Jumat, 28 September 2018

Fitrah Seksualitas #Day 7

TANYA JAWAB
๐Ÿ‰ Sulis
Assalamu'alaikum. Tema yang menarik menggali rusaknya fitrah seksual pada anak. Anak sangat dekat dengan media elektronik spt hp dan tv. Sedangkan di media ini banyak sekali unsur2 pornografi, dari bersentuhan lawan jenis, membuka aurat, kissing bahkan. Seberapa besar pengaruh tontonan negatif berbau pornografi merusak otak anak dan mempengaruhi tingkah laku anak kedepannya ?
Bagaimana pengaruhnya jika ada anak yang secara tidak sengaja melihat orang tuanya melakukan hubungan intim ? Bisa jadi karena masih tidur sekamar. Apakah usia anak saat tidak sengaja melihat kejadian itu berpengaruh terhadap besar kecilnya efek negatif pada anak tersebut ?
Terima kasih.
Maaf pertanyaannya double .... temanya menarik.
JAWABAN
1⃣
Dampak (BAHAYA) Pornografi pada anak
๐Ÿ”† Ibarat smartphone, manusia juga punya sebuah operating system. Operating system buatan Allah SWT yang sangat canggih bernama otak.
๐Ÿ”† Menurut Jordan Grafman, PhD, peneliti Neuroscience dari University of Wisconsin-Madison, Di otak bagian depan, terdapat bagian otak yang hanya ada di manusia, dan membedakan dengan binatang, bernama Pre Frontal Cortex, kita singkat PFC.
๐Ÿ”† PFC ini sangat penting, karena berfungsi seperti pemimpinnya manusia. PFC bertanggungjawab untuk konsentrasi, memahami nilai benar salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berpikir kritis, dan merencanakan masa depan. PFC lah yang bertanggungjawab membentuk kepribadian dan perilaku sosial.
๐Ÿ”† Bisa dibayangkan jika fungsi PFC rusak pada otak seorang manusia, maka manusia itu akan ter-dehumanisasi, dan bisa berperilaku seperti binatang, bahkan lebih buruk.
๐Ÿ”† Nah, PFC itu bisa dirusak oleh benturan dan zat kimia. Zat kimia ini bisa berasal dari NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Tapi sumber paling berbahaya adalah zat kimia yang dipicu karena melihat pornografi.
๐Ÿ’ฃ Jadi pornografi merusak otak terutama di bagian PFC, sehingga disebut Narkolema : Narkoba Lewat Mata.
๐Ÿ’ฃ Saat seseorang melihat konten porno, konten tersebut merangsang aktifnya senyawa kimia otak bernama dopamin. Dopamin memberi efek senang sekaligus ketagihan.
๐Ÿ’ฃ Jika sudah ketagihan, dopamin yang diaktifkan akan terus meningkat jumlahnya. Bagian otak yang mengaktifkan dopamin (sistem limbik) akan terus distimulasi sehingga ukurannya semakin membesar. Jumlah dopamin yang membanjir akan dialirkan ke otak bagian depan, terutama ke bagian PFC. Saat dopamin membanjiri PFC, PFC menjadi tidak bekerja. Jika PFC terlalu sering tidak bekerja, ia akan menciut. Sistem limbik yang membesar dan PFC yang menciut, lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan PFC.
๐Ÿ’ฃ Kerusakan otak yang terjadi akibat pornografi, menurut Dr. Donald Hilton Jr, Ahli Neurosurgical dari University of Texas, jika di scan menggunakan alat bernama MRI, akan memberikan hasil yang sama dengan kerusakan otak orang yang kecelakaan dan terbentur kepalanya di atas alis kanan mata.
๐Ÿ’ฃ Dr. Donald Hilton juga mengatakan bahwa jika narkoba merusak otak di 3 bagian, maka pornografi merusak otak di LIMA bagian jika seorang pecandu pornografi melakukan hubungan seks dengan anak-anak.
sumber:
Ini sumbernya:

https://windafrestikawati.wordpress.com/2015/09/18/melindungi-anak-dari-pornografi/

2⃣Memang terkadang sangat konyol saat anak melihat orangtua berhubungan intim maka usahakan untuk tidur terpisah kamar dengan anak pada saat anak sudah mulai bisa berpura-pura tidur.
Jika anak belum mau pisah kamar, maka orangtua lah yang harus mengalah untuk pindah kamar saat berhubungan intim.
Jika berpisah kamar juga tidak memungkinkan karena kondisi tempat tinggal yang terbatas misalnya kos atau kontrakan yang tidak memiliki kamar lain.
Maka sebaiknya orangtua mencari waktu yang tepat saat anak-anak sedang benar-benar tertidur dan usahakan menutup badan dengan selimut.
Karena, jika anak melihat orangtua berhubungan intim secara tidak sengaja, akan mengakibatkan efek buruk bagi psikologis anak, diantaranya:
Anak marah kepada orang tua karena belum paham tentang konsep berhubungan intim antara suami dengan istri
Anak menjadi penasaran, ingin tahu dan ingin mencoba, ini yang berbahaya!
Anak merasa jijik karena melihat sesuatu yang bertentangan dengan nilai yang diajarkan kepadanya
Jika anak melihat orangtua berhubungan intim pada usia diatas 3 tahun, maka besar kemungkinan dia akan teringat kejadian itu sepanjang hidupnya
Anak menjadi kehilangan konsentrasi karena ingatan tentang berhubungan intim tersebut mengacaukan pikirannya.
Lalu bagaimana jika anak sudah terlanjur melihatnya?
Beberapa tindakan berikut ini bisa dilakukan oleh para orangtua untuk memberikan pendidikan yang baik pada anaknya tentang hubungan suami & istri, yaitu:
Jika anak melihat orangtua berhubungan intim, yang terpenting bagi ayah dan ibunya adalah jangan panik.
Jelaskan pada anak bahwa ayah dan ibu perlu waktu untuk berdua saja, nanti ibu dan ayah akan menyusul lagi ke kamar.
Katakan pada anak: “Sayang, maaf ya kalau ayah dan ibu tadi membuatmu takut, ibu tidak apa-apa kok”
Ajarkan anak untuk bisa menghormati privasi orang lain dengan cara mengetuk pintu sebelum masuk kamar
Orang tua harus lebih berhati-hati dan jangan lupa menguci pintu.
Jika anak bertanya tentang apa yang sedang dilakukan, maka sebaiknya dijawab bahwa karena ayah sayang sama ibu, makanya ayah peluk ibu.
Jika anak sudah cukup puas dengan jawabannya maka cukupkan penjelasan.
Jika anak masih bertanya lagi “Kenapa tidak pakai baju? ”
Maka jelaskan bahwa ayah sayang sama ibu, ayah dan ibu tidak pakai baju karena agar ibu dekat sama ayah, dan itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa, oleh ayah dan ibu yang sudah menikah.
Meskipun pada usianya belum tahu konsep menikah. Tapi setidaknya dia akan terus mengingat bahwa berhubungan intim yang dilihatnya itu hanya boleh dilakukan oleh orang dewasa yang sudah menikah, insya Allah dia akan paham pada waktunya.
Jangan memberikan jawaban bohong pada anak
Misalnya ayah lagi main kuda-kudaan, atau ayah dan ibu lagi kegerahan makanya buka baju, mungkin itu akan menjadi solusi sementara untuk orang tua, tapi tidak untuk solusi jangka panjang, karena anak akan terus mengingat kejadian ini.
Itulah beberapa tindakan sebagai bentuk parenting pada anak jika dihadapkan pada kondisi anak melihat orangtua berhubungan intim.
sumber:
Ini sumbernya:

www.jatik.com/amp/parenting-anak-melihat-orangtua-berhubungan/

๐Ÿ‰Yeni
1. Menurut anda kartu larva itu layak ga untuk d tonton sm anak2..(krna suka kentut sembarangan)๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ
Tp aq suka nontonnya๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ
2. Sebagai masyarakat sosial apa yg harus d lakukan kita untuk anak yg haus perhatian dan kasih sayang (karena anak sudah tak memiliki orang tua dan hanya memiliki nenek yg sdh tua)..
3. Terjadinya pola asuh double antara nenek/kakek dan si ibu ,,apa yg harus d lakukan sebagai orang tua bila terjadi ketidaksesuaian prinsip walaupun kita sudah komunikasi trus ke nenek/kakek?
JAWABAN
1. Menurut kami pribadi sih selama menonton nya didampingi dan diberikan arahan mana perilaku baik dan yang buruk. Ngga apa-apa juga ya..walau sebenarnya kartun larva adalah kartun dewasa.
2. Ini kejadian di sekolah kakak. Peran komunitas menjadi sangat penting disini. Sehingga anak tidak merasa sendiri. kalaupun bisa, mengenal keluarga terdekatnya om/tante/sepupu untuk turut memerhatikan..
karena se-intensnya peran masyarakat sosial, tetap.. mereka punya batas ke anak.
Pengalaman2 di keluarga sih, kalau semisal ada anak yang orang tuanya meninggal duluan, adaa aja om/tantenya yang ambil alih pengasuhan..
3. Pola asuh double sering banget terjadi ya. Walau cuma nginep ato main sebentar aja dirumah nenek. Mungkin disinilah peran komunikasi produktif perlu kita terapkan lagi.
Bahasa yg santun dan pengertian ke anak dan nenek/kakeknya insha allah bisa selama konsisten kita lakukan sehingga anak tidak memandang bahwa nenek baik, mama jahat.
Baiknya sebelum kerumah nenek tekankan kebiasaan yg bisa orangtua lakukan biasanya, sehingga anak sudah tidak terpengaruh pengasuhan nenek yg salah.

๐Ÿ‰ Frisdayani
Terkait Inner child yang berpengaruh dalam pola asuh anak. Kedua orang tua sadar akan ada inner child yg negatif keduanya sedang berproses untuk berdamai, tapi pola asuh yg salah sudah terlanjur terlakukan.
Pertanyaannya: apa yg sebaiknya dilakukan bagi orang tua yg sedang berproses berdamai dengan diri tetap bisa menumbuhkan fitrah seksual anak sesuai jalurnya??
JAWABAN
Tetap optimis, karena Allah telah menginstall parenting pada tiap fitrah ayahbunda.“
Bahkan pada tiap ayahbunda parenting yang diinstall pun berbeda-beda. Begitulah hebatnya ilmu Allah.
Selain belajar tentang fitrah anak, mari belajar fitrah ayahbunda. Karena yang paling ahli mendidik anak bukanlah saya, tapi ayahbunda mereka.
Fitrah ayah dan fitrah bunda adalah karakter-karakter yang Allah lekatkan pada mereka, yang mempengaruhi perilaku dan pola asuh mereka terhadap anak-anak mereka.
Fitrah ayahbunda itu minimal ada tiga :
Pertama, fitrah sebagai manusia biasa yang punya kebutuhan, kelebihan, kelemahan, kegembiraan, keletihan, emosi dan sebagainya. Jadi, dalam pendidikan anak perlu disadari bahwa : ayahbunda juga manusia, bukan robot parenting
Kedua, fitrah sebagai laki-laki dan perempuan, yang wujud dalam maskulinitas dan femininitas. Sehingga, dalam pengasuhan dan pendidikannya ayah dan bunda harus berbasis pada karakternya sebagai laki-laki dan perempuan.
Ketiga, fitrah sebagai orangtua bagi anak-anaknya, yang memiliki hak, kewenangan dan kewajiban atas anak-anak. Mereka bukan hanya pengasuh dan pelayan, tapi juga pemimpin dan pengelola.
Jangan sampai teori parenting yang kita pelajari melumpuhkan naluri, intuisi dan firasat parenting kita.
“Minta fatwalah pada hatimu, karena kebajikan adalah apa-apa yang menenteramkan hati” (dari HR: Ahmad 4/227-228)
Mereka-mereka yang terbiasa dengan amalan nafilah (sunnah), maka Allah akan menjadi mata, telinga, tangan dan kaki, yang dengannya di melihat, mendengar, bekerja dan berjalan (dari Hadits Qudsi)
Belakangan kita agak mengabaikan dan kurang mempertajam firasat. Padahal Rasulullah SAW bersabda :
“Hati-hatilah dengan firasat mu’min. Sesungguhnya ia melihat dengan cahaya Allah”
Parenting yang baik adalah parenting yang mampu meningkatkan kepercayaan diri para Ayahbunda untuk mendidik anak-anaknya sendiri berdasarkan fitrah pendidikan.
Parenting yang buruk adalah parenting yang membuat Ayahunda tergantung kepada para mentor parenting dalam mendidik anak-anaknya.
Jika ditanyakan kepada saya “apa modal yang terbaik dalam parenting?”, maka saya akan mengatakan modal terbaik dalam parenting adalah cinta dan ketulusan.
Sebagai Ayahbunda dengan segala kelemahannya, maka kita pasti akan melakukan sejumlah kesalahan dalam mendidik anak-anak kita. Namun, cinta dan ketulusan akan mengkoreksi segala kelemahan dan kesalahan tersebut.
Sungguh, andai kita hanya mengandalkan kemampuan kita saja dalam mendidik anak-anak kita, tentulah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kacau dan durhaka.
Namun, Allah tak pernah tidur mengintervensi dan memperbaiki segala kelemahan dan kesalahan kita dalam mendidik anak-anak kita.
Maka setiap malam sebelum tidur bermohonlah kepada Allah agar Ia mendidik anak-anak kita, serta mengkoreksi segala kesalahan dan kelemahan kita.
Bashirah dalam hal apapun lahir dari totalitas, dedikasi dan kepedulian yang tinggi terhadap segala hal yang akan kita tangani.
Allah telah berjanji bahwa orang-orang yang total dan dedikatif dalam menangani segala hal, maka Allah akan menunjukkan banyak jalan baginya. Dan mereka mereka yang telah menjual dirinya kepada Allah, diantaranya melalui pendidikan bagi anak-anaknya, maka Allah akan menjadi penyantun baginya.
Sahabat, Tentang cara mempertajam bashirah saya sudah menyampaikannya di atas

Salah satu indikatornya adalah : jika hati kita tenteram untuk melaksanakan sesuatu terhadap anak-anak kita, walaupun itu bertentangan dengan sejumlah teori parenting, maka sesungguhnya  ketentraman hati itu adalah pertanda dari bashirah Islamiyah.

๐Ÿ‰Ishfi
Assalamualaykum mau tnya
๐Ÿš’๐Ÿš’๐Ÿš’๐Ÿš’๐Ÿš’
wiuww wire ya
Perkenalkan nama saya stephanie,
mau tanyaa
1. dijelaskan bahwa innerchild orang tua sangat bisa mempengaruhi pola didik ke anaknya. Bagaimana jika ketika kecil seseorang diperlakukan keras oleh orangtuanya. dan ketika memilik anak, si orangtua malah balas dendam dengan memanjakan anak. istilahnya "dendam" agar anaknya tidak mengalami hal yg sama seperti dirinya. Apakah itu pengaruh dari innerchild juga? bagaimana mengatasinya
2. sebuutkan adegan film spongebob  yang mengarah ke LGBT?
-neng ipil-
JAWABAN
1. Mungkin bukan dendam ya..tp lebih ke substitusi agar diri merasa lebih baik. Apakah hal itu iya juga pengaruh dr inner child?iya. Proses tuk terus memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dan berdamai dengan diri harus terus dilakukan.
2. Saat spongebob main ke rumah Patrick lalu peluk2an.
Saat mereka memelihara kerang lalu Spongebob dan Patrick berperan sebagai orang tuanya.

Byk deh..harus didampingi bener klo nonton Spongebob

Kamis, 27 September 2018

Fitrah Seksualitas #Day6

MENGUPAS FITRAH SEKSUALITAS DARI SISI KULTUR
Present by Kelompok 10

Arti  Fitrah  seksualitas


  • Menurut  KBBI :

Fitrah dapat di artikan  sebagai sifat asal,  kesucian, bakat dan pembawaan.
Sedangkan  seksualitas adalah 1.ciri, sifat, peranan seks dan  dorongan  seks.


  • Menurut  Ust Harry Santosa

Fitrah  seksualitas    adalah  bagaimana  seseorang  berpikir,   merasa  dan bersikap  sesuai  dengan  "fitrahnya" sebagai  lelaki sejati atau perempuan  sejati.



Pentingkah untuk dibangkitkan fitrah seksualitas pd anak? Mengapa?

Sangat penting, karna pada era sekarang kejahatan seksual sudah memprihatinkan. 

Tujuan diperkenalkan hal tsb adalah untuk :
๐ŸŒˆSupaya anak mengetahui identitas dirinya apakah ia laki laki atw perempuan.
๐ŸŒˆSupaya anak dpt menjalankan perannya dikemudian hari
๐ŸŒˆDapat mengajarkan anak bagaimana caranya melindungi diri dari kejahatan seksual yg marak skrng ini.

Dan sangat penting bagi anak untuk mengetahui dan menumbuhkan kan fitrah seksualnya sedini mungkin oleh orang tua walaupun sebagian masyarakat sekitar masih menganggapnya adalah hal yg tabu, hal yg tdk pantas untuk di informasi kan. Oleh karena itu orang tua juga perlu bekerja sama dgn lembaga pendidikan tempat anak anak kita bersekolah agar informasi tersebut dapat diterima tak hanya oleh anak tapi juga oleh orang lain. Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21 "bahwa Allah menciptakan manusia itu secara berpasangan pasangan, laki-laki dan perempuan".


Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan gender

Menurut Caplan (1987) gender adalah perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan selain dari struktur biologis, sebagian besar justru terbentuk melalui proses sosial dan kultural. Jadi gender sangat berkaitan erat dengan kultur.

Perbedaan gender tidak akan menjadi masalah jika tidak menimbulkan ketidakadilan (Ridwan, 2006:25)

1. Ketidakadilan Gender
Budaya patriarki banyak dianut oleh bangsa-bangsa timur.
Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai sosok otoritas utama yang sentral dalam organisasi sosial (Charles E, Bressler 2007)
Ketidakadilan gender merupakan salah satu dampak yang diakibatkan oleh budaya patriarki.
Wujud ketidakadilan gender :
♦Marginalisasi (meminggirkan perempuan)
♦Subordinasi atau penomorduaan
♦Stereotipe atau citra baku
♦Kekerasan
♦Beban ganda

2. Pergaulan dan perilaku seks bebas
Sebagian besar tafsiran agama barat menempatkan perempuan pada titik yang diapresiasi namun dibungkam dalam ruang yang sempit, hanya pada sektor domestik (Khemal Andrias : 2016)
Pergaulan dan seks bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, istilah bebas yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada.

๐Ÿ˜ฑ Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya ataupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsunya (hasil survei KPAI dan Kemenkes Oktober 2013 yang dilansir di kompasiana.com)
๐Ÿ˜ฑ http://daerah.sindonews.com, bahwa tercatat hingga Juni 2016 setidaknya ada 47 siswi SMA dan SMP yang hamil dan putus sekolah akibat seks bebas yang mereka lakukan.
Dari seks bebas juga bisa mengakibatkan tertularnya penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS.

Faktor penyebab seks bebas :
⛔Kekuatan iman yang memudar
⛔Kurangnya perhatian orang tua
⛔Rasa ingin tahu yang tidak terkendali terhadap seks
⛔Tontonan tidak mendidik (internet, televisi dan gadget lain)
⛔Rendahnya pengetahuan tentang seks bebas
⛔Salah pergaulan

3. Penyimpangan seksual
LGBT juga merupakan salah satu efek dari masuknya budaya barat di era globalisasi ini. Akan tetapi menurut Prof. Dr. Sarlito Wirawan  Sarwono, Guru Besar Psikologi UI, keberadaan LGBT sejatinya sudah lama melekat di simbol-simbol budaya Nusantara, diantaranya : 

Reog Ponorogo
Hubungan warok sebagai pemimpin reog dan gemblak (laki-laki berparas tampan yang menaiki kuda lumping) yang biasanya berperan sebagai selir pribadi.

Budaya di suku Bugis, Sulawesi Selatan
 Masyarakatnya membagi jenis kelamin dalam 5 klasifikasi. Laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), laki-laki yang seperti perempuan (calabai), perempuan yang seperti laki-laki (calalai) dan yang tertinggi adalah bukan laki-laki juga bukan perempuan (bissu).


SOLUSI

1. Kesetaraan gender (emansipasi wanita).
Manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan Allah sesuai kodratnya berdasakan kelebihan & kekurangannya. Secara fisik, kodrat manusia tidaklah sekuat laki-laki, namun bukan berarti wanita memiliki perbedaan hak & kedudukan dengan laki-laki, walaupun tidak dalam segala hal. Dalam  QS. An-Nahl : 97 menyatakan bahwa Allah memandang kedudukan laki-laki dan wanita sama, baik dalam hak maupun kewajiban sebagai seorang muslim. Namun tetap ada batasan dalam kesetaraan gender seperti yang dijelaskan QS. An-Nisa : 34 bahwa laki-laki berkewajiban sebagai pemimpin dan wanita perlu taat terhadap laki-laki yang menjadi pemimpin & pelindungnya.

2. Usaha menangkal seks bebas :
1. Menghindari lingkungan buruk
2. Membatasi waktu keluar rumah
3. Mengisi waktu luang
4. Jangan salah pergaulan
5. Memperdalam iman
6. Tidak mencoba-coba
7. Peranan orang tua

3.  Kejahatan dan penyimpangan seksual
Pada tahun 2015, KPAI menyatakan kekerasan pada anak selalu meningkat setiap tahunnya dan secara garis besar kelompok pelakunya yaitu orang tua, tenaga pendidik beserta orang2 disekitar lingkungan sekolah, dan orang yang tidak dikenal (Siska, 2016). Menurut peneliti pendidikan, Derajat (1971) dan Komariah (2011), model pendidikan yang direkomendasikan dalam mencegah kejahatan & penyimpangan seksual, yaitu  :
๐Ÿ’ซPenyelamatan hubungan ibu-bapak, sehingga menjadi contoh permodelan anak dalam pergaulan & kehidupan anak
๐Ÿ’ซPendidikan agama islam mulai usia dini. Menanamkan keyakinan kepada Tuhan & bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajarannya, maka rasa keyakinan itu yang kan mengawasi segala tindakan, perkataan bahkan perasaan sang anak.
๐Ÿ’ซPendidikan moral. Moral bukanlah suatu pelajaran atau ilmu pengetahuan yang dapat dicapai dengan mempelajarinya tanpa ada pembiasaan hidup bermoral, karena moral tumbuh dari tindakan kepada pengertian dan perlunya peranan orang tua, guru & lingkungan sekitar anak tersebut.
Mencegah kejahatan dan penyimpangan seksual sejak dini menurut Islam (keterangan jelas ada di jurnal ta’dib, namun juga telah dibahas Oleh kelompok 1) :
❗Memperkenalkan jenis laki-laki dan wanita serta batas aurat.
❗Memisahkan tempat tidur anak.
❗Mengajarkan adab meminta zin.
❗Menanamkan jiwa maskulin dan feminim pada anak
 ❗Mendidik agar senantiasa menjaga pandangan mata
❗Mendidik agar tidak melakukan khalwat & ikhtilat
❗Mengajarkan akan nilai pernikahan


#presentasikeenam
1⃣
Assalamu'alaikum.
Titip pertanyaan ya.
Menarik sekali fitrah seksualitas dikaitkan dengan kultur. Bagaimana mengenai pernikahan anak di bawah umur biasanya rentang usia belasan tahun? Meski sehatinya belum melakukan hubungan suami istri.
Dalam islam diperbolehkan. Contoh pernikahan aisya dengan rosululloh. Contoh nyata anak ustdaz arifin ilham menikah dini. Secara ekonomi sudah mempunyai maisyah/pendapatan sendiri.
Terima kasih.
Sulis.

๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹

Pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang mempunyai tujuan utama memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara pernikahan dini merupakan ikatan pernikahan yang salah satu atau kedua belah pihak berusia dibawah 18 tahun.

Hujum Islam memiliki beberapa prinsip yakni perlindungan pada agama, harta, jiwa, keturunan dan akal. Menikah muda menurut Islam sendiri tidak melarang adanya pernikahan dini asalkan sudah baligh dan sudah sanggup memberikan nafkah jasmani dan rohani.

Istilah pernikahan dini merupakan istilah kontemporer yang dikaitkan dengan waktu tertentu. Pada era awal abad ke-20 dan sebelumnya, pernikahan wanita usia 13 dan 14 tahun menjadi hal yg biasa. Namun pada masyarakat sekarang ini, wanita menikah dibawah usia 20 dianggap sebagai pernikahan dini.

Menurut pendapat Imam Muhammad Syrazi dan Asadulla Dastani Benisi, budaya pernikahan dini dibenarkan dalam islam dan sudah menjadi norma muslim sejak mulai awal islam.
Ibnu Syubromah menyikapi pernikahan yang dilakukan oleh Rasul dengan Aisyah bahwa ini adalah ketentuan khusus untuk Nabi SAW. Akan tetapi menurut pakar mayoritas hukum islam memperbolehkan pernikahan usia dini dan menjadi lumrah dikalangan para sahabat dan sebagian ulama melumrahkan juga yang merupakan hasil interpretasi Surat al Thalaq ayat 4.

Di Indonesia, fenomena pernikahan diusia anak-anak menjadi kultur sebagian masyarakat Indonesia yang masih memposisikan anak perempuan sebagai warga kelas ke-2. Para orang tua ingin mempercepat perkawinan dengan berbagai alasan ekonomi, sosial, anggapan tidak penting pendidikan bagi anak perempuan dan stigma negatif terhadap status perawan tua.

Batasan menikah diatur dalam pasal 7 ayat 1 UU nomer 1 tahun 1974 adalah 19 thn untuk laki-laki dan 15 tahun untuk perempuan. Akan tetapi menurut berita dr CNN Indonesia bahwa pemerintah melalui kementrian PPPA dan kemenag berencana menaikkan batas usia nikah dan merevisi UU no.1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Walaupun dari sisi agama, kultur maupun hukum sebenernya membolehkan dan seperti yang kita ketahui bahwa hukum dasar pernikahan adalah sunnah, namun bisa berubah wajib pelaku jika pernikahan tdk dapat menahan iffah dan akhlak ,dan menjadi haram ketika bertujuan untuk menyakiti ataupun krna harta dan membahayakan.

Referensi :
https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/pernikahan-dini-dalam-islam

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180416180732-20-291207/pemerintah-bakal-naikkan-batas-usia-nikah-di-uu-perkawinan












Fitrah Seksualitas #Day 5

TANYA JAWAB


๐Ÿค– Pertanyaan 1⃣dan2⃣
Mba Dini K,
Kalau terlanjur adik kaka mandi bareng gmn? Sama2 laki2..
 Iyaa jd anak aq 6th adek'a 2th.. AA'a suka pengen mandi bareng sama adek'a tp ttp aq yg mandiin adek'a sih..
Kdang suka mau mandi bareng gt..
Mba Frisda , Penjelasan apa yang dapat diberikan ke anak2 ketika kita mulai melarang mereka mandi bersama, baik dengan sekandung maupun sepupu. Karena yg pling berat tantangannya di sepupu
Mereka suka aneh klw hal2 yg umum berbezee dengan kita,
๐Ÿ’ JAWABAN
Menurut Dr.Fran Walfish seorang psikoterapis hubungan dan keluarga, secara umum usia paling baik untuk berhenti memandikan anak berbarengan dengan kakak atau adik dengan gender berbeda adalah usia empat tahun.
Dr.Boyke menerangkan pula pada usia 5 tahun anak harus sudah dilarang untuk mandi bersama.
Hal ini disebabkan karena pada usia ini organ reproduksi anak sudah mulai berkembang, sehingga anak mulai merasakan respons seksual.
Anak pada usia ini juga sudah mulai tahu dan paham bagian tubuhnya dan orang lain.
Pada saat mandi bersama (apalagi dalam kondisi tidak berpakaian sama sekali) anak akan mudah mengenali bagian-bagian tubuh milik saudara/temannya, bahkan tidak jarang terkadang menunjuk atau menyentuhnya.
Selain itu tidak mandi bersama juga salah satu upaya untuk menjaga adab (dari fitnah) karena polosnya anak-anak seringkali menceritakan kejadian-kejadian yang dialaminya, termasuk aktifitas mandi bersama ini. Dikhawatirkan anak akan menceritakan aurat saudaranya kepada oranglain.
Beberapa alternatif penjelasan yang bisa diberikan pada anak-anak misalnya, :
๐Ÿญ Karena kakak sudah besar, harus mandi sendiri-sendiri, malu kan nanti auratnya kelihatan sama...
 Menjelaskan konsep malu dan aurat boleh dilihat dalam kondisi darurat saja, insyaallah pelan-pelan anak akan memahami..
๐Ÿญ Jika anak tetap ingin mandi bersama maka harus memakai pakaian dalam supaya tidak terlihat aurat kubronya.

Wallahua'lambishawab

๐Ÿค–Pertanyaan 3⃣
Mba iis arifah,
berapa batasan usia anak perempuan masih boleh dimandikan ayahnya?
Dan bagaimana menjelaskan ke anak agar mereka mau tdk mandi sama ayahnya.. ๐Ÿ˜๐Ÿ‘๐Ÿป
๐Ÿ’ JAWABAN
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, pernah menjabat sebagai ketua Al Lajnah Ad Daimah, ditanya, “Aku pernah masuk kamar mandi bersama anak perempuanku yang berusia beliau 5 dan 7 tahun. Aku melakukannya dalam rangka untuk membantu mereka membersihkan rambut mereka. Apakah berdosa jika aku melihat aurat mereka?”
Jawaban beliau rahimahullah, “Seperti itu tidaklah mengapa. Selama anak tersebut di bawah tujuh tahun, maka tidak ada aurat yang terlarang dilihat baginya, baik itu anak laki-laki maupun anak perempuan. Tidak mengapa memandikan atau membantu mereka ketika mandi. Semuanya tidaklah mengapa. Adapun jika anak tersebut sudah di atas tujuh tahun, maka jangan lakukan. Tutuplah aurat mereka dan jangan aurat mereka disentuh kecuali bila ada hajat. Kalau ada hajat, maka tidak mengapa jika ibu atau pembantunya memandikan mereka ketika anak tersebut belum bisa mandiri untuk mandi.
Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/1833-ayah-melihat-aurat-puterinya.html

๐Ÿค–  Pertanyaan 4⃣
Mba Aina,
Apa yg menjadi penyebab anak fase 0-7 tahun memainkan alat genitalnya?
Apakah itu normal? Apakah karena rangsangan2 pergaulan, tontonan atau apa? Atau memang alamiah saja, wajarnya begitu...
๐Ÿ’ JAWABAN
Apakah normal anak memainkan alat genitalnya?
Berdasar literatur yang kami baca hal tersebut normal dan wajar dilakukan oleh anak usia 3-7 tahun.
Menurut teori psikoanalisis pada usia 3 atau 4 tahun sampai usia 5tahunan, anak sedang berada pada fase phalic.
Fase phalic merupakan sebuah fase dimana anak merasa kepuasan dan kenikmatan berada pada area organ genitalnya. Normalnya akan berhenti pada usia 5-6tahun.
Meski hal ini wajar dan normal terjadi, terkadang ada orang tua yang "shock" lalu dengan mudahnya memarahi anak, namun bukan berarti pula orang tua  membiarkan begitu saja.
Orang tua tetap harus mengawasi dan memberi pengertian pada anak.
Berikan pengertian pada anak secara perlahan bahwa tidak boleh memegang alat kelamin terus menerus atau menggesekkan pada benda lain karena khawatir akan terinfeksi kuman kotor dan bisa juga jadi sakit.
Beberapa cara pengalihan atau komunikasi yang bisa orangtua lakukan diantaranya ;
๐ŸญAjak si kecil bermain dengan tujuan mengalihkan keasikannya ini
๐ŸญTanya dengan santai kenapa dia suka memegang alat kelaminnya, syukur-syukur sudah bisa komunikasi jadi kita bisa tahu jawabannya,
๐ŸญSering berikan pelukan, karena kemesraan dengan orang tua bisa membuat anak nyaman, sehingga dia gak perlu mengeksplorasi hal yang tidak penting tadi.
๐ŸญHendaknya diberitahu utk tdk memainkan alat kelamin atau menggesekkan alat kelamin ke benda lain krn nanti akan sakit dan kemungkinan tangan yang tidak bersih saat pegang-pegang kelamin.
๐ŸญOrang tua tidak merespon secara berlebihan agar anak bisa terbuka bercerita apa yang menyebabkan ia menyentuh2 kelaminnya itu.
๐Ÿญ Hindari marah spontan saat melihat perilaku anak menyentuh kelamin.
Mba Eka : hati2 dgn respon ya jgn terlalu berlebihan ketika anak melakukan megang2 itu. karena ketika kita responnya lebay bisa2 malah jd boomerang.
izin curhat ya mod, kalau Zu ya ini pengalaman aku, ngga semua anak begini.. malah suka ‘sengaja’ gtu buat ngetes respon kita. misaaal nih, dia nyanyi lagu syantik (ini kejadian paling baru aku kecolongan) terus aku kaget, terus ngga ngomong baik2 main tegur2 sambil kesel, berulang2 dia nyanyi lagu ituuu depan akuuu hiksss

๐Ÿค– Pertanyaan 5⃣
Mba Yeni,
Mengingat maraknya pemerkosaan yang dilakukan orang terdekat seperti ayah kandung .kakak. paman dsb..
Menurut anda kedekatan dan batasan  yang seperti apa  mengajarkan anak perempuan  ke ayah dan sodara laki2nya?agar  dapat menghindari kasus pemerkosaan yg d lakukan oleh orang terdekat..
๐Ÿ’ JAWABAN
Menurut kelompok kami,
Untuk mengantisipasi terjadinya pelecehan seksual ataupun pemerkosaan diantara anggota keluarga, hal-hal yang bisa dilakukan ialah,
๐ŸMenguatkan pondasi agama dari anggota keluarga sejak dini,
๐Ÿ Memisahkan kamar anak perempuan dan laki-laki,
๐ŸMembiasakan anak perempuan (terutama menginjak usia remaja) untuk menjaga aurat meski didalam rumah *memakai pakaian yang sopan,
๐Ÿ Tidak mandi bersama / dimandikan meski oleh ayah sendiri
๐Ÿ Mengajarkan anak bagaimana cara melindungi diri (upaya-upaya preventif dalam kondisi darurat)
๐Ÿ "Mengamankan" anak dari lingkungan yg kurang kondusif. Misalnya tidak membiarkan anak perempuan hanya tinggal berdua saja dengan ayah sedangkan sang ibu bekerja jauh dari rumah (ex.TKW,)
๐ŸMembangun lingkungan  yang tidak rawan konflik, karrna memiliki pengaruh yang tidak baik bagi anak-anak.
๐ŸBangun komunikasi yang baik dengan anak. Ajari si kecil untuk mengingat dan menceritakan kembali setiap kejadian yang dialaminya pada hari tersebut.
Ini juga Ada tips memberdayakan anak dari dalam dirinya
Diantaranya :๐Ÿ‘‡๐Ÿป
1. Tumbuhkan rasa percaya diri anak, sehingga anak tidak mudah ditekan orang lain, memiliki daya tolak atau tidak mudah dirayu.
2. Ajarkan pendidikan seksualitas sejak dini. Perkenalkan anggota tubuh anak, dan tunjukkan bagian mana saja yang harus dilindungi dan tidak boleh disentuh, kecuali oleh mama, papa, atau dokter dengan didampingi mama-papa.
3. Bagian tubuh mana sajakah yang dianggap privat dan harus dilindungi itu? Paha, mulut, alat kelamin, dada, dan pantat/
dubur.
4. Jangan memaksa anak untuk memeluk atau mencium orang lain (sekalipun itu saudara dekat), apalagi jika anak tidak mau melakukannya. Bersalaman saja cukup (itu pun kalau dia tidak menolak, ya). Hal ini penting untuk menumbuhkan penghargaan dirinya atas tubuhnya sendiri dan menajamkan instingnya pada orang-orang sekitarnya.
Mba Eka : yg paling bawah setujuuu banget (Bangun komunikasi yang baik dengan anak), skrg gini, kenapa kita perlu sih sering2 ngobrol sama anak2 terus membangun kebiasaan cerita apa aja aktifitas, perasaan & review harian.. tujuannya ya untuk bisa mengingat menceritakan kembali dll
sekaraaang, kalau kita masih ada respon2 ngagetin, rawannya di anak bisa mikir : ah ngapain gw cerita, ntar juga paling diomelin/diresein dll
kenapa anak bohong? karena respon2 ngagetin tadi..
atauuu karena larangan2 otoriter yg ngga jelas kenapa dilarang nya dll
jadi yuk mari yuk perbaiki pola komunikasi, kurangin (kalau bisa hilangin) komunikasi yg ngga memberdayakan..
biasakan : punya tujuan, mau ngomong apa sama anak, lalu atur strategi : ntar mau ngomong dgn tujuannya begini, cara nya gimana..
yaelah ribet mau ngomong pake strategi..
itulah kenapa Allah kasih kita otak utk mikir kan, buat dipake mikir strategi berkomunikasi biar efektif, efisien, ngga perlu merepet nada tinggi dll
*ini ngomong sama cermin ya ekalucu

Selasa, 25 September 2018

Fitrah Seksualitas #Day 4

REVIEW  PRESENTASI KEL 8

Materi :

Mengupas kembali seks dengan gender dan bagaimana menjaga anak dari penyimpangan fitrah seksualitas



  •  Pengertian Seks dan Gender

Seks dapat diartikan sebagai Jenis Kelamin Biologis Gender diartikan sebagai jenis kelamin sosial


  • Penyimpangan Seksual 

Segala bentuk aktivitas seksual yang dilakukan untuk mendapatkan kenikmatan sesksual dengan cara yang tidak sewajarnya (dari berbagai sumber)


  •  Jenis Penyimpangan Seksual

1. Perzinaan
2. Perkosaan
3. Pelacuran
4. Homoseksual Lesbianisme
5. Pedofilia
6. Transvetisme (Waria)
7. Seks dubur (sodomi)
8. Onani/Mastrubasi
9. Pamer Alat Vital Pengintip (Voyeurisme)
10. Hubungan intim sedarah (Insestus)
11. Seks dengan kekerasan (sadisme)
12. Fetikhisme (pecinta bagian tubuh atau benda mati) Pecinta Mayat (Nekrofilia)
13. Seks segitiga (Troilisme)
14. Seks dengan hewan (Bestialitas)



  •  Penyebab Penyimpangan Seksual 


Faktor Internal
• Kelainan Fisik sejak lahir
• Kelainan Pengaruh Obat
• Problem Emosional

Faktor Eksternal
• Lingkungan Keluarga (informasi tentang pendidikan seks tidak didapatkan langsung dari keluarga karena dianggap tabu, sehingga anak mencari diam diam)
• Lingkungan Sosial (pergaulan yang bebas dan tontonan yang tidak mendidik)
• Lingkungan Sekolah (kurangnya kurikulum sekolah yang mensosiaisaikan tentang moral dan pendidikan seks, sekolah umumnya menitik beratkan pada pendidikan intelektual/IPTEK)

๐ŸŒบ Akibat
• Kehamilan di luar nikah (yang apabila dibedah juga rentetannya akan panjang)
• Aborsi
• Perasaan bersalah
• Emosi tidak stabil
• Meresahkan masyarakat
• Penyakit menular seksual

๐ŸŒบ Cara Mencegah Penyimpangan Seksual Pendidikan seks yang dilakukan dalam hal ini adalah dengan memberikan materimateri terkait dengan seks, diantaranya:
• Memberikan pelajaran tentang perbedaan jenis kelamin (bentuk tubuh dan fungsinya).
• Memberikan pemahaman tentang cara bersikap dan bergaul dengan lawan jenis atau sejenis (yang dibolehkan atau tidak).
• Memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk penyimpangan seksual.
• Mampu membedakan mana penyimpangan, pelecehan, atau kekerasan seksual, dan mana yang bukan.
• Mencegah agar anak tidak menjadi korban, atau bahkan pelaku penyimpangan, pelecehan, dan atau kekerasan seksual.
• Menumbuhkan sikap berani untuk memberitahukan kepada orangtua/guru apabila terjadi atau menjadi korban penyimpangan, pelecehan, dan atau kekerasan seksual.

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman, yaitu orang yang khusu’ dalam sholatnya, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna, orang yang menunaikan zakat dan yang MENJAGA KEMALUANNYA. (Q.S Al Mu’minum 1-5)“


SESI TANYA JAWAB

Pertanyaan 1⃣ (Mba Alif Uzaini)

Bagaimana contoh penyimpangan seksual yang disebabkan oleh kelainan fisik sejak lahir dan bagaimana cara mengatasinya?
Makasih yaaa

Jawaban :
Ciri2nya tidak bisa dilihat dari fisik luar secara umum (gay pun bisa bergaya maskulin)

Lebih karena disebabkan oleh kelainan fisik di dalam jasmani :
- Ketidaknormalan hormon.
- kelainan syaraf di otak

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorangmemiliki perilaku seksual yang menyimpang atau parafilia.

Sebagian ahli berpendapat bahwa kelainan perilaku seksual disebabkan oleh trauma masa kecil, seperti pelecehan seksual. Ada pula yang mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan saraf di otak.

Atas dasar itu, perilaku menyimpang seksual biasanya ditangani dengan konseling dan terapi untuk mengubah perilakunya. Obat juga bisa digunakan untuk membantu proses itu. Sebab, tak menutup kemungkinan jika seseorang memiliki lebih dari satu perilaku seksual yang menyimpang.

Perilaku menyimpang ini perlu mendapat penanganan dengan segera, sebelum pelakunya menyakiti diri sendiri atau menimbulkan masalah hukum.

Sebab, di berbagai negara, beberapa jenis perilaku menyimpang seksual dianggap tindakan kriminal dan dapat dijatuhi hukuman pidana.

Seperti dijelaskan juga oleh Susan Noelen Hoeksema dalam bukunya Abnormal Psychology, lebih dari 90 persen penderita paraphilia adalah pria. Hal ini tampaknya berkaitan dengan penyebab paraphilia yang meliputi pelampiasan dorongan agresif atau permusuhan, yang lebih mungkin terjadi pada pria daripada wanita.

Penelitian-penelitian yang mencoba menemukan adanya ketidaknormalan testoteron ataupun hormon-hormon lainnya sebagai penyebab paraphilia, menunjukkan hasil tidak konsisten. Artinya, kecil kemungkinan paraphilia disebabkan ketidaknormalan hormon seks pria atau hormon lainnya.

Di sisi lain, penyalahgunaan obat dan alkohol ditemukan sangat umum terjadi pada penderita paraphilia. Obat-obatan tertentu tampaknya memungkinkan penderita paraphilia melepaskan fantasi tanpa hambatan dari kesadaran.

Paraphilia menurut perspektif teori perilaku merupakan hasil pengondisian klasik. Contohnya, berkembangnya bestialiti mungkin terjadi sebagai berikut: Seorang remaja laki-laki melakukan masturbasi dan memperhatikan gambar kuda di dinding. Dengan demikian mungkin berkembang keinginan untuk melakukan hubungan seks dengan kuda, dan menjadi sangat bergairah dengan fantasi demikian.

Hal ini terjadi berulang-ulang dan bila fantasi tersebut berasosiasi secara kuat dengan dorongan seksualnya, mungkin ia mulai bertindak di luar fantasi dan mengembangkan bestilialiti.


Sumber

https://megapolitan.kompas.com/read/2009/07/22/09571320/kelainan.seksual.apa.penyebabnya

https://lifestyle.kompas.com/read/2016/09/19/211500823/mengenal.10.jenis.penyimpangan.seksual


Tambahin jawaban yg ini yaaa.. salah satu kelainan fisik sejak lahir ada yg namanya ambigua genitalia,

solusi nya bisa terapi hormon, operasi & terapi utk psikologi anak yg terkena penyakit ini..

selengkapnya bisa dibaca di sini :
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ambiguous-genitalia/symptoms-causes/syc-20369273

btw soal LGBT : kita semua tau bahwa LGBT itu jelas penyimpangan seksual hanya saja, sama WHO, udah dianggap bukan penyimpangan, tapi katanya itu identitas..

disini bahaya nya sih.. bukan aku bilang : LGBT itu boleh2 aja yaaa *takut ada yg salah paham hahaha

ini artikel kompas bisa jadi referensi, ada keputusan di WHO & kemenkes..

https://nasional.kompas.com/read/2008/11/11/13081144/Homoseksual.Bukan.Penyimpangan.Seksual.
i beberapa negara ilegal, mengenai legalitas LGBT di setiap wilayah berbeda, selengkap nya disini :

https://en.m.wikipedia.org/wiki/LGBT_rights_by_country_or_territory


Pertanyaan 2⃣ (Mba Ria)
Di point no 8 penyimpangan seksual itu apa maksudnya yah? Apakah sama dengan yg suka pamerin kemaluannya (ekshibisionis) ?
Terimakasih
๐Ÿ’ŽRia

Jawaban :
Beda..

1. Ekshibisionisme: mempertunjukkan alat kelamin kepada orang yang tidak dikenal untuk mendapatkan kenikmatan seksual.

Veyourisme: kenikmatan seksual dengan mengintip orang lain yang sedang mengganti atau menanggalkan pakaiannya, telanjang, atau sedang beraktivitas seksual
Pertanyaan 3⃣
Jelaskan tentang fedofilia transvetisme (waria)
Aq tahunya fedofil itu tukang perkosa anak2..bener apa gak yaa?

Jawaban :
Pedophilia adalah orang dewasa yang suka melakukan hubungan seks / kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur.

Transvetisme adalah seseorang yang secara anatomis laki-laki, tetapi secara psikologis merasa dan menganggap dirinya seorang perempuan. Ia akan berperilaku dan berpakaian seperti perempuan untuk mendapatkan kegairahan seksual. Seorang transvestit memakai pakaian wanita (cross-dressing) sebagai pernyataan identifikasi dirinya wanita (fiminine identification). Bangkitnya rangsangan seksual dan orgasme menandakan kemenangan atas identifikasi feminim itu. Dalam masyarakat kita dikenal dengan istilah banci atau waria.


Pertanyaan ke 4⃣:

Assalamu'alaikum mb dhona mau titip pertanyaan :
Bagaimana cara menangani pelaku kajahatan anak yang masih di bawah umur ? Misal seorang bocah 10 th mencabuli teman sekelasnya. Pernah denger berita ini.

jawaban :
Untuk menangani pelaku kejahatan seksual di bawah umur, kita perlu mengetahui penyebabnya terlebih dahulu

Berdasarkan beberapa riset, penyimpangan seksual oleh anak di bawah umur bisa dari hal2 berikut :
1. kerusakan lingkungan tempat anak-anak tersebut tinggal. Bisa jadi, anak-anak yang menjadi pelaku pada contoh kasus di Jatinegara & Salatiga pernah menjadi korban, atau setidaknya pernah melihat orang dewasa melakukan tindakan pornografi untuk memenuhi kebutuhan seks dengan melihat gambar porno, cabul, atau membaca cerita-cerita porno.

Jika sudah seperti ini, hal ini bukan lagi soal mengajari anak-anak tentang bagian tubuh mana yang tidak/boleh disentuh atau dilihat orang lain, tetapi harus lebih dari itu. Sebab, jika dipaksa, apalah arti mengatakan tidak.

2. Kedua orang tua bekerja, sehingga tidak ada pantauan utk gadget dan media sosial yang membuat manusia terasing, tontonan TV yang menjadikan bullying, umpatan dan kata-kata kotor sebagai candaan, pornografi, apatisme sosial, egoisme, rendahnya mutu pendidikan, serta tidak berjalannya kebijakan pemerintah turut menyumbang perilaku menyimpang tersebut.


Mereka adalah anak-anak yang mengalami BLAST (Bored-Bosan, Lonely-Kesepian, Angry-Marah, Afraid-Takut, Stress-Stres, Tired-Lelah). Mereka dipaksa mampu baca tulis hitung sejak usia sangat kecil, perhatian orangtua hanya pada pelajaran semata, beban pelajaran sangat berat, belum lagi jika mengalami kekerasan di sekolah. Mereka kesepian, tidak tahu harus curhat pada siapa, wajar jika anak merasa stress. Akhirnya mereka mencari kegiatan yang membuatnya senang dan kebanyakan mereka menghabiskan waktunya dengan handphonenya. Handphone telah menjadi orangtua pengganti bagi mereka.

Saran untuk menyikapi kasus tsb :
1. Bagi pelaku Program Studi/ praktisi
Diharapkan sekiranya ada mahasiswa/ Praktisi/ akademisi/ tenaga medis yang tertarik untuk memberikan konseling
secara intensif terhadap kasus yang
serupa.

2. Bagi Masyarakat Luas
Diharapkan mampu memberikan sedikit
informasi kepada masyarakat luas
dan secara khusus kepada keluarga-keluarga supaya lebih memperhatikan anak dalam berperilaku dan bergaul.
Contohnya bagaimana perilaku bergaul dan apa saja yang dilakukan anak ketika di
sekolah, di rumah ataupun selama berada diluar ketika bermain dengan teman-temannya. Apa saja yang mereka lakukan dan dengan siapa saja mereka bermain. Sehingga tidak akan ada lagi kasus yang serupa.
Apabila ada kasus yang serupa, diharapkan orang tua mampu memberikan pengertian dan penjelasan terhadap anak-anaknya tentang benar atau tidaknya hal tersebut.

3. Bagi Sekolah
Diharapkan sekolah mampu memantau lebih dalam perkembangan serta perilaku
subjek ketika berada di sekolah. Sehingga dapat meminimalisir kejadian atau kasus
yang serupa atau perilaku asusila yang lainnya

4. Bagi siswa
Diharapkan kasus yang menimpa subjek dapat dijadikan sebuah pelajaran dan juga
contoh perilaku yang tidak baik dan
tidak pantas ditiru sehingga siswa-
siswa dapat belajar dan lebih berhati- hati dalam bersikap dan juga berperilaku.

5. Bagi Orang Tua
Diharapkan orang tua dapat lebih mengawasi perkembangan anak. Dengan siapa dia bermain, apa yang dia lakukan, tayangan apa yang sering di lihat. Serta bagaimana perilakunya ketika berada
di sekolah. Dan juga diharapkan orang tua lebih memperhatikan apa yang akan orang tua lakukan dan katakan karena anak bisa saja mencontoh semua perilaku dan kata- kata yang orang tua ucapkan dan lakukan.

6. Adanya sanksi yang tegas
Jika memang perbuatan yang dilakukan oleh anak laki-laki dan perempuan itu berupa perbuatan cabul yang diawali dengan rayuan terlebih dahulu maka perbuatan tersebut melanggar Pasal 76E UU 35/2014 yang menyatakan:

“Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.”

Hukuman atas perbuatan tersebut diatur dalam Pasal 82 UU 35/2014 sebagai berikut:

(1)  Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2)  Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Dari rumusan pasal di atas terlihat bahwa tidak ada keharusan bahwa tindakan pidana tersebut harus dilaporkan oleh korbannya. Dengan demikian, delik pencabulan terhadap anak merupakan delik biasa, bukan delik aduan. Oleh karena itu, orang lain boleh melaporkan kejadian ini.

Perlu diketahui pula bahwa dalam pasal tersebut tidak diatur mengenai siapa yang melakukan tindakan pidana tersebut, apakah orang yang sudah dewasa atau anak-anak. Oleh karena itu, anak-anak pun dapat dipidana berdasarkan pasal ini.

Sumber :
Davidson, G.C; J.M Neale; A.M Kring.Penerjemah Neormalasari Fajar. 2006. Psikologi Abnormal Edisi 9. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Junaedi, Didi. 2010. 17+ Seks Menyimpang tinjauan dan solusi berdasarkan al- Qur’an dan psikologi. Penerbit Sejuk PT. Wahana Semesta Intermedia


http://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt5125d3aaf3911/pasal-untuk-menjerat-anak-yang-lakukan-pencabulan

Pertanyaan 5⃣ ( Mba Frisdayani)

Kalau begini bisa dibilang penyimpangan juga kah mba? Anak perempuan yg tumbuh besar menjadi wanita dan ibu yang temperamen dan otoriter

Temperamen ini lebih kepada perilaku manusia ya.

Perilaku manusia merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.

 Dengan kata lain, perilaku merupakan respon/reaksi seorang
individu terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya.

Jadi ini bukan termasuk penyimpangan seksual, tapi bentukan perilaku

Pertanyaan 6⃣ (Mba Dini Nuraeni)
Cara mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan seksual sejak usia muda ada ngga ya??

Coba menjawab yg ini ya

Untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan seksual di usia muda, kita harus waspada dan coba mengamati dari beberapa faktor

Faktor internal:
Pernahkah si anak mengalami Krisis identitas ? Dan mengalami hal-hal di luar kebiasaannya seperti membentuk kelompok/geng, berpakaian dengan mode yang tidak sesuai,

Atau Kontrol diri yang lemah dengan adanya perubahan perilaku & temperamen .. menjadi mudah marah atau justru menjadi lebih pendiam

Faktor eksternal:
1. Amati Keluarga & Teman sebayanya, ada yang kurang baik atau tidam

2. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik, misal banyak terjadi pengrusakan atau adanya peredaran pornografi

Jika ada kemungkinan2 di atas.. kita Harus lebih waspada dan peka utk mendeteksi adanya penyimpangan seksual pada remaja

- pada dasarnya pengasuhan bukan sekadar membuat anak nyaman, imunisasi lengkap, dan memberikan asupan bernutrisi. Lebih dati itu, pengasuhan menurutnya adalah apa yang dilakukan orang tua untuk anaknya, sejak sang anak bangun tidur sampai anak tidur lagi.( menurut dokter spesialis kejiwaan ), ketika sang anak berperilaku berbeda dengan identitas gendernya, maka harus dipastikan terlebih dahulu bagaimana orientasi seksualnya. Karena orientasi seksual ini sulit diketahui kecuali dari pengakuan jujur dari yang bersangkutan.

Pertanyaan 7⃣ (Mba Diah)
Apakah perlu kita jelaskan detail tentang bahayanya pergaulan antara anak laki"dan perempuan yang terlalu dekat,sama anak usia sebelas taun?
Was"si kaka suka ikut"an diajak temennya main sama Anak laki" ๐Ÿ™ˆ

Untuk usia 11 tahun, kami ada referensi dari Ust. Harry Santosa (Buku FBE) mengenai apa yang harus dilakukan dan dijelaskan kepada anak mengenai seksualitas:

Usia 11 – 14 tahun

Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan (Lintas gender)

Dalam tahap ini membutuhkan kehadiran orang tua untuk membersamai anak. Oleh karena itu penting untuk kita memahami betul bahwa di setiap tahap usia, kita selalu dibutuhkan dalam tugas yang berbeda untuk gender anak yang berbeda

Sebagai orang tua, kita juga perlu memperhatikan media yang ada di sekitar anak seperti TV, gadget, internet, dll. Pastikan bahwa kita tahu apa yang dlihat anak, kita dampingi anak ketika melihatnya dan berikan sudut pandang dan nilai yang tepat atas apa yang anak lihat.                                                                                                                         

*PENUTUP *   

Seorang ibu berusia sekitar 26 tahun, berbusana muslimah sangat rapih, sudah memiliki seorang putra usia 5 tahun, dengan sedih  mengatakan bahwa dia tidak pernah bisa menjadikan suaminya sebagai sosok pria yang dicintainya.

Padahal menurutnya tiada yang kurang dari suaminya, dia tampan, gagah, bertanggungjawab, mencintai dirinya (istrinya), sangat sayang pada anaknya. Juga tidak ada lelaki lain di luar sana yang dicintai ibu itu, na'udzubillah.

Ibu muda itu, sambil mencoba nampak tegar, mengatakan bahwa dia sudah berusaha keras mencintai suaminya dan sering berdoa meminta agar Allah menjadikan hatinya condong kepada suaminya, namun belum bisa. Di awal pernikahan memang ada rasa tertarik atau suka, namun perasaan itu tidak pernah bertambah, ya begitu begitu saja.

Tadinya dia fikir ketika menikah maka rasa sukanya akan bertambah dan menjadi cinta, layaknya pasangan yang lain. Karena pernikahan seharusnya begitu bukan? Diawali rasa tenang, kemudian sayang lalu rasa cinta. Nyatanya tidak. Dia bahkan merasa tidak nyaman berada di dekat suaminya.

Ibu muda itu amat gundah, bahkan dia bercerita beberapa kali nyaris melakukan hubungan sejenis dengan perempuan lain atau lesbi, alhamdulillah belum pernah kejadian. Tetapi jika begini terus, cepat atau lambat hal ini bisa saja terjadi katanya.

Usut punya usut, ternyata ketika berusia 12 tahun, ayahanda dari ibu ini melakukan poligami, namun dengan cara yang tidak baik. Jarang pulang ke rumah dan sangat kasar. Dia mengaku sering ditampar dan dipukul ayahnya. Padahal di usia segitu, dia sedang membutuhkan kedekatan dengan seorang ayah.

Inilah rupanya penyebabnya. Dalam kajian pendidikan berbasis fitrah, ditemukan bahwa anak perempuan yang tidak dekat dengan ayah atau tidak memiliki sosok ayah pada usia 11-14 tahun akan menyebabkan berbagai penyimpangan fitrah seksualitas.

Gejala penyimpangan fitrah seksualitas yang paling umum adalah selalu haus akan sosok kasih sayang ayah atau cinta ayah. Mereka akan selalu mencari lelaki yang dapat memuaskan dirinya akan sosok ayah.

Mereka bisa menjadi petualang cinta, (maaf) dari ranjang ke ranjang menukar tubuhnya dengan segenggam "rasa cinta ayah" yang hilang atau tidak pernah hadir dalam hidupnya. Ini fitrah seksualitas dan cinta yang menyimpang karena tidak terpenuhi pada tahapan masa pendidikan fitrahnya.

Kehausan akan rasa cinta itu bagai fatamorgana yang tidak pernah terpuaskan. Konon sebuah riset mengungkapkan bahwa anak perempuan yang tidak dekat dengan ayahnya di usia 11-14 tahun, ternyata 6 kali berpeluang menyerahkan tubuhnya pada lelaki yang dianggap dapat menjadi pengganti sosok ayahnya.

Jika sudah menghantam masuk ke alam bawah sadar seperti ini maka harus ditangani serius agar sembuh.

Akibat yang kedua, jika anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada usia 11-14 tahun, maka fitrah seksualitasnya akan menyimpang dalam bentuk membenci sosok ayah atau sosok lelaki, dia bahkan tidak mampu mencintai suaminya sendiri bahkan cenderung menjadi lesbian. Sosok ayah sama sekali tidak indah di hatinya.

Lalu bagaimana dengan anak lelaki? Hampir serupa. Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya atau tidak memiliki sosok ibu, terutama pada usia 11-14 tahun, akan mudah melecehkan perempuan, suka berpacaran atau playboy.

Bahkan dalam kasus tertentu apabila anak lelaki membenci ibunya dengan amat sangat maka dia bisa menjadi gay.

Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya, biasanya kelak menjadi suami yang kasar terhadap istri karena tidak pernah memahami perempuan dari cara pandang perempuan terhadap perempuan. Ini diperoleh secara alamiah apabila dia dekat dengan ibunya atau sosok yang bisa menjadi sosok ibu baginya.

Maka para orangtua terutama ayah kembalilah ke rumah, kewajiban utama adalah mendidik anak bukan mencari nafkah. Ketika anak anak beranjak remaja umumnya para ayah mulai menanjak karirnya, mulai menempati posisi penting dengan segala kesibukkannya.

Pada fase ini beberapa ayah mulai kaya dan nampak mulai ingin menikah lagi atau menjadi genit kembali dsbnya sehingga mengabaikan pendidikan fitrah anak anaknya.

Biasanya memboarding schoolkan anak yang belum aqilbaligh, usia 11-14 menjadi pilihan keluarga sibuk dengan beragam alasan, padahal fitrah seksualitas belum tumbuh benar.

Ingat bahwa fitrah seksualitas harus tumbuh paripurna bersama kehadiran penuh ayahibunya melalui kelekatan yang intens sejak dalam kandungan sampai aqilbaligh.

Banyak kasus LGBT terjadi di Boarding School di seluruh dunia. Itu karena memang semua fitrah manusia ini sejatinya harus terpenuhi dan berkembang termasuk fitrah seksualitas, jika tidak maka penyimpangan fitrahlah akibatnya.

Lihatlah Siroh atau perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW,  beliau tidak pernah kehilangan sosok ayah dan sosok ibu sepanjang kehidupannya sejak dalam kandungan sampai aqilbaligh.

Maka fitrah seksualitas beliau tumbuh indah paripurna menjadi peran lelaki sejati dan peran ayah sejati dengan cinta sejati.

Salam Pendidikan Peradaban

Senin, 24 September 2018

Fitrah Seksualitas #Day3

Resume pertanyaan dan jawaban diskusi Presentasi Ketiga

MATERI :

MENUMBUHKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK USIA 7-14 TAHUN
Manusia Lahir Fitrah, Yaitu Membawa Potensi Baik

Manusia lahir dengan fitrah, yaitu suci dan berpotensi baik. Manusia lahir bukanlah sebagai kertas putih, Tuhan telah membekali dengan potensi potensi baik, ibarat gawai yang telah dilengkapi dengan aplikasi aplikasi canggih. Selain itu, Tuhan juga telah menjadikan otak manusia dilengkapi dengan bagian yang tidak dimiliki oleh mahluk manapun yaitu Pre-Frontal Cortex (PFC). PFC memiliki fungsi luhur akal budi, kemampuan berbahasa, merencanakan, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan fungsi kontrol. Inilah lagi lagi bukti bahwa manusia diciptakan Tuhan sebagai sebaik baik penciptaan. Maka tugas orangtua untuk menjaga potensi baik anak anak agar tetap baik atau mengupayakan agar menjadi lebih baik ini, sesungguhnya telah dimudahkan oleh Tuhan, tetapi malah banyak orangtua yang justru abai atau bahkan merusaknya.
Dari berbagai rujukan paling tidak ada 7 fitrah atau potensi dasar manusia. Salah satunya adalah fitrah seksualitas.

Fitrah Seksualitas
Manusia dilahirkan dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Kelainan fungsi alat reproduksi yang bersifat biologis yang disebut interaksi atau Ambigua Genitalia adalah kelainan yang bisa di koreksi secara medis. Pada anak perempuan akan mewujud dalam bentuk fungsi memproduksi sel telur, mengandung, menyusui, dan merawat. Pada anak laki-laki mewujud dalam peran membuahi, melindungi dan menafkahi. Fitrah seksualitas tumbuh sempurna bersama melalui interaksi baik dengan ayah ibunya maupun dengan sekitarnya sejak dalam kandungan hingga usia baligh.
"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu, yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan dari dirinya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali."
(An-Nissa [4]:1)

Menumbuhkan fitrah seksualitas anak usia 7 - 14 tahun
Melihat ulasan diatas kita dapat memahami bahwa kita terlahir sudah dengan fitrahnya. Fitrah yang seharusnya tetap terjaga sejak lahir hingga nanti dewasa. Sebagai orangtua, kita pun harus bisa menjaga fitrah pada anak agar tetap tumbuh subur sejak ia lahir sampai dewasa nanti.

Sumber : Buku Enlightening Parenting
Penulis : Okina Fitriani


Tanya Jawab

1. Dhian farah
Bismillah,
Dimateri dipaparkan tentang pentingnya "menyuplai" sisi maskulinitas dan feminitas pada anak,
Minta tolong dijelaskan lagi (sekalian contohnya) tentang proporsi 75% dan 25% nya dong..
Mamaciih
#presentasiketiga

Bismillah kami coba jawab ya
#presentasi ketiga
Maskulinitas merupakan sebuah payung yang dapat merangkum apa saja yang termasuk dan disebut maskulin dan atau juga tolak ukur yang menyangkut nilai dan norma yang maskulin. Maskulin yang saya maksud adalah oposisi dari feminine
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maskulin diartikan sebagai bersifat jantan atau jenis laki-laki sementara feminin diartikan sebagai bersifat kewanitaan, mengenai atau menyerupai wanita
Misalnya, orangtua  cenderung memberikan baju warna pink bagi anak perempuan sementara anak laki-laki diberikan baju warna biru.
Hal ini karena pink memiliki makna feminin yang lebih cocok dilekatkan pada perempuan dan warna biru memiliki makna maskulin sehingga ia dilekatkan pada laki-laki.
Berbagai peran, pekerjaan, aktivitas, sifat bahkan benda juga seringkali dihubungkan dengan femininitas dan maskulinitas.
Motor besar, panjat tebing, logis, kuat, kepala keluarga adalah hal-hal yang maskulin.
Sementara alat kosmetik, mudah menangis, sekretaris, merawat, lemah lembut disebut sebagai hal-hal yang feminine
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14)”
Manajemen maskulinitas dan feminitas.
Pada laki-laki tetap saja ada unsur feminitas, begitupun pada perempuan ada unsur maskulinitas, tapi tidak dominan. Unsur tsb dibutuhkan bukan dihilangkan. Yang penting adalah bagaimana memanage-nya.
Laki-laki membutuhkan cinta, kasih sayang, kepedulian, feeling, firasat.
Perempuan harus berani berkata tidak, berani menolak, berani tampil beda, daya analisis. Jika tidak di manage dengam baik akan menimbulkan bahaya.

2. Yeni

Minta statement dan tanggapan mengenai pemberitaan ttg pernikahan di bawah umur anak d bawah umur (anak sd minta nikah dengan anak sma),apakah hal ini wajar atau tidak?

Dan faktor apa menurut anda bisa bisa berakibat si anak memiliki hasrat ingin menikah muda?

Apa yang harus d lakukan sebagai orang tua milenial menghadapi anak yang memiliki pikiran dan hasrat menikah?

#presentasiketiga

Jawaban:
#presentasi ketiga
Jawaban pertanyaan mba Yeni
UU Perkawinan sebenarnya tidak mengenal adanya perkawinan anak atau pernikahan dewasa. UU Perkawinan hanya memberi batasan minimal usia ideal bagi warga negara untuk menikah, yaitu setelah berumur 21 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Hanya saja, UU Perkawinan membolehkan laki-laki berumur di bawah 19 tahun dan perempuan di bawah 16 tahun untuk menikah, selagi mendapat dispensasi dari pengadilan, dalam hal ini Pengadilan Agama
Di sini, orang tua dan keluarga dituntut lebih banyak berperan mendorong putra-putrinya menikah setelah menginjak usia ideal. Seandainya terpaksa harus menikah di bawah umur, maka selain izin orang tua, juga  harus mendapat dispensasi pengadilan.
Soal penikahan dibawah umur saya kurang setuju kenapa ? Karena dari segi mental dan fisik anak dibawah umur belum siap. Kehidupan pernikahan bukanlah main-main selain untuk ibadah juga kita ke depannya sudah harus bisa mandiri
Kemudian dari segi mental anak di bawah umur harus dibimbing oleh orang tua dan wajib menerima pendidikan sedangkan dari segi fisik sepengetahuannya sebagai wanita kalau tid2ak salah rahim wanita dibawah umur belum siap untuk mengandung jadi tidak baik untuk kesehatan.

Faktor"nya mungkin pergaulan yang terlalu dekat antara lawan jenis
Orang tua yang memfasilitasi Anak"nya gadget yang super canggih yang memudahkan Anak"nya mengakses tontonan"yang belum saatnya
Peran orang tua yang kurang mengajarkan ilmu Agama bagaiman adab bergaul antar lawan jenis.

Sebagai Orang Tua Milenial lebih banyak mendekatkan Anak"nya kepada Ilmu Agama
Karna secara tidak langsung saat Anak"lebih memahami ilmu agama otomatis akan meredam hasrat
Apalagi dalam islam diajarkan untuk Berpuasa karna dengan puasa akan menahan hawa nafsu

3. Neneng Mida

Yg dilingkari biru itu pemisalan utk anak 7-10tahun ya? Apa tidak terlalu cepat untuk menjelaskan mengenai sperma? Apa anak umur SD sudah bisa mencerna hal tsb dengan baik? ☺
#presentasiketiga

Pertanyaan no 6 dari mba nurjannah ya

6. Nurjannah
Assalamualaikum...

Umur brp baru bisa dijelaskan ttg konsekuensi sperma? N bagaimana menjelaskan nya??
#presentasiketiga

Jawaban:
Jawaban untuk pertanyaan no3 sama 6 y teman "
#,Presentasi ketiga
Sebaiknya disampaikan kpd anak di usia prabaliq menjelang 10 biasanya. Atau disampaikan bersamaan dg materi pelajaran di sekolah ketika pembahasan tsb. Karena konsekwensi dari keluarnya sperma  ketika anak sudah mimpi basah adalah mandi besar. Kalau mandi besarnya tidak bisa / belum betul, apakah sholatnya nanti diterima?

Ini harus disampaikan oleh orang tua

Tambahan jawaban pertanyaan 6
Mau menambahkan sedikit, dari jawaban di atas ya mba eunji, belum pengalaman sama anak laki-laki tapi punya ponakan laki-laki2, jadi si ayah yang menjelaskan ke anak laki-laki, yang intinya adalah ketika si anak nanti sudah merasakan mimpi basah itu mereka sudah mengerti bahwa itu adalah masa baligh mereka beseeta konsekuensinya, kenapa sebaiknya si ayah? Karena kan katanya ada sensasi rasanya atau ga ada, sang ayahlah yg berpengalaman. Cmiiw, silahkan yg mau sharing pengalaman dwngan anak laki2 nya

Tambahan dari mba ria
Ini tugas ayah yang menjelaskan tentang sperma, karena apa ? Karena ayah yg mengalami mimpi basah secara real.

Klo menurut ibu elly risman, ayah harus buat cairan semacam mani (dari tepung, yg agak kental & encer) untuk menjelaskan perbedaan mani & madzi (Cairan yg keluar sebelum sperma). Karena konsekwensi dr keduanya berbeda. Madzi najis, mani tidak najis.


4. Indah dwijayanthi
Pertanyaannya:
Bagaimana cara seorg ayah dalam memberikan supply maskulin dan bagaimana cara seorg ibu dalam memberikan suply feminitas..
#presentasiketiga

Jawaban pertanyaan 4

Coba jawab pertanyaan ke4 dari mba Indah
#presentasi ketiga
Cara seorang Ayah memberikan supply maskulin adalah sejak kecil sang Ayah slalu melibatkan Anak laki"nya dalam kegiatan sehari",Misal dari segi Agama seorang Ayah slalu mengajak Anak laki"nya sholat subuh berjamaah karna sholat berjama'af itu wajib bagi laki".
Kalo dari segi fisik Ayah sering mengajak Anak laki"untuk bermain permainan yang menantang Fisik misal main bola,bersepeda bersama,atau bisa diajak membantu mencuci motor atau mobil ya

Kalo untuk Ibu memberikan supply feminitas pada Anak perempuannya,bisa dengan mendadani Anak"perempuannya dengan pakean yang anggun dan warna"cantiek seperti warna pink
Sering diajak membantu kegiatan memasak atau bersih"rumah
Bantu menjaga adik"nya

5. Ishfi
Assalamualaykum mbae. Izin bertanya

Bagaimana jika anak sdh terlanjur terpapar video porno. Adekku pas 5 sd pernah diliatin yutub gituan sama temennya๐Ÿ˜ญ. Adekku langsung nangis krn takut dosa. Arka takut masuk neraka. Ngaku sama ibuku. Nah temennya ini gimana ya mba? Dia yg menyebarkan virus2 gituan. Aku kesian jg sama temennya si arka ini

#presentasiketiga

Jawaban:
Coba jawab pertanyaan mba Isfie

#Presentasi ketiga Diapresiasi anak sudah mau jujur bercerita kepada ibu. Perlu di beri pijakan lagi tentang adab dalam pergaulan. Mana kawan yang membawa manfaat dan yang harus dijauhi.

Untuk teman tsb kemungkinan besar sudah kecanduan pornografi, perlu terapi ke psikolog dengan pendampingan orang tua. Yang nyata² lalai dalam mendidik anak.