan sebagai sifat asal, kesucian, bakat dan pembawaan.
Sedangkan seksualitas adalah 1.ciri, sifat, peranan seks dan dorongan seks.
- Menurut Ust Harry Santosa
Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai dengan "fitrahnya" sebagai lelaki sejati atau perempuan sejati.
Pentingkah untuk dibangkitkan fitrah seksualitas pd anak? Mengapa?
Sangat penting, karna pada era sekarang kejahatan seksual sudah memprihatinkan.
Tujuan diperkenalkan hal tsb adalah untuk :
🌈Supaya anak mengetahui identitas dirinya apakah ia laki laki atw perempuan.
🌈Supaya anak dpt menjalankan perannya dikemudian hari
🌈Dapat mengajarkan anak bagaimana caranya melindungi diri dari kejahatan seksual yg marak skrng ini.
Dan sangat penting bagi anak untuk mengetahui dan menumbuhkan kan fitrah seksualnya sedini mungkin oleh orang tua walaupun sebagian masyarakat sekitar masih menganggapnya adalah hal yg tabu, hal yg tdk pantas untuk di informasi kan. Oleh karena itu orang tua juga perlu bekerja sama dgn lembaga pendidikan tempat anak anak kita bersekolah agar informasi tersebut dapat diterima tak hanya oleh anak tapi juga oleh orang lain. Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21 "bahwa Allah menciptakan manusia itu secara berpasangan pasangan, laki-laki dan perempuan".
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan gender
Menurut Caplan (1987) gender adalah perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan selain dari struktur biologis, sebagian besar justru terbentuk melalui proses sosial dan kultural. Jadi gender sangat berkaitan erat dengan kultur.
Perbedaan gender tidak akan menjadi masalah jika tidak menimbulkan ketidakadilan (Ridwan, 2006:25)
1. Ketidakadilan Gender
Budaya patriarki banyak dianut oleh bangsa-bangsa timur.
Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial (Charles E, Bressler 2007)
Ketidakadilan gender merupakan salah satu dampak yang diakibatkan oleh budaya patriarki.
Wujud ketidakadilan gender :
♦Marginalisasi (meminggirkan perempuan)
♦Subordinasi atau penomorduaan
♦Stereotipe atau citra baku
♦Kekerasan
♦Beban ganda
2. Pergaulan dan perilaku seks bebas
Sebagian besar tafsiran agama barat menempatkan perempuan pada titik yang diapresiasi namun dibungkam dalam ruang yang sempit, hanya pada sektor domestik (Khemal Andrias : 2016)
Pergaulan dan seks bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, istilah bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada.
😱 Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya ataupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsunya (hasil survei KPAI dan Kemenkes Oktober 2013 yang dilansir di kompasiana.com)
😱 http://daerah.sindonews.com, bahwa tercatat hingga Juni 2016 setidaknya ada 47 siswi SMA dan SMP yang hamil dan putus sekolah akibat seks bebas yang mereka lakukan.
Dari seks bebas juga bisa mengakibatkan tertularnya penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS.
Faktor penyebab seks bebas :
⛔Kekuatan iman yang memudar
⛔Kurangnya perhatian orang tua
⛔Rasa ingin tahu yang tidak terkendali terhadap seks
⛔Tontonan tidak mendidik (internet, televisi dan gadget lain)
⛔Rendahnya pengetahuan tentang seks bebas
⛔Salah pergaulan
3. Penyimpangan seksual
LGBT juga merupakan salah satu efek dari masuknya budaya barat di era globalisasi ini. Akan tetapi menurut Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI, keberadaan LGBT sejatinya sudah lama melekat di simbol-simbol budaya Nusantara, diantaranya :
Reog Ponorogo
Hubungan warok sebagai pemimpin reog dan gemblak (laki-laki berparas tampan yang menaiki kuda lumping) yang biasanya berperan sebagai selir pribadi.
Budaya di suku Bugis, Sulawesi Selatan
Masyarakatnya membagi jenis kelamin dalam 5 klasifikasi. Laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), laki-laki yang seperti perempuan (calabai), perempuan yang seperti laki-laki (calalai) dan yang tertinggi adalah bukan laki-laki juga bukan perempuan (bissu).
SOLUSI
1. Kesetaraan gender (emansipasi wanita).
Manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan Allah sesuai kodratnya berdasakan kelebihan & kekurangannya. Secara fisik, kodrat manusia tidaklah sekuat laki-laki, namun bukan berarti wanita memiliki perbedaan hak & kedudukan dengan laki-laki, walaupun tidak dalam segala hal. Dalam QS. An-Nahl : 97 menyatakan bahwa Allah memandang kedudukan laki-laki dan wanita sama, baik dalam hak maupun kewajiban sebagai seorang muslim. Namun tetap ada batasan dalam kesetaraan gender seperti yang dijelaskan QS. An-Nisa : 34 bahwa laki-laki berkewajiban sebagai pemimpin dan wanita perlu taat terhadap laki-laki yang menjadi pemimpin & pelindungnya.
2. Usaha menangkal seks bebas :
1. Menghindari lingkungan buruk
2. Membatasi waktu keluar rumah
3. Mengisi waktu luang
4. Jangan salah pergaulan
5. Memperdalam iman
6. Tidak mencoba-coba
7. Peranan orang tua
3. Kejahatan dan penyimpangan seksual
Pada tahun 2015, KPAI menyatakan kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahunnya dan secara garis besar kelompok pelakunya yaitu orang tua, tenaga pendidik beserta orang2 disekitar lingkungan sekolah, dan orang yang tidak dikenal (Siska, 2016). Menurut peneliti pendidikan, Derajat (1971) dan Komariah (2011), model pendidikan yang direkomendasikan dalam mencegah kejahatan & penyimpangan seksual, yaitu :
💫Penyelamatan hubungan ibu-bapak, sehingga menjadi contoh permodelan anak dalam pergaulan & kehidupan anak
💫Pendidikan agama islam mulai usia dini. Menanamkan keyakinan kepada Tuhan & bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajarannya, maka rasa keyakinan itu yang kan mengawasi segala tindakan, perkataan bahkan perasaan sang anak.
💫Pendidikan moral. Moral bukanlah suatu pelajaran atau ilmu pengetahuan yang dapat dicapai dengan mempelajarinya tanpa ada pembiasaan hidup bermoral, karena moral tumbuh dari tindakan kepada pengertian dan perlunya peranan orang tua, guru & lingkungan sekitar anak tersebut.
Mencegah kejahatan dan penyimpangan seksual sejak dini menurut Islam (keterangan jelas ada di jurnal ta’dib, namun juga telah dibahas Oleh kelompok 1) :
❗Memperkenalkan jenis laki-laki dan wanita serta batas aurat.
❗Memisahkan tempat tidur anak.
❗Mengajarkan adab meminta zin.
❗Menanamkan jiwa maskulin dan feminim pada anak
❗Mendidik agar senantiasa menjaga pandangan mata
❗Mendidik agar tidak melakukan khalwat & ikhtilat
❗Mengajarkan akan nilai pernikahan
#presentasikeenam
1⃣
Assalamu'alaikum.
Titip pertanyaan ya.
Menarik sekali fitrah seksualitas dikaitkan dengan kultur. Bagaimana mengenai pernikahan anak di bawah umur biasanya rentang usia belasan tahun? Meski sehatinya belum melakukan hubungan suami istri.
Dalam islam diperbolehkan. Contoh pernikahan aisya dengan rosululloh. Contoh nyata anak ustdaz arifin ilham menikah dini. Secara ekonomi sudah mempunyai maisyah/pendapatan sendiri.
Terima kasih.
Sulis.
💋💋💋
Pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang mempunyai tujuan utama memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara pernikahan dini merupakan ikatan pernikahan yang salah satu atau kedua belah pihak berusia dibawah 18 tahun.
Hujum Islam memiliki beberapa prinsip yakni perlindungan pada agama, harta, jiwa, keturunan dan akal. Menikah muda menurut Islam sendiri tidak melarang adanya pernikahan dini asalkan sudah baligh dan sudah sanggup memberikan nafkah jasmani dan rohani.
Istilah pernikahan dini merupakan istilah kontemporer yang dikaitkan dengan waktu tertentu. Pada era awal abad ke-20 dan sebelumnya, pernikahan wanita usia 13 dan 14 tahun menjadi hal yg biasa. Namun pada masyarakat sekarang ini, wanita menikah dibawah usia 20 dianggap sebagai pernikahan dini.
Menurut pendapat Imam Muhammad Syrazi dan Asadulla Dastani Benisi, budaya pernikahan dini dibenarkan dalam islam dan sudah menjadi norma muslim sejak mulai awal islam.
Ibnu Syubromah menyikapi pernikahan yang dilakukan oleh Rasul dengan Aisyah bahwa ini adalah ketentuan khusus untuk Nabi SAW. Akan tetapi menurut pakar mayoritas hukum islam memperbolehkan pernikahan usia dini dan menjadi lumrah dikalangan para sahabat dan sebagian ulama melumrahkan juga yang merupakan hasil interpretasi Surat al Thalaq ayat 4.
Di Indonesia, fenomena pernikahan diusia anak-anak menjadi kultur sebagian masyarakat Indonesia yang masih memposisikan anak perempuan sebagai warga kelas ke-2. Para orang tua ingin mempercepat perkawinan dengan berbagai alasan ekonomi, sosial, anggapan tidak penting pendidikan bagi anak perempuan dan stigma negatif terhadap status perawan tua.
Batasan menikah diatur dalam pasal 7 ayat 1 UU nomer 1 tahun 1974 adalah 19 thn untuk laki-laki dan 15 tahun untuk perempuan. Akan tetapi menurut berita dr CNN Indonesia bahwa pemerintah melalui kementrian PPPA dan kemenag berencana menaikkan batas usia nikah dan merevisi UU no.1 tahun 1974 tentang perkawinan.
Walaupun dari sisi agama, kultur maupun hukum sebenernya membolehkan dan seperti yang kita ketahui bahwa hukum dasar pernikahan adalah sunnah, namun bisa berubah wajib pelaku jika pernikahan tdk dapat menahan iffah dan akhlak ,dan menjadi haram ketika bertujuan untuk menyakiti ataupun krna harta dan membahayakan.
Referensi :
https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/pernikahan-dini-dalam-islam
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180416180732-20-291207/pemerintah-bakal-naikkan-batas-usia-nikah-di-uu-perkawinan
Fitrah Seksualitas #Day 5
🤖 Pertanyaan 1⃣dan2⃣
Mba Dini K,
Kalau terlanjur adik kaka mandi bareng gmn? Sama2 laki2..
Iyaa jd anak aq 6th adek'a 2th.. AA'a suka pengen mandi bareng sama adek'a tp ttp aq yg mandiin adek'a sih..
Kdang suka mau mandi bareng gt..
Mba Frisda , Penjelasan apa yang dapat diberikan ke anak2 ketika kita mulai melarang mereka mandi bersama, baik dengan sekandung maupun sepupu. Karena yg pling berat tantangannya di sepupu
Mereka suka aneh klw hal2 yg umum berbezee dengan kita,
🍒 JAWABAN
Menurut Dr.Fran Walfish seorang psikoterapis hubungan dan keluarga, secara umum usia paling baik untuk berhenti memandikan anak berbarengan dengan kakak atau adik dengan gender berbeda adalah usia empat tahun.
Dr.Boyke menerangkan pula pada usia 5 tahun anak harus sudah dilarang untuk mandi bersama.
Hal ini disebabkan karena pada usia ini organ reproduksi anak sudah mulai berkembang, sehingga anak mulai merasakan respons seksual.
Anak pada usia ini juga sudah mulai tahu dan paham bagian tubuhnya dan orang lain.
Pada saat mandi bersama (apalagi dalam kondisi tidak berpakaian sama sekali) anak akan mudah mengenali bagian-bagian tubuh milik saudara/temannya, bahkan tidak jarang terkadang menunjuk atau menyentuhnya.
Selain itu tidak mandi bersama juga salah satu upaya untuk menjaga adab (dari fitnah) karena polosnya anak-anak seringkali menceritakan kejadian-kejadian yang dialaminya, termasuk aktifitas mandi bersama ini. Dikhawatirkan anak akan menceritakan aurat saudaranya kepada oranglain.
Beberapa alternatif penjelasan yang bisa diberikan pada anak-anak misalnya, :
🍭 Karena kakak sudah besar, harus mandi sendiri-sendiri, malu kan nanti auratnya kelihatan sama...
Menjelaskan konsep malu dan aurat boleh dilihat dalam kondisi darurat saja, insyaallah pelan-pelan anak akan memahami..
🍭 Jika anak tetap ingin mandi bersama maka harus memakai pakaian dalam supaya tidak terlihat aurat kubronya.
Wallahua'lambishawab
🤖Pertanyaan 3⃣
Mba iis arifah,
berapa batasan usia anak perempuan masih boleh dimandikan ayahnya?
Dan bagaimana menjelaskan ke anak agar mereka mau tdk mandi sama ayahnya.. 😁👍🏻
🍒 JAWABAN
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, pernah menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Daimah, ditanya, “Aku pernah masuk kamar mandi bersama anak perempuanku yang berusia beliau 5 dan 7 tahun. Aku melakukannya dalam rangka untuk membantu mereka membersihkan rambut mereka. Apakah berdosa jika aku melihat aurat mereka?”
Jawaban beliau rahimahullah, “Seperti itu tidaklah mengapa. Selama anak tersebut di bawah tujuh tahun, maka tidak ada aurat yang terlarang dilihat baginya, baik itu anak laki-laki maupun anak perempuan. Tidak mengapa memandikan atau membantu mereka ketika mandi. Semuanya tidaklah mengapa. Adapun jika anak tersebut sudah di atas tujuh tahun, maka jangan lakukan. Tutuplah aurat mereka dan jangan aurat mereka disentuh kecuali bila ada hajat. Kalau ada hajat, maka tidak mengapa jika ibu atau pembantunya memandikan mereka ketika anak tersebut belum bisa mandiri untuk mandi.
Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1833-ayah-melihat-aurat-puterinya.html
🤖 Pertanyaan 4⃣
Mba Aina,
Apa yg menjadi penyebab anak fase 0-7 tahun memainkan alat genitalnya?
Apakah itu normal? Apakah karena rangsangan2 pergaulan, tontonan atau apa? Atau memang alamiah saja, wajarnya begitu...
🍒 JAWABAN
Apakah normal anak memainkan alat genitalnya?
Berdasar literatur yang kami baca hal tersebut normal dan wajar dilakukan oleh anak usia 3-7 tahun.
Menurut teori psikoanalisis pada usia 3 atau 4 tahun sampai usia 5tahunan, anak sedang berada pada fase phalic.
Fase phalic merupakan sebuah fase dimana anak merasa kepuasan dan kenikmatan berada pada area organ genitalnya. Normalnya akan berhenti pada usia 5-6tahun.
Meski hal ini wajar dan normal terjadi, terkadang ada orang tua yang "shock" lalu dengan mudahnya memarahi anak, namun bukan berarti pula orang tua membiarkan begitu saja.
Orang tua tetap harus mengawasi dan memberi pengertian pada anak.
Berikan pengertian pada anak secara perlahan bahwa tidak boleh memegang alat kelamin terus menerus atau menggesekkan pada benda lain karena khawatir akan terinfeksi kuman kotor dan bisa juga jadi sakit.
Beberapa cara pengalihan atau komunikasi yang bisa orangtua lakukan diantaranya ;
🍭Ajak si kecil bermain dengan tujuan mengalihkan keasikannya ini
🍭Tanya dengan santai kenapa dia suka memegang alat kelaminnya, syukur-syukur sudah bisa komunikasi jadi kita bisa tahu jawabannya,
🍭Sering berikan pelukan, karena kemesraan dengan orang tua bisa membuat anak nyaman, sehingga dia gak perlu mengeksplorasi hal yang tidak penting tadi.
🍭Hendaknya diberitahu utk tdk memainkan alat kelamin atau menggesekkan alat kelamin ke benda lain krn nanti akan sakit dan kemungkinan tangan yang tidak bersih saat pegang-pegang kelamin.
🍭Orang tua tidak merespon secara berlebihan agar anak bisa terbuka bercerita apa yang menyebabkan ia menyentuh2 kelaminnya itu.
🍭 Hindari marah spontan saat melihat perilaku anak menyentuh kelamin.
Mba Eka : hati2 dgn respon ya jgn terlalu berlebihan ketika anak melakukan megang2 itu. karena ketika kita responnya lebay bisa2 malah jd boomerang.
izin curhat ya mod, kalau Zu ya ini pengalaman aku, ngga semua anak begini.. malah suka ‘sengaja’ gtu buat ngetes respon kita. misaaal nih, dia nyanyi lagu syantik (ini kejadian paling baru aku kecolongan) terus aku kaget, terus ngga ngomong baik2 main tegur2 sambil kesel, berulang2 dia nyanyi lagu ituuu depan akuuu hiksss
🤖 Pertanyaan 5⃣
Mba Yeni,
Mengingat maraknya pemerkosaan yang dilakukan orang terdekat seperti ayah kandung .kakak. paman dsb..
Menurut anda kedekatan dan batasan yang seperti apa mengajarkan anak perempuan ke ayah dan sodara laki2nya?agar dapat menghindari kasus pemerkosaan yg d lakukan oleh orang terdekat..
🍒 JAWABAN
Menurut kelompok kami,
Untuk mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual ataupun pemerkosaan diantara anggota keluarga, hal-hal yang bisa dilakukan ialah,
🍍Menguatkan pondasi agama dari anggota keluarga sejak dini,
🍍 Memisahkan kamar anak perempuan dan laki-laki,
🍍Membiasakan anak perempuan (terutama menginjak usia remaja) untuk menjaga aurat meski didalam rumah *memakai pakaian yang sopan,
🍍 Tidak mandi bersama / dimandikan meski oleh ayah sendiri
🍍 Mengajarkan anak bagaimana cara melindungi diri (upaya-upaya preventif dalam kondisi darurat)
🍍 "Mengamankan" anak dari lingkungan yg kurang kondusif. Misalnya tidak membiarkan anak perempuan hanya tinggal berdua saja dengan ayah sedangkan sang ibu bekerja jauh dari rumah (ex.TKW,)
🍍Membangun lingkungan yang tidak rawan konflik, karrna memiliki pengaruh yang tidak baik bagi anak-anak.
🍍Bangun komunikasi yang baik dengan anak. Ajari si kecil untuk mengingat dan menceritakan kembali setiap kejadian yang dialaminya pada hari tersebut.
Ini juga Ada tips memberdayakan anak dari dalam dirinya
Diantaranya :👇🏻
1. Tumbuhkan rasa percaya diri anak, sehingga anak tidak mudah ditekan orang lain, memiliki daya tolak atau tidak mudah dirayu.
2. Ajarkan pendidikan seksualitas sejak dini. Perkenalkan anggota tubuh anak, dan tunjukkan bagian mana saja yang harus dilindungi dan tidak boleh disentuh, kecuali oleh mama, papa, atau dokter dengan didampingi mama-papa.
3. Bagian tubuh mana sajakah yang dianggap privat dan harus dilindungi itu? Paha, mulut, alat kelamin, dada, dan pantat/
dubur.
4. Jangan memaksa anak untuk memeluk atau mencium orang lain (sekalipun itu saudara dekat), apalagi jika anak tidak mau melakukannya. Bersalaman saja cukup (itu pun kalau dia tidak menolak, ya). Hal ini penting untuk menumbuhkan penghargaan dirinya atas tubuhnya sendiri dan menajamkan instingnya pada orang-orang sekitarnya.
Mba Eka : yg paling bawah setujuuu banget (Bangun komunikasi yang baik dengan anak), skrg gini, kenapa kita perlu sih sering2 ngobrol sama anak2 terus membangun kebiasaan cerita apa aja aktifitas, perasaan & review harian.. tujuannya ya untuk bisa mengingat menceritakan kembali dll
sekaraaang, kalau kita masih ada respon2 ngagetin, rawannya di anak bisa mikir : ah ngapain gw cerita, ntar juga paling diomelin/diresein dll
kenapa anak bohong? karena respon2 ngagetin tadi..
atauuu karena larangan2 otoriter yg ngga jelas kenapa dilarang nya dll
jadi yuk mari yuk perbaiki pola komunikasi, kurangin (kalau bisa hilangin) komunikasi yg ngga memberdayakan..
biasakan : punya tujuan, mau ngomong apa sama anak, lalu atur strategi : ntar mau ngomong dgn tujuannya begini, cara nya gimana..
yaelah ribet mau ngomong pake strategi..
itulah kenapa Allah kasih kita otak utk mikir kan, buat dipake mikir strategi berkomunikasi biar efektif, efisien, ngga perlu merepet nada tinggi dll
*ini ngomong sama cermin ya ekalucu
Senin, 24 September 2018
Fitrah Seksualitas #Day3
MATERI :
MENUMBUHKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK USIA 7-14 TAHUN
Manusia Lahir Fitrah, Yaitu Membawa Potensi Baik
Manusia lahir dengan fitrah, yaitu suci dan berpotensi baik. Manusia lahir bukanlah sebagai kertas putih, Tuhan telah membekali dengan potensi potensi baik, ibarat gawai yang telah dilengkapi dengan aplikasi aplikasi canggih. Selain itu, Tuhan juga telah menjadikan otak manusia dilengkapi dengan bagian yang tidak dimiliki oleh mahluk manapun yaitu Pre-Frontal Cortex (PFC). PFC memiliki fungsi luhur akal budi, kemampuan berbahasa, merencanakan, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan fungsi kontrol. Inilah lagi lagi bukti bahwa manusia diciptakan Tuhan sebagai sebaik baik penciptaan. Maka tugas orangtua untuk menjaga potensi baik anak anak agar tetap baik atau mengupayakan agar menjadi lebih baik ini, sesungguhnya telah dimudahkan oleh Tuhan, tetapi malah banyak orangtua yang justru abai atau bahkan merusaknya.
Dari berbagai rujukan paling tidak ada 7 fitrah atau potensi dasar manusia. Salah satunya adalah fitrah seksualitas.
Fitrah Seksualitas
Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Kelainan fungsi alat reproduksi yang bersifat biologis yang disebut interaksi atau Ambigua Genitalia adalah kelainan yang bisa di koreksi secara medis. Pada anak perempuan akan mewujud dalam bentuk fungsi memproduksi sel telur, mengandung, menyusui, dan merawat. Pada anak laki-laki mewujud dalam peran membuahi, melindungi dan menafkahi. Fitrah seksualitas tumbuh sempurna bersama melalui interaksi baik dengan ayah ibunya maupun dengan sekitarnya sejak dalam kandungan hingga usia baligh.
"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan dari dirinya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali."(An-Nissa [4]:1)
Menumbuhkan fitrah seksualitas anak usia 7 - 14 tahun
Melihat ulasan diatas kita dapat memahami bahwa kita terlahir sudah dengan fitrahnya. Fitrah yang seharusnya tetap terjaga sejak lahir hingga nanti dewasa. Sebagai orangtua, kita pun harus bisa menjaga fitrah pada anak agar tetap tumbuh subur sejak ia lahir sampai dewasa nanti.
Sumber : Buku Enlightening Parenting
Penulis : Okina Fitriani
Tanya Jawab
1. Dhian farah
Bismillah,
Dimateri dipaparkan tentang pentingnya "menyuplai" sisi maskulinitas dan feminitas pada anak,
Minta tolong dijelaskan lagi (sekalian contohnya) tentang proporsi 75% dan 25% nya dong..
Mamaciih
#presentasiketiga
Bismillah kami coba jawab ya
#presentasi ketiga
Maskulinitas merupakan sebuah payung yang dapat merangkum apa saja yang termasuk dan disebut maskulin dan atau juga tolak ukur yang menyangkut nilai dan norma yang maskulin. Maskulin yang saya maksud adalah oposisi dari feminine
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maskulin diartikan sebagai bersifat jantan atau jenis laki-laki sementara feminin diartikan sebagai bersifat kewanitaan, mengenai atau menyerupai wanita
Misalnya, orangtua cenderung memberikan baju warna pink bagi anak perempuan sementara anak laki-laki diberikan baju warna biru.
Hal ini karena pink memiliki makna feminin yang lebih cocok dilekatkan pada perempuan dan warna biru memiliki makna maskulin sehingga ia dilekatkan pada laki-laki.
Berbagai peran, pekerjaan, aktivitas, sifat bahkan benda juga seringkali dihubungkan dengan femininitas dan maskulinitas.
Motor besar, panjat tebing, logis, kuat, kepala keluarga adalah hal-hal yang maskulin.
Sementara alat kosmetik, mudah menangis, sekretaris, merawat, lemah lembut disebut sebagai hal-hal yang feminine
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)”
Manajemen maskulinitas dan feminitas.
Pada laki-laki tetap saja ada unsur feminitas, begitupun pada perempuan ada unsur maskulinitas, tapi tidak dominan. Unsur tsb dibutuhkan bukan dihilangkan. Yang penting adalah bagaimana memanage-nya.
Laki-laki membutuhkan cinta, kasih sayang, kepedulian, feeling, firasat.
Perempuan harus berani berkata tidak, berani menolak, berani tampil beda, daya analisis. Jika tidak di manage dengam baik akan menimbulkan bahaya.
2. Yeni
Minta statement dan tanggapan mengenai pemberitaan ttg pernikahan di bawah umur anak d bawah umur (anak sd minta nikah dengan anak sma),apakah hal ini wajar atau tidak?
Dan faktor apa menurut anda bisa bisa berakibat si anak memiliki hasrat ingin menikah muda?
Apa yang harus d lakukan sebagai orang tua milenial menghadapi anak yang memiliki pikiran dan hasrat menikah?
#presentasiketiga
Jawaban:
#presentasi ketiga
Jawaban pertanyaan mba Yeni
UU Perkawinan sebenarnya tidak mengenal adanya perkawinan anak atau pernikahan dewasa. UU Perkawinan hanya memberi batasan minimal usia ideal bagi warga negara untuk menikah, yaitu setelah berumur 21 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja, UU Perkawinan membolehkan laki-laki berumur di bawah 19 tahun dan perempuan di bawah 16 tahun untuk menikah, selagi mendapat dispensasi dari pengadilan, dalam hal ini Pengadilan Agama
Di sini, orang tua dan keluarga dituntut lebih banyak berperan mendorong putra-putrinya menikah setelah menginjak usia ideal. Seandainya terpaksa harus menikah di bawah umur, maka selain izin orang tua, juga harus mendapat dispensasi pengadilan.
Soal penikahan dibawah umur saya kurang setuju kenapa ? Karena dari segi mental dan fisik anak dibawah umur belum siap. Kehidupan pernikahan bukanlah main-main selain untuk ibadah juga kita ke depannya sudah harus bisa mandiri
Kemudian dari segi mental anak di bawah umur harus dibimbing oleh orang tua dan wajib menerima pendidikan sedangkan dari segi fisik sepengetahuannya sebagai wanita kalau tid2ak salah rahim wanita dibawah umur belum siap untuk mengandung jadi tidak baik untuk kesehatan.
Faktor"nya mungkin pergaulan yang terlalu dekat antara lawan jenis
Orang tua yang memfasilitasi Anak"nya gadget yang super canggih yang memudahkan Anak"nya mengakses tontonan"yang belum saatnya
Peran orang tua yang kurang mengajarkan ilmu Agama bagaiman adab bergaul antar lawan jenis.
Sebagai Orang Tua Milenial lebih banyak mendekatkan Anak"nya kepada Ilmu Agama
Karna secara tidak langsung saat Anak"lebih memahami ilmu agama otomatis akan meredam hasrat
Apalagi dalam islam diajarkan untuk Berpuasa karna dengan puasa akan menahan hawa nafsu
3. Neneng Mida
Yg dilingkari biru itu pemisalan utk anak 7-10tahun ya? Apa tidak terlalu cepat untuk menjelaskan mengenai sperma? Apa anak umur SD sudah bisa mencerna hal tsb dengan baik? ☺
#presentasiketiga
Pertanyaan no 6 dari mba nurjannah ya
6. Nurjannah
Assalamualaikum...
Umur brp baru bisa dijelaskan ttg konsekuensi sperma? N bagaimana menjelaskan nya??
#presentasiketiga
Jawaban:
Jawaban untuk pertanyaan no3 sama 6 y teman "
#,Presentasi ketiga
Sebaiknya disampaikan kpd anak di usia prabaliq menjelang 10 biasanya. Atau disampaikan bersamaan dg materi pelajaran di sekolah ketika pembahasan tsb. Karena konsekwensi dari keluarnya sperma ketika anak sudah mimpi basah adalah mandi besar. Kalau mandi besarnya tidak bisa / belum betul, apakah sholatnya nanti diterima?
Ini harus disampaikan oleh orang tua
Tambahan jawaban pertanyaan 6
Mau menambahkan sedikit, dari jawaban di atas ya mba eunji, belum pengalaman sama anak laki-laki tapi punya ponakan laki-laki2, jadi si ayah yang menjelaskan ke anak laki-laki, yang intinya adalah ketika si anak nanti sudah merasakan mimpi basah itu mereka sudah mengerti bahwa itu adalah masa baligh mereka beseeta konsekuensinya, kenapa sebaiknya si ayah? Karena kan katanya ada sensasi rasanya atau ga ada, sang ayahlah yg berpengalaman. Cmiiw, silahkan yg mau sharing pengalaman dwngan anak laki2 nya
Tambahan dari mba ria
Ini tugas ayah yang menjelaskan tentang sperma, karena apa ? Karena ayah yg mengalami mimpi basah secara real.
Klo menurut ibu elly risman, ayah harus buat cairan semacam mani (dari tepung, yg agak kental & encer) untuk menjelaskan perbedaan mani & madzi (Cairan yg keluar sebelum sperma). Karena konsekwensi dr keduanya berbeda. Madzi najis, mani tidak najis.
4. Indah dwijayanthi
Pertanyaannya:
Bagaimana cara seorg ayah dalam memberikan supply maskulin dan bagaimana cara seorg ibu dalam memberikan suply feminitas..
#presentasiketiga
Jawaban pertanyaan 4
Coba jawab pertanyaan ke4 dari mba Indah
#presentasi ketiga
Cara seorang Ayah memberikan supply maskulin adalah sejak kecil sang Ayah slalu melibatkan Anak laki"nya dalam kegiatan sehari",Misal dari segi Agama seorang Ayah slalu mengajak Anak laki"nya sholat subuh berjamaah karna sholat berjama'af itu wajib bagi laki".
Kalo dari segi fisik Ayah sering mengajak Anak laki"untuk bermain permainan yang menantang Fisik misal main bola,bersepeda bersama,atau bisa diajak membantu mencuci motor atau mobil ya
Kalo untuk Ibu memberikan supply feminitas pada Anak perempuannya,bisa dengan mendadani Anak"perempuannya dengan pakean yang anggun dan warna"cantiek seperti warna pink
Sering diajak membantu kegiatan memasak atau bersih"rumah
Bantu menjaga adik"nya
5. Ishfi
Assalamualaykum mbae. Izin bertanya
Bagaimana jika anak sdh terlanjur terpapar video porno. Adekku pas 5 sd pernah diliatin yutub gituan sama temennya😭. Adekku langsung nangis krn takut dosa. Arka takut masuk neraka. Ngaku sama ibuku. Nah temennya ini gimana ya mba? Dia yg menyebarkan virus2 gituan. Aku kesian jg sama temennya si arka ini
#presentasiketiga
Jawaban:
Coba jawab pertanyaan mba Isfie
#Presentasi ketiga Diapresiasi anak sudah mau jujur bercerita kepada ibu. Perlu di beri pijakan lagi tentang adab dalam pergaulan. Mana kawan yang membawa manfaat dan yang harus dijauhi.
Untuk teman tsb kemungkinan besar sudah kecanduan pornografi, perlu terapi ke psikolog dengan pendampingan orang tua. Yang nyata² lalai dalam mendidik anak.
Sabtu, 22 September 2018
Fitrah Seksualitas #day2
Resume kel.5
✋ Materi ✋
✋Sesi Tanya Jawab✋
☝ IkhwatunNisa
Menurut data KPAI tahun 2017 bahwa kasus LGBT adalah kasus terbesar kedua di indonesia kan, berarti sudah banyak sekali orang yg terkena kasus LGBT ini, jadi *Bagaimana Cara melindungi dan menjaga anak2 kita dari orang2 LGBT yang bisa kapan saja mereka temui di lingkungan sekitarnya? Bagaimana tanggapan dari kelompok 5. Terima kasih*
👍 Tentu saja fitrah seksualitas dan fitrah individualitas mereka harus dididik dan ditumbuhkan dengan sebaik baiknya melalui kelekatan yang mendalam bersama para orangtuanya sejak tahapan usia 0- Aqilbaligh di usia 15 tahun. Bonding time saat membersamai anak-anak yang baik dari ayah dan ibu inilah yang kelak menumbuhkan fitrah seksualitasnya dengan sempurna dan berjalan sebagaimana perannya nanti saat dewasa.
Cara melindungi dari LGBT
1. bangun kedekatan dengan anak, karena dengan hubungan yg dekat dgn anak, insyaAllah anak akan terbuka & mau sharing sama kita.
2. hentikan kesalahan pengasuhan mulai saat ini, seperti mengancam kosong, labelling, dll karena ini bisa membuat kita menjadi orang tua yg inkonsisten di depan anak. Resiko nya jika ttp melakukan kesalahan pengasuhan : kata2 kita ngga ada artinya di mata anak (anak ngga percaya sama kita)
3. tumbuhkan rasa cinta kepada Allah dengan senantiasa menumbuhkan syukur.. dengan syukur maka akan tumbuh ketaatan, dengan sendirinya anak akan patuh pd aturan Allah
4. melakukan briefing/roleplaying, bagaimana sikap yg perlu kita tunjukkan kepada orang yg terkena penyimpangan seksual.. ini bisa disesuaikan dgn keluarga masing2.. jika merasa tidak bisa membantu, maka lebih baik dihindari drpd terpengaruh.. namun ttp ajarkan menghindar/menolak dengan cara yg sopan & ttp saling menghormati
☝ Yessi
Mau tanya mbak, anak saya 5,5 tahun baru punya adik mulai tanya tentang kehamilan, sampai akhirnya *"gimana bisa ada dede di perut mama? Afham tuh bingung koq bisa ada dede di perut mama.."*
Waktu itu karena masih bingung sy jawabnya karena Allah kasih 😆, nanti kita sama2 baca di buku yaa, trus abis itu lupa. *Gimana cara jawab yang benar ya mbak?*
👍 untuk anak usia 5.5 tahun kayanya belum perlu dijelaskan mengenai proses reproduksi ya.. mungkin bisa melalui cerita aja bahwa anak itu hadir dari pernikahan mama & papa.. mama & papa mengundang adik utk hadir & Allah mengizinkannya maka Allah mengizinkan mama utk hamil..
karena adik kita ini adalah undangan, maka kita perlu sambut & jaga trs dgn baik ya (nah dr sini bisa mulai fokus ke penyambutan adik aja) ngga perlu fokus ke proses pembuatan nya (dulu)._ *sumber : buku EP
Pada tahap ini anak-anak belum bisa membedakan antara imajinasi dan kenyataan, oleh karena itu perlu sangat berhati-hati dengan apapun yang kita katakan dan kita lakukan. pikirkan dan rencanakan sungguh-sungguh jawaban atas pertanyaan mereka karena akan terserap masuk ke pikiran bawah sadar. *sumber buku: EP
✒ Dimengerti mbak Dini, makasih banyak yaa kelompok 5 😘😍
Pengalihan pembahasan ke merawat dede sy rasa akan berhasil, karena anak umur segini masih mudah teralihkan ya.. Waktu kejadian itu lagi di perjalanan, pas mentok sy alihkan liat pemandangan dan berhasil 😆
✔✔✔✔✔
▶ ishfi Matriks: mba mau nanggepin. gimana kalo misal tetiba ditanya anak, terus kita gatau jawabannya terus kita panik😱 daripada salah ngomong yekan,, mau nanya dulu misal ke temen2 bunsay.
BIlang ke anaknya gimana ya mba?
👍 oke kalau gtu santai aja.. control response kita dgn tetap tenang, sambil bilang : ooo mama belum tau jawabannya, kita catet yuk pertanyaannya nanti kita cari jawabannya sama2 ya..
kita itu ngga perlu jadi mr/mrs know it all yg tau semua jawaban dr pertanyaan anak.. saat2 tertentu kita bisa cari jawaban bareng2.. atau utk anak dgn usia lebih dewasa bisa nanya : menurut kamu gimana?
✔✔✔✔✔
☝ yeni
Bagaimana memberikan pengertian ke anak jika lingkungan kebanyakan anak perempuan sedangkan anak sy laki2...karena pengaruh lingkungan sangat kuat yang dimana si anak selalu ikut main k anak2 perempuan tsb
👍 1. kita perlu buat aturan yg jelas di keluarga, mengenai permainan apa yg boleh & tidak boleh dilakukan bersama teman perempuan. Misalnya : main dandan2an, main makeup2an dll. Yg boleh main apa dong : contoh main sepeda bareng, main permainan tradisional dll
2. kalau aturan udah fix, jelaskan ‘why’ nya kenapa kita ngga boleh main dandan2an : karena make up dll itu hanya utk perempuan, sementara kakak laki2.. makeup bukan utk laki2 dll — boleh memasukkan value2 yg diinginkan sesuai value keluarga masing2
3. roleplaying bagaimana menolak ajakan jika diajak main perempuan & bagaimana cara mengajak main yg netral misalnya.. semua aturan yg ditetapkan perlu kita pikirkan baik2 skenario apa yg mungkin terjadi, kemudian ajarkan anak melakukan roleplaying
4. apresiasi anak jika berhasil bermain dengan baik dgn teman lawan jenisnya.. apresiasi tidak perlu yg materil misalnya : makan kue buatan bersama2, piknik ke taman dll
5. berikan teguran efektif, ingatkan pd kesepakatan/aturan & fokus pada solusi tentu mendampingi anak saat bermain jika memungkinkan.. jika tidak, buat aturan utk saling menceritakan apa yg terjadi saat anak tidak bersama kita.
✔✔✔✔✔
☝ Dhian
Di poin usia 2-5th dijelaskan mengenai permainan anak perempuan dan laki-laki yang berbeda dan jk terbiasa utk dibedakan maka anak2 akan paham akan gendernya masing2. Saya menangkapnya begitu.
Berarti memang seharusnya dibedakankah? Atau ada batasan tertentu mengenai hal ini?
👍 Perlu dibedakan itu untuk permainan2 yg berhubungan dengan peran gender, tapi sebenernya ngga terlalu banyak sih permainan yg mesti dibedain gender nya.. beberapa di antaranya :
- ketika anak laki2 main boneka, oke jika dia berperan sebagai ayah nya si boneka yg mengganti popok, memandikan dll.. yg ngga boleh : ya kalau anak laki2 nya menyusui si boneka nya, atau hamil
- main dandan2an / salon2an.. ini cukup jelas ya udah dijawab di pertanyaan sebelumnya
✔✔✔✔✔
☝halimah
Bagaimana menghadapi anak trouble maker?
👍 Setiap anak dimanapun beràda pasti bertemu dengan karakter pengganggu.
* kuatkan mental anak untuk siap menghadapi lingkungan yang tidak diinginkan.
* komunikasikan dg orang tua nya
jadi gini, ini ‘rumus umum’ menghadapi perilaku anak yg ngga sesuai sebenernya (applied to every kids kayanya)
1. kita harus paham dulu bahwa anak itu fitrah nya baik.. jd perilaku yg menurut kita trouble maker ini pasti ada ‘alasan’ di balik itu.. bisa jd anak ini ngga ada temennya jadi cari perhatian atau kebanyakan nntn sinetron misalnya
2. kalau ketemu ‘alasan’ nya baru cari solusi nya sama2, kalau anaknya bukan anak kita, kita rapport building/pdkt dulu sama orangtuanya, trs ngobrol2 baik2 menyampaikan concern kita, sambil ditanya : apa yg bisa aku bantu? kalau orgtuanya ngga tertarik dgn solusi kita, ya kita deketin anaknya sambil nanti kita install2 value yg baik ke anak itu.. dgn berbagai cara yg possible kita lakukan
3. kalau anaknya anak kita, tentu kita cari solusinya sendiri dengan memperhatikan ‘alasan’ dibalik perilaku nya.. anak2 itu perlu kita bantu & masih bisa kita ajarin.
✔✔✔✔✔
#Fitrah_seksualitas
#Game_level11
#KuliahBunsayIIP








