lagi - lagi posting soal hati.. ya ya ya.. membosankan, tapiii tetap saja bergumul dengan logika.
postingan sebelumnya menggambarkan pandangan pertama yang begitu menggetarkan, belumlah terlalu lama waktu berselang, kini sudah menyesali mengapa cepat sekali reaksinya terbalik. ouch!!
pada umumnya baik pria / wanita pasti mendambakan cintanya berbalas yang akan menimbulkan kisah romantika. namuun mengapa justru kerap kali dan hampir selalu aku justru kehilangan rasa dan minat bila tanganku bersambut, terlebih lagi bila si dia mengapresiasikannya terlalu berlebihan: sms sepanjang waktu, pertanyaan - pertanyaan tentang aktivitas hari ini dsb..
secara logika aku tahu itu syah saja dan normal dilakukan, terutama masa penjajakan atau yg umum disebut PDKT.. tapi entah mengapa justru aku merasa itu bukan aku!!
aku butuh konsultasi, nasehat atau apapun yang bisa meluruskan hal yang mungkin menyimpang dari "kenormalan" ini, karena kalau terus begini berapa dasawarsa pun aku tetap akan sendiri.. aarggh.. aah apa memang kesendirian ini membuatku terlena !! wah wah waaah
tak heran mendekati akhir dasawarsa ketiga, aku baru berapa kali jatuh cinta, itu pun tak ada yang berakhir happy.
pertama kali benar-benar jatuh cinta,, dengan kawan sekelas di SMA sewaktu kelas 1. begitu saja, tiba-tiba dan tanpa satu alasan pun yang jelas mengapa bisa dia. kewalahan mengatasi jantung yang debarnya tak karuan disertai insomnia akut yang tiba - tiba datang.. 3 hari nyaris tak tidur, walau berbagai macam cara dicoba untuk membuat mata terpejam.. BAYANGKAN!!! cinta membuatku nyaris gila ingin tidur. pada akhirnya bisa terlelap setelah menggunakan bakat akting, menyamar dan menyatakannya.. aiish pengecut pisan!!
konyolnya,, walau bertahun-tahun terlewati, dia itu tetap bisa membuat jantung saya melompat-lompat ketika bertemu tak sengaja walau di dumay sekalipun.. ada pengharapan? tidak! walau dampaknya sungguh kuat berasa namun dari dulu pun tak ada pengharapan memiliki dia.
lebih dari satu dasawarsa kemudian baru mengalami yang kedua.. woow.. jauh amat ya selisihnya
kali ini pun sesungguhnya diawali dengan usaha keras dan sedikit paksaan, karena berkomitmen serius dan inget umur yang semakin beranjak.. aku pun mampu benar-benar mencintainya. walau pada akhirnya engga berjodoh, namun harus diakui kalau aku pernah punya rasa itu, dan sangat serius bahkan.
yang ketiga kali,, aku tak yakin ini sama dengan kedua hal di atas.. yang aku tahu aku sangat menyukainya, merasa nyaman dan menjadi diri sendiri.. bahkan tanpa sungkan aku berani mengatakannya... what!! dengan secuil keberanian aku mengakuinya dengan tulus namun tanpa pengharapan berlebihan tentunya, dan ketika tanganku tak bersambut, tak ada penyesalan atau kesedihan yang tertinggal.. semua biasa saja. bahkan lebih merasa lega dan lepas.
selain ketiga hal itu selebihnya hanya ketertarikan - ketertarikan biasa sebagai bumbu kehidupan. namun satu kesamaannya dari yang telah terjadi adalah aku menjadi ciut dan menjauh justru ketika tanganku bersambut.. seperti yang sedang terjadi sekarang.
ketika hidupku menjadi perhatian, ketika kegiatanku dipantau,, aku justru merasa itu semua terlalu berlebihan..
rasanya lebih menarik melihat dan memantau kehidupan dia dibandingkan menyadari diriku menjadi perhatiannya... aaah..aku "lebih suka me- daripada di- "!!!!
ada yang bilang, karena aku terlalu kelebihan hormon testosteron daripada esterogen sehingga lebih bersikap aktiv dari pada pasiv, seperti yang terlihat dari aktivitas sehari-hari, namun kupikir itu tidak tepat.
mungkin yang paling mendekati yaitu aku terlalu egois, seenaknya.. atau??
kalau begini terus,, kapan ya kapal berlabuh hahaha
memang lebih susah menundukkan diri sendiri dibandingkan orang lain.. secara teori aku tahu bahwa untuk keseimbangan me- dan di- harus berjalan bersama, ada me- maka akan ada di-.. tapi dalam prakteknya ternyata ada unsur ego didalamnya..
ya Allah,, beri aku dia yang berhasil menundukkan "ego"ku..
keep smile ^_^
Selasa, 01 Mei 2012
Kamis, 19 April 2012
menyambutmu
kepak sayapku tak lagi tertutup
biar terbuka dan lepas bebas
merasakan denyut-denyut semakin bergema
menembus batas - batas yang tak lagi jelas
aaah
kepak sayapku takkan lagi tertutup
lepas bebas
menghirup aromamu
aroma kopi dan cengkeh yang berbaur
merentang
bagai sayap-sayap mengangkasa
tak takut terjatuh atau terluka
bukankah luka kan membuatku semakin kuat??
--matrmana disebuah sudut,19.04.12
Senin, 19 Maret 2012
diam itu emas ??
Pepatah bilang diam itu emas..
tapi aku tak menyukai pepatah tersebut. buat aku diam sering kali tak memecahkan masalah. dengan diam, maksud tak tersampaikan, diam hanya menimbulkan uneg-uneg yang mengeraskan hati.
tapi semalam tadi,,
andai saja aku bisa diam.. sungguh-sungguh diam. tentu aku sulit ku tersenyum hari ini.
tajamnya kata menyayat hati terlalu dalam. dalam... dan begitu dalam
andai saja ku dengarkan nasihat sahabatku untuk sungguh-sungguh mengabaikannya.. mengabaikan keberadaannya, provokasinya, dan segala macam bualannya.. aah begitu keras ia menarikku..
ku pikir ku bisa membunuhnya,, tapi justru kini aku yang tersungkur, jatuh kembali kelubang yang sama dengan genangan darah yang tak kunjung berhenti.
aah,, keledai saja tak jatuh ke lubang yang sama dua kali,, kenapa aku bisa terperangkap ke dalam jebakannya kembali.. so dumm..
cinta yang pernah ada terlihat bagai satu episode yang terlihat menggelikan. merenggut kendali.. membuat terombang ambing ke dalam ombak yang tuk kunjung tenang..
jangan marah... jangan marah.. jangan marah.. nasihat Rasulullah.. hmmm semoga istighfar ini bisa mematikan api dalam sekam.
Sabtu, 07 Januari 2012
stupid night
Rasanya masih kesal dengan kejadian semalam.. kenapa kemampuan geografis gw semakin memburuk.. dan rasanya semalam itu benar-benar konyol luar biasa..
menurut beberapa buku yang pernah gw baca,, memang kemampuan geografis perempuan ga sebaik laki -laki (walau tidak semua), tetapi kejadian semalam rasanya sulit gw tolerir, i was so stupid hrrggg
begini ceritanya... setelah nonton murmer dibuaran yang cuma sepuluh ribu itu,,, gw dan meilan pulang menggunakan Transjakarta (membiasakan tidak menggunakan kata busway, yg notabene harusnya menunjukan jalur) yang kebetulan ada halte persis disamping buaran.. masih baru cuy!! bersih, panjang dan terang.. menurut gw ini halte Transjakarta yang peling keren,, maklum masih baru.. ya tunggu berapa bulan kedepan, pa masih bisa bersih kaya gini ya hehehe.. #pesimis#
tunggu punya tunggu nongol juga lah tuh bus, pisah jalur dengan yang mei taiki. gw ke arah jatinegara dan dia ke arah walikota jakarta timur.. hanya berapa ahlte sampailah kesana.. tapii gw terlewat 1 halte,, hmm ya maklum aja gw jarang aja naik angkutan ini.. balik lagi dan ternyata jadi lama menunggu.. ok.. maklum kan gw ga ngerti jalurnye #pembelaan diri pertama#
tak tuk tak tuk lama sekali hanya untuk menunggu balik ke 1 halte,, hmm.. mau keluar bingung juga transportasi selanjutnya... #warga kota yang tak tahu kotanya... hadeeeh#
setelah akhirnya tiba di jatinegara,, ternyata gw harus nyebrang lagi tuk mencapai halte yang ke arah priuk... setelah s4 bertanya petugas dan mengikuti arahan petugasnya, sampai lah disana sepii..
setelah lagi-lagi lama menunggu... tibalah tuh bus merah.. duduk manis dan menahan kantuk yang mulai menggerogoti kesadaran.
kurang lebih setengah jam terdengarlah sang kondektur berkata lantang.. pemberhentian terakhir.. halte PGC..
WHAAAAT ???? DIMANA GW??
ternyataaaaa gw salah naik mobil... ampoooon
melihat jam sudah hampir jam 11,, Transjakarta udah ga ada yg ke priuk.. 43 yang biasanya buanyak ga ada satupun.. akhirnya hanya berdiri menenangkan perasaan gw yang kacau... huaaaaaaah... kesel sekali rasanya...
gw ngelewatin jalan ini udah puluhan kali dan mungkin ratusan.. walau gw ga terbiasa dan tidak menyukai Transjakarta yang terlalu lama,, tapi gw yakin kalo gw hapal jalan ini.. dan gw tidak tidur lelap walau ngantuk.. gw juga masih bisa denger kondekturnya teriak tiap di halte.. tapiiii kenapa gw bodoh sekali tadi malam hingga tak mengenali urutan halte,, mana yang dari priuk dan mana yang menuju priuk.. arrghh
untuk bisa ke rumah.. gw naik Mikrolet 06A dan turun di pertigaan menuju melayu.. berikutnya gw lanjutkan naik TAXI.. sebenernya bisa aja gw turun di UKi dan naik Omprengan yang banyak disana, namun melihat kaca gelap dan keberadaan mereka yang tanpa izin operasi angkutan umum,, dan maraknya kasus perkosaan di angkot gw ngeri tuk naik...
sooo.. gw nonton hanya modal 10ribu,, gw mengeluarkan ongkos pulang hampir 15 x lipat dari yg seharusnya.... ketahuan gw pergi nonton di XXi yang nyaman dan bebas nyamuk.. >,<
rasa jengkel dan merasa bodohnya tak hilang-hilang... bukan karena semata-mata besarnya ongkos yg harus gw keluarin,, tapi perasaan tak berguna untuk menjaga diri sendiri dan merasa konyol sedunia...
biasanya gw menikmati ketika gw tersesat,, akan banyak hal yang bisa gw lihat diluar dugaan.. baik keteika ngebackpack atau di kota sekalipun.. menemukan jalan-jalan baru,, atau melihat gedung-gedung yang biasanya cuma gw lihat di koran atau tv..
tapi kali ini.. dengan jalan yang minimal seminggu 3 x gw lewati,, gw masih salah juga.. OMG.. bagian mana di kepala gw yang perlu dibenahi... hikz
nonton hanya 10 rb.. mau??
kepala Spaneng.. jenuuh akut.. mo seneng-seneng tapi yang murah meriah.. mo nontoooooon !!!
teriak-teriak sendiri di meja kerja yang penuh tumpukan berkas...
dan teriakan ku bersambut ajakan dari jeng Mei... "Nonton yuks di Buaran! cuma 10rb"
huaaaah??? bener??
terkejut memang mendengar ada bioskop yang masih memasang harga 10rb/pemutaran.. hmm.. so so sooo billig,, apalagi bioskop ini konon sudah masuk ke dalam jaringan 21.
Bioskop Buaran bukan hal baru memang untuk saya.. menjadi bagian kenangan saat masa-masa kuliah S1 dulu.. banyak cerita yang telah saya ukir bersama kawan dan sahabat di sana, karena dekat dari kampus atau kostan kami dan harganya pun murah meriah cukup terjangkau untuk kantung mahasiswa seperti kami. tapiii mendengar harganya tidak berubah setelah berapa tahun berlalu, cukup mengejutkan dan heran dia bisa bertahan.
selepas jam kantor kami berdua menuju ke sana.. dan untuk kesekian kalinya Mei mengingatkan untuk tidak lupa membawa obat nyamuk.. hahaha,, hanya cengiran yang kuberikan sebagai jawabannya..
datang ketika Film baru saja dimulia.. hmm.. dan benar looh harganya hanya 10rb..
selain itu TIDAK ADA NOMOR KURSI.. sooo bebas kamu mau duduk dimana pun.. eduuun..
tapi belum apa-apa saya sudah dikejutkan dengan kursi yang patah ketika saya duduki.. alhasil meledaklah tawaku dan Mei.. untung saja pengunjungnya hanya berapa orang , kalau tidak mungkin kami akan ditimpuki Hp,, ##ngarep ^,^
belum lama film berlangsung suara berdecit dengan nyaring terdengar.. segera ku angkat kaki tinggi-tinggi.. kalau kupingku tak salah dengar, decitan itu mungkin aja dari makhluk kecil hitam yang suka salah membedakan kaki dengan keju.. hahah
Rasanya sayang sekali melihat ruang Teater yang cukup luas, bahkan lebih luas dari beberapa Teater yang lebih berkelas, beserta layar yang juga lebar kurang mendapat perawatan dan perbaikan. hmm.. walau harus diakui bioskop ini cukup tangguh untuk terus berdiri ditengah persaiangan Bioskop yang tajam.
Film-film yang ditampilkan pun baru untuk Film-Film Indonesia seperti film Umi Aminah yang baru saja ku tonton, dan menurut info Mei, Film-film Luar tak lagi diputar di sini, kalaupun ada mungkin sudah cukup telat.
hmm... kesimpulannya.. Mau nonton dengan dana low budget.. BISA.. hahah
Langganan:
Postingan (Atom)
