Kamis, 06 Mei 2010
00:..
terbangun tiba-tiba, tanpa diawali mimpi buruk, tanpa bunyi gaduh alarm, tanpa kegaduhan pertengkaran tetangga yang kadangkala terjadi,, benar-benar bangun begitu saja, dengan mata segar seolah-olah sudah tertidur sangat lama..
apa yang kupikirkan??.. hmmm.. cita-cita, mimpi dan harapan-harapan untuk ke depannya,, tapi kurasa tidak ada yang begitu ingin sekali kukejar hingga harus membuat otakku terjaga..
apa ada masalah??.. pastinya ada,, aku kan manusia, tapiii tidak ada yang begitu beratnya..
hal-hal yang sempat membuatku merasa prustasi, marah, kecewa dan membuatku terus berlari kini sudah tidak terlalu mempengaruhiku lagi.. semua sudah kupasrahkan... kubiarkan hal-hal itu menguap.. entah pasrah atau ikhlas, aku berusaha tak lagi perduli,, walau kadang masih saja menoleh.. tapi kubulatkan tekadku untuk menikmati saja perjalanan nasib..
aku lelah berlari dan bersembunyi.. aku ingin pulih dari sakit ini..
aku merindu??.. hmmm.. ya, ku akui.. tapi tak ingin lagi ku lebai dan melambai.. semua terlihat berlebihan kini.. aah. biarkan saja rindu ini datang dan pergi,,, aku muak.
00:.. masih saja ku terbangun tiba-tiba, tanpa mimpi-mimpi usil, tanpa kegaduhan, tanpa ramainya alarm.. terbangun saja..
00:.. menatap langit-langit kamar.. hampa, kosong..
00:.. ingin ku kembali terpejam, karena tak ada yang ingin kulakukan malam ini..
00:.. aku resah.. aku hanya ingin tidur
00:.. mataku segar sekali, tanpa kantuk yang memberati,,
00:.. kurapalkan hapalan-hapalanku, memancing kantukku
00:.. ingin ku larut dalam sujud panjang memuja sang Kekasih, namun aku tak bisa.. aku tak diizinkan.. aah.. dasar wanita. hal inilah yang membuatku sadar akan diriku.. aku tetaplah wanita
00:.. tak tuk tak tuk... bunyi jam serasa mengajakku berlari..
00:.. tak tuk tak tuk... membuatku mengawang-awang mengingat semua hal
00:.. tak tuk tak tuk... terjaga dalam hampa,, membuat kembali yang sudah berlalu.. ingatan-ingatan masa lampau yang sudah sepatutnya dikubur dalam lautan tobat
00:.. tak tuk tak tuk... dosa - dosa yang tercipta seiring waktu terus mengusik malamku..
00:.. aku ingin sholaaaaaaaaat,, erangku dalam resah
00:.. semua melintas.. tawa, canda hingga rasa perih semua bermunculan..
01:.. ya Allah.. ku ingin tidur.
01:.. masih menatap langit-langit kamar
01:.. masih merapalkan doa
02:.. berguling-guling tak tentu arah
02:.. mlihat-lihat kontak di hpku, adakah yang masih terjaga??
02:.. berasa sedih,, ingin menangis,, tapi tak pernah ada air mata
02:.. ya Allah, jangan biarkan aku terpuruk. jangan biarkan ku membenci apapun dan siapapun..
03:.. terduduk dalam resah..
03:.. merapalkan hapalan,, membaca yang bisa ku baca
03:.. satu cerita, satu puisi.. aah semua menyedihkan dan memuakkan,,,ku hempaskan dan kubuang begitu saja
04:.. mushola dan masjid mulai terdengar membangunkan yang masih terlelap.. kalam Ilahi terdengar sedikit menyejukanku
04:.. bergulung-gulung dalam mukena dan sajadah, yang harusnya kucuci karena sedang tak dipakai..
04:.. orang lain mungkin terbangun, dan aku tertidur..
satu lagi waktu yang berasa sia-sia..
terbangun dengan kepala pening dan berdoa sepenuh hati,,, aku ingin tidur lelap malam nanti
Rabu, 05 Mei 2010
SALAK,, pendakian nekadz pertama
5 Juni 09,, sekitar pukul 12 malam, tiba-tiba ada sms masuk.. ah rupanya dari si wandas -si wandi asal sigempol-... bocah konyol yang kukenal waktu pendakian ke Slamet,, dy ngajakin naik ke SALAK besok pagi.. whaaaaaaaaat, teriakku kaget,, ga kira-kira ngajaknya.. mendadak bener. tapi karena itulah akau merasa tertarik,, efek adrenalinnya lebih berasa kalau mendadak hehehe, terlebih aku memang semakin tertarik kegiatan ini... ayooo, jawaabku..
grabak-grubuk,, memasukan jaket atau apapun yang bisa dimasukkan ke dalam daypackku, karena ku memang tidak punya perlengkapan pendakian apapun waktu itu.. jaket dan sweater pinjeman punya bokap, baju seadanya.. yang penting siap tuk bertempur di cuaca dingin.. berasa semangat banget waktu itu..
6 Juni 09,, kumpul pagi-pagi di stasiun untuk selanjutnya menuju bogor... berangkat bertiga dengan Bung Karel dan si Jamud, menuju kawan dari Guriztpala yang menikah hari itu di daerah Leuwiliang, Bogor,,
siang hari akhirnya sampailah di kediaman Conge, sang mempelai.. setelah istirahat sejenak dan makan siang gratisan... serta diiringi sedikit perdebatan kecil, karena pihak tuan rumah yang menginginkan kami tinggal semalam dulu,, waduuuuh,, dag dig dug juga euy,, lebih baik gw pulang dari pada nekad mulai naik minggu,, karena ga nyiapin cuti di kantor..
-kondangan kok modelnya gini... hiihihi-Alhamdulillah setelah sang ketua suku Gurizt, si Amar (yang sayangnya tidak bisa ikut serta) mampu meyakinkan.. sore itu aku, Wandas, Jamud, Bung Karel, serta Sigit memulai perjalanan.. perjalanan nekadz pertamaku,, pertama kali menjadi wanita satu-satunya dengan rombongan yang belum terlalu kukenal.. hanya ucapan Basmallah yang menenangkanku... yuhuuuuu...
di awali dengan kesulitan transportasi, yang membuat kami harus mencarter angkot,. lalu belanja sedikit logistik.. Alhamdulillah akhirnya tiba juga di pos pendaftaran.
mempelajari peta pendakian,, bertanya sejelas mungkin.. menyiapkan air minum.. antusias luar biasa..
akhrinya perjalanan pun kami pulai sore itu juga.. dengan berharap aku tidak menyusahkan rombongan.. mudah-mudahan aku cukup prima kali ini..
ternyata jalur yang kami lewati ini benar-benar jalur basah,,
menerobos genangan air berlumpur, dengan track yang naik turun... yihaa.. berharap tidak hujan, karena akan menambah tingkat kesulitan.. sore hari kami pun tiba di kawah Ratu.. Subhanallah... lautan putih... serem-serem eksotis... kereeeen...foto-foto sejenak, kami meneruskan perjalanan sebelum semakin gelap untuk menemukan tempat yang aman untuk bermalam malam ini...
semakin gelap, jalan yang kami tempuh semakin membingungkan.. syukurnya malam itu terang bulan,, jadi walau dengan senter seadanya, jalanan masih bisa terlihat... tapiiii,, rupanya kami tak menemukan jalan yang benar.. bergerak ke sini jurang, sana jurang.. harus bergerak dengan sangat hati-hati...karena kami semakin tidak bisa membaca jalur yang tepat, akhirnya kami putuskan bermalam di sana,, di tepi kawah ratu.. gilaaaaaaaa.. mengundang bahaya dan maut... masya Allah..
berasa seperti makan buah simalakama, melanjutkan jalan bahaya, karena kanan kiri jurang dan jalur pun semakin samar.. bermalam di sini, belerang mengancam nyawa..
mencari tempat yang sedikit tertutup pepohonan untuk mengurangi resiko belerang.. kami pun mendirikan tenda... ups.. tenyata hanya playsit duank.. wahahaha.. mantabz.. dengan teman-teman baru yang semuanya laki-laki, tenda terbuka seperti ini membuatku merasa lebih nyaman.. walau 4 sahabat baruku itu baik-baik.
hujan turun meramaikan malam itu, walau bulan bersinar dengan terangnya.. memandang rembulan ditengah hujan, membuat suasana hati jadi mendayu-dayu... upfh.. signal tak ada.. terpaksa kerinduanku cukup di dasar hati..
grasak-grusuk,, cari pojokan yang justru basah,, tumpuk tas-tas sebagai batas.. reweeel banget malam itu... merasa malu dan tidak terbiasa tidur diantara para pria-pria uugh.. untung mereka cukup sabar hahaha..
dengkuran halus yang entah siapa pelakunya membuatku terjaga hampir tak dapat terpejam.. resah, rindu dan rasa bersalah, was-was, basah... campur aduk dalam dada..
Alhamdulillah... malam ini semua baik-baik aja.. walau tidur-tidur ayam, namun tidak membuatku terlalu lelah..
bangun pagi dengan semangat penuh.. pemandangan pagi itu,, Subhanallah.. kawah Ratu tersenyum ramah pada kami..
memandang hamparan putih,, bau belerang yang tajam.. ku ingat, pagi itu aku berbincang-bincang banyak hal dengan wandas,, dengan sok tuanya mencoba memberi pengertian tenatang wanita dan hatinya, tentang cinta dan ketulusan... maklum saat itu, hatiku tengah berwarna-warni... padahal kiniii.. aaahpagi itu aku benar-benar merasakan sensasinya petualangan.. menambah candu yang mulai meracuni darah... kadang menantang bahaya membuat kita jadi merasakan hidup itu berarti..
membuat sarapan sedanya,, dengan logistik yang memang seadanya.. akhirnya setelah cukup puas kami melanjutkan perjalanan menuju puncaaaak yeah..
pas kami jalan, kami baru melihat tulisan... -jangan berada di kawasan ini lebih dari tiga menit- loooooh kami bermalam.. ampuuuun
selangkah demi selangkah,, kami temukan tempat-tempat yang ada di peta.. yeaah, kami temukan tempat yang tepat..
hari semakin siang, tenaga mulai tekuras.. tapi puncak tak kunjung terlihat.. puncak semu lah puncak bayanganlah... lalu mana puncak sejatinya...?? terus menanjak, menanjak dan menanjak.. akhirnya.... jamud putuskan berhenti.. cukup.. tak usah diteruskan..
apaaaaaaaaaaa???? hampir saja ku histeris,, aku masih semangat.. tanggung gilaaa... aku yakin pasti ketemu puncaknya..
tapi jamud benar,, puncaknya semakin samar berasa, dan logistik sudah hampir tak tersisa.. terlalu beresiko memang jika dilanjutkan... pfuuuh.. lemas sekali dengkulku jadinya... pasrah..
akhirnya kami pun turun kembali tanpa menemukan puncak sejatinya,, setelah sebelumnya menghabiskan bekal yang tersisa.. huaah.. mudah-mudahan masih ada kesempatan lain kali tuk menemukan puncaknya.. amin
ternyata turun pun menghabiskan banyak waktu.. malam hari kami baru bisa keluar kejalan umum... dan dengan keyakinan yang amat sangat dari Sigit, kalau sudah tidak ada transportasi lagi ke Priok pada jam segitu, kami pun naik Bus ke yang Rambutan... dan sampai terminal pun sudah malam,, tidak ada pula yang ke priok.. ampuuuuuuuun dah.. lelah dan kesal hari ini benar-benar membuatku hampir meledak.. terpaksa potong-potong jalan dah tuk tiba di rumah..
walau pulangnya kurang menyenangkan,, tapi secara keseluruhan perjalan waktu itu luar bisa... seru dan mendebarkan..
***
thanks to
Jamud..,, gw sempet penasaran ma coolnya lo waktu itu mud.. ternyataaaaa uugh
Wandas..,. obrolan sepanjang pagi itu hanya menjadi sebuah kisah kini.. huhuhu.. maaf kalo gw terlalu banyak ngomel hehehe
Sigit..., salam lestari bro
Bung Karel..., gaya plastiknya boleh juga tuh ditiru.. wkwkw
Selasa, 04 Mei 2010
GAMANG
menatap lagit yang berwarna pekat
tanpa bintang tanpa rembulan..
hanya kegelapan kosong yang menyiksa diri
gamang mulai meraja
seperti apakah hari esok yang terbentang
kadang ingin lagi berlari
tapi tuk siapa dan untuk apa...
lelah dan resah
aah... menatap nanar dalam gelap
berasa hampa kini berasa
ingin ku bersimpuh namun tak kuasa
meratap kini kudalam diam
dalam doa yang terus terlantun
Tuhan.. damaikan hatiku... amin
Sabtu, 17 April 2010
Rindu setengah jiwa
birunya laut
awan hitam dilangit...
semua bersenandung
semua menyanyikan satu kata...
Rindu..
huhuhuhu
Rindu...
huhuhuhu
semua sama..
berasa suram tanpa warna
Tuhan... aku rindu
jiwaku layu dan rapuh..
Tuhan... aku rindu..
aku rinduuuuuuuuuuuuuuuuu
-------
hanya teriakan2 dalam jiwaku yang rapuh.. tak ingin dia tahu...
Kamis, 15 April 2010
Pendakian si Mer-Mer..
Berawal dari situs pertemanan Facebook, aku mengenal Ranu dan Ifa dari Surabaya.. seperti yang lainnya aku mengenal mereka karena mereka mengenal teman-temanku.. rantai pertemanan..
Karena kekecewaanku tidak bisa pergi ke Kerinci, aku beserta mereka memutuskan untuk pergi ke Merbabu – Merapi.. yups…
Menjelang keberangkatan, ternyata Lian dan Rory sahabatku ikut serta.. asyiiik
---
12 Maret 2010, Berangkat tepat pukul 4 sore dari stasiun Manggarai, aku, Rory dan Lian memulai perjalanan. Diawali dengan kejenuhan karena aku duduk terpisah sendiri, akhirnya kereta Brantas pun tiba di Jebres pukul 5 pg.
Selesai sholat dan bersih-bersih pagi, bertemu Ranu dan Ifa. Kami berlima melanjutkan perjalanan menuju cepogoh untuk selanjutnya menuju Selo.
(pertemuan pertama kali di stasiun Jebres, Solo)
MERBABU
Kami pun melapor ke polsek Selo untuk melaporkan pendakian kami. Dari Polsek kami menuju Base Camp menggunakan ojek dengan tarif 7rb/orang.
Di sana sudah ada Amin dan Fery, kawan-kawan Ranu yang sudah menanti.
Setelah packing ulang, pukul 09.00 kami bertujuh memulai pendakian. Hmm.. mengawali pendakian dengan sedikit keraguan, karena jalur yang tidak jelas tertutup rumput dan ilalang.. jalan pun terus naik membuat energiku benar-benar terkuras. Kondisiku sempat memburuk di awal perjalanan, membuat Ranu dan yang lainnya sedikit keteter. Berusaha menutupi rasa sakit yang menderaku, kucoba melangkah. Jalurnya benar-benar luar biasa, menurun hingga dasar lembah kemudian terus naik. Benar-benar curam… lalu kami pun terhenyak, karena sudah tidak ada jalan lagi. Jalan buntu.. wooow.. ternyata kami tersesat.. gawaaaat.. pantesan jalan begitu rumit dan hamper tidak terlihat jalurnya..
berusaha menenangkan diri tanpa berhenti bernarsis ria… berusaha menghubungi teman-teman namun gagal.. namun akhirnya Alhamdulillah kami berhasil menemukan jalan yang benar hingga kami pun menukan Pos I. wuiii lega sekali rasanya.
Alhamdulillah kondisiku terus membaik, hingga perjalanan tidak lagi terlalu meletihkan. Pukul 16:48 kami mendirikan tenda untuk bermalam. Sebenarnya waktu yang masih terlalu sore membuatku kurang berkenan, karena aku khawatir jarak yang kami tempuh esok harinya masih terlalu jauh. Tapi karena Fery dan Ranu meyakinkan bahwa ini adalah tempat teraman untuk mendirikan tenda… ya apa boleh buat.. padahal staminaku sudah pulih kembali,, kalaupun harus jalan berapa jam lagi aku siap… (lg sombong niih hehehehe..)
Udara dingin menerpa kami… ikan asin serta mie goreng sebagai menu malam ini,, sebenarnya cukup memancing selera, tapi sayangnya malam ini aku benar-benar tidak minat. Aku merasa hampa malam itu.. Api unggun pun tetap tidak cukup menghangatkanku.. akhirnya aku memilih tidur, padahal waktu baru pukul 20:00… terlaluu cepat untuk tidur, tapi lebih baik supaya bisa bangun pagi dalam keadaan segar.
Suara gaduh dan ramainya teman-temanku berbincang-bincang membuatku terbangun,. Kupikir hari sudah pagi karena mataku segar berasa, ternyataaaa baru pukl 22:05.. woooah.. alamat susah tidur kembali nih.. pfuuuh.. ada-ada aja.
Tidak lama aku terbangun, rintik-rintik hujan terdengar…. Dan byuuur hujan pun turun.. kabuuur.. semua lari masuk kedalam tenda… dalam hati aku tertawa.. xixixix.. pestanya bubaaar
Mencoba tidur kembali, namun kurang tenang karena hujan begitu deras dan aku mengkhawatirkan kondisi tenda kami.. dan ternyata benarlah kekhawatiranku,, entah rembes atau bocor, yang jelas tenda kami benar-benar basah… wuuuuh.. sibuk semua.. huhuhuhu
Tapi herannya saat itu aku masih bisa tidur, walau kepalaku cukup basah kuyup… huhahaha.. gunung dan hujan memang membuatku bahagia…
14 Maret 2010, Pukul 16:00... aku sudah bangun dan tidak bisa terpejam kembali, karena tenda kami basah kuyuuup.. wooooh.. termasuk barang-barang di dalamnya.. apa boleh buat, aku pun memaksakan diri untuk benar-benar bangun.
Memasak air hasil tadah hujan semalam untuk membuat sarapan serta minuman hangat.. hujan jadi berkah lagi untuk kami yang sudah kekurangan air bersih.. Alhamdulillah
Grasak-grusuk, ngobrol ngalor ngidul, sarapan seadanya… akhirnya kurang dari setengah tujuh, kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Puncak hanya dengan membawa bekal air dan cemilan secukupnya, sementara itu barang-barang yang basah kami jemur dan kami tinggalkan.. ya Allah semua kepunyaanMu.
(di puncak bayangan bersama mahasiswa UNDIP)
SEMANGAT!!! Perjalanan ke puncak cukup menyenangkan, karena pemandangan yang tersaji cukup indah walau Eidelweis sedang tidak berbunga.. sejam perjalanan pun kami tiba di puncak bayangan dan puncak sejatinya kenteng songo.. Alhamdulillah sampai juga…yuhuuu..
Bernarsis ria.. foto sana foto sini… menikmati pemandangan keindahan ciptaan Allah SWT, ngobrol santai… pukul 09.15 kami pun turun kembali ke tempat kami ngecamp.
Yang basah-basah sudah kering di jemur.. sarapan agar-agar yang dimasak tadi pagi pun cukup menambah energy pagi ini.. ngobrol ngalor ngidul untuk menambah dekat hubungan.. sedikit demi sedikit kami saling mengenal karakter masing-masing.. Ifa, gadis surabaya yang berkarakter lembut dan tenang.. Ranu,, arek-arek Suroboyo yang keras, galak dan temperamen namun ternyata sangat perhatian dan bisa bersikap lembut.. apa karena dia diamanahin imeh tuk ngejaga gw ya.. hohoho.. ada-ada aja sih si imeh… Fery yang kujuluki kijang karena sanggup berlari cepat, ternyata facebooker banget dan narsis habis, ceria dan cukup care jg, Amin yang kami juluki Le' Amin, pembawaannya tenang dan sedikit bicara.. bercakap-cakap dengan si Le' membuat perasaan nyaman karena kekalemannya.. Si Fery dan Amin lah yang sangat menghibur kami selama perjalanan dengan tingkah mereka yang super latah.. kadang sampai sakit perut mentertawakan kelatahan mereka berdua,.. si Lian dan Rory, dua sahabat yang super lengket kaya amplop dan prangko (sebelum ada email dan sms hehehe) ini seperti radio yang tak ada matinya,, selalu ceria, tertawa dan hampir-hampir tak pernah terlihat lelah… saluuut buat Lian yang merupakan pendakian pertamanya.. ternyata latihan-latihan militermu benar-benar menempamu de’… iri (bukan dengki loh yaa..) gw, ngelihat tenaga dan stamina lo berdua…
Ketika asyik berbincang-bincang itulah lewat rombongan lain yang hendak turun, setelah bercakap-cakap Ranu pun memutuskan kami ikut mereka serta untuk menghindari tersesat seperti saat naik., dan kami pun bergabung dengan mereka… mengurangi resiko tersesat kembali.
“Cepetan Packing!”, Seru ranu, yang membuat kami terburu-buru dan garasak grusuk… hal itu membuat aku dan ifa sedikit menggerutu dan bersungut-sungut ria,, maklum kami berdua paling payah.. jadi kalo ada rombongan lain akan semakin ngerepotkan saja. Hahaha
Alhamdulillah turunnya tidak seberat ketika naik.. bahkan kami mampu terus berlari menuruni jalan yang cukup melipir dan lumayan curam… memang penurun gunung bukan pendaki gunung hihiihihii…
Sepanjang perjalanan kami disuguhkan banyak arbei atau murbei yang sudah masak dan lezat.. rasanya yang manis asam membuat mata kami segar..
Sekitar 3jam (13:20) kami sudah sampai di base camp... makan siang dan menikmati refleksi ala Ranu.. membut tenagaku pulih kembali. Ranu mang gahar luarnya,, tapi dy baik dan perhatian.
Mandi, beres-beres, beli cinderamata.. packing ulang.. kami pun kembali menuju Polsek Selo, dan ternyata kami harus menempuh dengan jalan kaki.. wuaaaaah.. berangkat yang naik motor saja lumayan jauh… ^&&%^$#%%%$ grrrr
Benar-benar mantabz jarak jalannya huhuhuu.. kami berangkat sore dan baru sampai ketika hari semakin mendekati senja..
Istirahat sejenak di warung.. meluruskan kaki menunggu Lian dan Rory yang sedikit berputar jalan..
Tidak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Base Camp Merapi.. dan itu pun jalan kaki, karena tidak ada angkot dan sejenisnya.. ampuuuuuuuuun…
Hari yang semakin gelap, jalan panjang beraspal yang terus menanjak membuat kami berkutat dengan diri kami masing-masing,, tercampur antara letih, emosi dan semangat yang tersisa.. petualang nekadz tak boleh menyerah.. Semangat!!!!
Sekitar pukul tujuh atau delapan malam, kami pun tiba di Base Camp.. Alhamdulillah.. merapikan diri, update status (masiiih aja xixixix)… menunggu masakan jadi (hehehehe.. dasar pemalasaaaaaasss).. menata hati dan emosi kembali…
disana sudah ada rombongan yang hendak turun,, dan juga yang baru akan naik seperti kami..
Makanan siap, kenyang tidur deh… karena letih, tidurku benar-benar pulas tidak terganggu apapun…
15 Maret 2010
Bangun pagi seperti biasa,. Packing ulang dan menyiapkan yang akan dibawa –hanya jas hujan, air minum dan logistic, sementara yang lain ditinggal di base camp- naik dan turun harus bisa hari ini juga.. Bismillahirrahmanirrahim… ya Allah ringankan kakiku
Kurang dari pukul tujuh pagi, setelah sarapan yang sudah dibuatkan Lek Amin, kami pun berdoa dan memulai perjalanan kami.. yeaaah Merapi….. tunggu kami…
Jalanannya menanjak teruss hikx.. namanya juga naik gunung huhuhu… pertama-tama kami melewati ladang-ladang penduduk.. dengan jalan yang sempit, dan melipir,, lalu jalur pun sedikit melebar dengan jalan bebatuan,, kadang kami harus menaiki dan menuruni batu-batu besar yang ada di tengah jalan.. secara keseluruhan perjalanannya lebih menarik dan menantang.. pemandangannya juga jauh lebih indah dibandingkan ketika ke Merbabu kemarin… banyak pohon cantigi dan kembang aneka warna.. pemandangan lembah berkabutnya juga tak kalah indah.. istirahat sesekali dan mengisi perut dengan camilan…
ditengah perjalanan kami bertemu rombongan turis jerman-swiss… pengin banyak cakap mereka punya bahasa,, sayangnya aku sudah tidak terlalu lancaar.. uugh… tapi sebagian dari mereka pun sudah sangat lancar berbahasa Indonesia.
Kurang dari pukul 12, kami sudah sampai di pasar Bubrah… (kenapa ya namanya pasar gubrah… padahal gax ada yang jualan… ???).. tempat ini merupakan kaki Merapi dengan dataran yang cukup luas dengan sedikit pohon yang hidup di sini.. entah karena banyak yang mati saat lahar Merapi turun kemarin atau memang tanaman sulit tumbuh di sini.. di tempat ini juga banyak kera yang tinggal, berlarian mencari makan..
Sayangnya Ifa tidak melanjutkan perjalanan hingga ke sini. Dia kami tinggal di salah satu Gua yang kami jumpai di tengah jalan tadi…
Cukup lama kami berada di sini, menunggu langit cerah dan kabut menipis.. hujan sesekali turun menyapa kami. Kami pun memasak bekal yang kami bawa (sebenarnya Le’ Min sih yang bawa hehehe..)
Kopi panas dan mie goreng berkuah ala Ranu (yang memasaknya tak sabaran,,, merecoki pekerjaanku… berantem lagi berantem lagi… dasar Rano Bangkong… hahaha..) ternyata dengan keadaan dingin dan berkabut seperti ini berasa nikmat dan mengenyangkan, apalagi disantap ramai-ramai… oh ya, di sana kami juga berkenalan dengan Bedul, satu teman yang menuggu rombongannya yang sedang berada di puncak..
Lewat dari pukul 1 siang, kami mulai menaiki Merapi.. dag dig dug juga melihat langit yang tak kunjung cerah, apalagi Ranu sempat berfikir untuk menunda ke atas,, kalau saja itu terjadi,, huaaah bisa gw cemberutin si Bangkong.. Tapi Alhamdulillah dy teryakinkan juga dengan semangat kita hohohoho.. sebelum kami naik kami sempat menitifkan Ifa kepada Bedul untuk diajak turun ke Base Camp..
Dengan membaca Basmallah dalam hati,, kutapaki secara perlahan lereng Merapi.. batuan rapuh dengan kanan kiri jurang.. tapi Alhamdulillah sudah ada yang membuat jalur yang aman untuk dilewatin,, ikuti saja batu yang di beri panah berwarna oranye.. semakin ke puncak kita akan menemukan lubang-lubang kecil yang menyemburkan belerang membuat nafas sedikit sesak.. pfuuh.. secara perlahan dengan diiringi istighfar akhirnya kami samapi juag di puncaknya, Puncak Garuda.. namun Puncak yang kami lihat di gambar atau foto sudah sangat berbeda karena letusan yang terjadi sekitar dua tahun lalu.
Para Facebooker dan narsis mania ini mulai beraksi.. jiaaah jepret sana jepret sini.. foto sana foto sini… yuhuuu
Dari puncak ternyata signal tidak hilang dan bisa untuk telephon atau sms… segera saja kutelephon sahabatku Rendy untuk mengabarkan kalau aku sedang berada di puncak Garuda…
Setelah cukup puas kami pun turun kembali,, berasa berat banget langkah ini.. yang ketika naik tidak terlalu sulit justru berasa berat ketika turun,, jari-jari kakiku berasa panas dan ledes semua,, jatuh bangun dah gak terhitung lagi… hanya saja ada hiburan tersendiri, disetiap jatuhku selalu ada salam yang mengiringi dari Le’ Min… Assalamualaikum!.. Walaikusalam! (latah level tinggi…. Xixixix)
Perjalanan berasa sangat panjang dan benar-benar membuat emosiku jadi negative.. berasa mau menyerah saja rasanya.. menyerah pun tidak mungkin,, semua ini memang harus dilewati,,, inilah pesan dari gunug, seberat dan seterjal apapun langkah dalam hidup kita harus tetap dilalui.. tidak ada kata menyerah.
Ifa yang kami fikir sudah ada di Base Camp, ternyata masih menuggu di goa dimana tadi Fery meninggalkannya.. untung saja Fery masih ingat untuk melihatnya.. padahal menurut cerita Bedul dan teman-temannya malam ini, mereka sudah berteriak memanggil-manggil Ifa. Lonceng yang kubawa pun sebenarnya cukup gaduh dan ribut,, tapi Ifa tetap saja tidak mendengar suara apapun,, walaupun dia tidak tidur.. Alhamdulillah tidak ada kejadian apapun yang menimpanya.
Tepat Maghrib, kami tiba di warung yang ada di pintu jalur.. Alhamdulillah… menikmati teh hangat sembari menunggu hujan berhenti..
pemandangan sepanjang jalan menuju Merapi
Tidur semalam lagi di Base Camp, sebelum esok pagi kami kembali ketempat kami masing-masing.. tubuh yang lelah membuat ku berharap dapat tidur pulas seperti malam-malam sebelumnya... tapii ternyata aku hampir tidak dapat tidur sekejappun.. pikiranku terlalu sibuk dengan rencanaku esok hari,. Yups.. aku berencana tidak langsung pulang ke rumah, tapi menghabiskan sisa cutiku ke Brebes bertemu teman-temanku di sana, dan mungkin si dia…
Makan pagi terakhir ternyata cukup ramai, banyak logistic yang baru bisa dimasak saat ini.. berkenalan dengan pendaki-pendaki di sana, dan Lingling, satu calon pendaki masa depan yang begitu semangatnya naik bersama mba Liong, ibunya.. satu lagi yang membuat mimpiku kembali timbul… hohoho
Bersama rombongan Mba Liong, kami berangkat ke terminal Boyolali.. disana aku berpisah dengan rombongan tuk melanjutkan rencanaku ke Brebes… berharap bisa berendem di Guci dan melepaskan bebanku di sana… sebuah pembuktian.. yeaaah..
----
Alhamdulillah ya Allah,,, telah kau pertemukan aku dengan sahabat-sahabat baru..
Thx Sobat.. karena kalian telah mau berpetualang bersamaku... mari kita terus belajar kehidupan dari alam.. salam lestari..