Selasa, 06 November 2012

Pangandaran dan Uniknya si Plegmatis

pagii,,

postingan saya sebelumnya   >>> http://coretansangpejalan.blogspot.com/2012/11/tipe-tipe-kepribadian.html mengenai personality itu berawal dari cerita hari itu.:)


Tentang empat kepribadian itu sesungguhnya sudah saya pelajari sejak buku Personality Plus baru muncul di toko - toko buku berapa tahun lalu, Namun tiba - tiba saja kembali "bangun" di menit - menit menjelang kembali ke Jakarta bersama dia >>>>>>>>>>>>>>>>>>>

dan tentang satu pribadi cerita ini berinti

--Hunting - Hunting Santai--


Weekend kemarin, 3-4 nov'12  kembali sowan ke Pangandaran Ciamis, untuk hunting penginapan dan objek wisata disana. Saya tidak sendiri, ada Ariz dan Ayu, yang  gemar jua ekplor keindahan negeri.

Bertiga membuat janji temu di terminal antar kota Rambutan.

hmm.. belum apa - apa kebiasaan mager merusak semuanya, ditambah macet dan halangan yang ga penting akhirnya aku baru sampai terminal sudah sangat larut.. tweeewew.. dan rupanya keterlambatanku fatal akibatnya karena bus yang langsung ke tujuan sudah undur diri dari dunia malam jalanan.. +_+

Singkat cerita perjalanan pun dimulai dengan bus Budiman jurusan Tasik dan dilanjutkan Tasik - Pangandaran. Subuh perkiraan kami tiba pool Budiman, namun macet yang cukup lama membuat perjalan kembali memakan waktu lebih lama. Lewat dari pukul 6 baru tiba.



Menyambut pagi dengan bubur ayam dan melanjutkan dengan minibus tujuan Pangandaran, tarif 30rb/orang dengan waktu tempuh lebih dari 3 jam..  wooow benar - benar diluar perkiraan awal... ok.. kekacauan itu karena bermula dari aku yang tak taat pada jadwal dan janji temu.

Sampai di terminal Pangandaran, bertiga naik satu becak Pak Yatno, diantar mencari penginapan yang berharga miring. und taraaaa, kami dapat kamar AC dengan harga super duper murah, hanya 150rb/malam, padahal tarif weekend normalnya 250rb :)).

Melihat kamar nyaman, pikiran kami hanya ingin rebah, namun tentu saja Ayu yang waktunya terbatas mengajak kami bergerak.

Setelah maksi di warung sekitar, kami berjalan - jalan di pantai, menyebrang ke pantai pasir putih dan Cagar Alam Pangandaran.. Tidak seperti biasanya, kali ini aku tidak berminat basah-basahan di laut walau para penjaja pantai itu dengan gigih membujuk kami.

Kera - kera disana rasanya semakin banyak sejak terakhir saya kesana,, berusaha mengatasi perasaan trauma memalukan akan binatang ini, saya tidak menjerit dan berlari-lari saja sudah cukup. puas menikmati jernihnya air di hamparan batu - batu pantai, mencoba mencari rusa - rusa yang dulu berkeliaran bebas.

Entah berapa kali pertanyaan saya lontarkan ke dobel A ini,  ketika kami rasa jalan kami buntu, mau dilanjut mblusuki hutannya atau cukup?, dan jawaban Ariz selalu sama, "terserah, lanjut ayo ngga ya ayoo" ..(1)

Walau saya Koleris - Sanguinis banget yang cenderung frontal dan "senang tampil", tetapi saya selalu berusaha mengedapankan pria menjadi pemimpin atau pengarah jalan, walaupun faktanya saya kerapkali uring-uringan jika merka bergerak kurang tanggap seperti yang saya mau. 

Melihat Ayu yang bergairah,, akhirnya kami coba - coba dan menemukan betapa luas dan menariknya Cagar Alam ini.

Batere kamera mulai habis, langit mulai gelap, kami putuskan kembali. Menikmati kelapa muda, deburan ombak,, weew great day.

Kembali ke penginapan dan mengantar Ayu yang ada acara lain di Bandung. Bus yang tak kunjung datang, membuatku cepat greegetan, namun selalu bisa ditenangkan Ariz yang selalu terlihat tanpa gejolak ..(2)

Setelah sedikit hunting hotel, segera kembali ke penginapan, karena pertandingan Arsenal - MU yang dinanti-nanti Ariz akan segera main, mencoba menemaninya menonton tapi kantuk tak tertahan.

Walau mata nyaris sulit dibuka, tapi masih menyempatkan cari makan sebelum tidur, berjalan-jalan mencari tempat makan yang masih buka, dan Ariz tidak jua menentukan pilihannya, hingga saya harus berkata "itu saja ya" dan tanpa pikir panjang jua dia bilang "iya"

Akhirnya kami menutup malam ini dengan tertidur di depan TV yang menyala.. :)

-------
Minggu yang cerah,,

Terbangun dini hari, namun lupa sunrise yang indah... T.T

pagi - pagi aku sudah packing dan siap, namun aku menunggu.. aku ikuti ritmenya, tenang dan santai.. :)
keluar menyusuri hotel dan penginapan yang sudah buka, menikmati es krim, dan nyengir ketika Serabi yang kuincar sudah habis :(

Tapi aku puas karena data sudah cukup banyak ditangan, dan ini berkat Ariz yang lebih paham mengenai urusan gathering.

Hampir pukul 11, kami baru keluar penginapan untuk ke Tasik dengan rencana ke Galunggung,. masih kurang siangkah =_=

Pangandaran - Tasik - Singaparna pun terlewati. tapiii tahukah pukul berapa kami tiba?, hampir pukul empat sore.. --andai bisa koprol--

Dan begitu kami sudah di angkutan terakhir menuju Galunggung, Dia memutuskan untuk pulang aja.. eeeeh?.. entah gimana mimik mukaku kalau bisa digambarkan.

"beneran??" "iya",, "okey kita pulang"

Kembali kunikmati ritmenya,, santaai.. dan bus pun melaju.. lari??? aku kan ga bisa lari... hrr

"kita kembali ke Tasik aja ya?" katanya.. woooow,, kemarin di Tasik hanya buat makan pagi, dan sekarang  di Singaparna hanya untuk makan sore.. edaaan

OMG,, sejauh perjalanan yang sudah kami lakukan, baru aku sadari partner jalanku ini seorang plegmatis.. Padahal kisah Cikurai  >> http://coretansangpejalan.blogspot.com/2010/06/cikurai-uuui.html <<  harusnya sudah menggambarkan dia.

kecewa??? tentu tidak!!

di mataku, pribadi plegmatis itu ibarat air di sungai, sabar, tanpa gejolak, tenang tapi bisa menghanyutkan.. bagaikan langit dan bumi dengan sanguinis yang srantal sruntul.. atau koleris yang keras.

melihat Ariz, aku jadi ingat sahabat- sahabatku waktu S1 dulu, tanpa dipilah pilih, mereka yang dekat padaku saat itu Plegmatis berat, saking plegmatisnya mereka kerap kali membutuhkan aku hanya untuk memutuskan hal - hal kecil, seperti naik mobil apa (walau mereka udah punya tujuan sekalipun)..

walau terlihat sangat lambat, kurang tegas dan bikin gregetan, namun kepribadian ini tak pernah membuatku uring-uringan seperti halnya aku menghadapi sesama koleris atau melankolis,, "sangat tenang"nya mereka justru menggiring aku bersikap lebih santai, atau justru bisa memutuskan sesuatu hal lebih cepat, karena tidak perlu adu argumen seperti dengan pribadi - pribadi yang lain :)

penutup perjalan itu aku bilang padanya,, okeee kalau kita jalan lagi, mungkin aku bisa tahu melakukan apa.. hahah.. sepertinya aku tidak bisa menjadi ekor kalau begini @.@


Kisah Kami :)







>> lagi - lagi nulis catper segini panjangnya,,, heheh.. pengin juga bisa nulis ringkas..

1 komentar:

  1. naah ini baru cara penyamapain cerita yg menarik http://ayustiyani.blogspot.com/2012/11/pengandaran-3-november-2012.html

    BalasHapus